Huuyy.. Mari memposting! Setan/Jin itu godain anak turun Nabi Adam sampe kiamat looh. Gak pake bosen, gak pake kapok. Yaa, namanya juga nyari temen kaan, masih sakit hati gitu doi sama Adam, secara disuruh sujud tapi doi gak mau kan. Dia pikir Adam jelas lebih rendah gitu kastanya, Dari tanah! "Lah gue kan dari Api?! Ya gak level kaleeeee.." gitu kali ya kalo kita buat monolognya. Anyway, berarti orang yang gak thoat, sombong dan dendaman itu? Yap.. mirip deh tu sama iblis. Soo.. hati hati yaaaa ;) teruuusss... Setan itu bisa masuk dari berbagai tempat, dari berbagai situasi. Nah, situasi yang gimana sih yang setannya bisa masuk ke diri kita? atau jangan-jangan selama ini tanpa sadar diri kita udah dimasukkin setan seenak jidatnya? akk.. Baiklah, daripada galau, mending kita bahas yuks! ^O^//
Tempat-tempat Masuknya Syetan (مداخل الشيطان) : Syetan masuk ke dalam diri seseorang untuk merusak keimanan dan menyesatkan kefahamannya itu melalui beberapa hal yaitu :
1. Kebodohan || Kebodohan itu bisa mematikan hati dan membutakan penglihatan. sehingga orang yang bodoh itu gak ngerti mana yang halal mana yang haram, mana yang haq dan mana yang batal, begitu seterusnya. Alloh berfirman : وَلَوْ شَاءَ اللهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدى فَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجَاهِلِيْنَ * سورة الأنعام ٣٥ Dan jika Alloh menghendaki, niscaya Alloh mengumpulkan mereka di atas petunjukNya, maka jangan sekali-sekali kalian menjadi orang yang bodoh.“ Nabi Musa ‘alaihis salaam pernah berdo’a : قَالَ أَعُوْذُ بِاللهِ أَنْ أَكُوْنَ مِنَ الْجَاهِلِيْنَ * سورة البقرة ٦٧ Berkata Musa : " aku berlindung kepada Alloh bahwa aku termasuk orang yang bodoh.” Serem kan kalo kita gatau apa-apa? Contoh? oke.. yang paling gampang ialah SEPUPU. itu mahrom atau gak? yang rajin ngaji pasti tau doong. YAP! gak mahroom. Terus, kenapa masih banyak itu temen temen kamu yang sepupuan, pada pegang-pegangan. Rangkul-rangkulan? yaa.. husnudhonnya sih waktu ngaji, ngantuk kali yaa.. Tapi ya masa mau salah teruss.. sampe kapan? kalo gatau ilmunya sampe mati, berarti dosanya? Udah gitu mati sewaktu-waktu pula! serem iihh.. Yuk ah kita ngaji yang banyak, dan beramal yang banyak.. biar setannya gak masuk :D
2. Marah || Marah itu termasuk tempat masuknya syetan yang besar dan perangkapnya. Syetan mempermainkan kemarahan seseorang dalam rangka menyesatkan pelakunya itu seperti anak kecil mempermainkan bola seenaknya begitu mudahnya orang yg marah itu dipalingkan dari kebenaran sehingga mulut yg biasa sopan bisa mengeluarkan kata2 yg jorok, kasar, & lain-lain. “Nabi SAW Bersabda: sesungguhnya aku mengerti satu kalimat yang kalau dia mengucapkannya niscaya hilang marah yang ia temui yaitu : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ " Waaa, honestly ini sayah banget :| tapi ya harus bisa dirubah dong yaaa! ditahaaan.. kalo marahnya lagi berdiri, biar reda, coba duduk lah. kalo lagi duduk, berbaringlah. Kalo berbaring pun belum reda, berwudhulah. InsyaAlloh. Kalo diambil logikanya kenapa berwudhu? setan kan udah masuk tuh kalo kitanya lagi marah dan gak bisa nahan diri, doi kan dari api doong? Nah, makanya dikalahin pake air deh. HIHI IMHO xP
3. Cinta Dunia Sesungguhnya syetan telah mnghiasi dunia dgn gebyarnya dalam hati kebanyakan manusia sehingga mereka condong pada dunia & merasa senang dengan dunia, mereka berlomba-lomba mencari dunia dengan sungguh2, dunia dijadikan tujuannya. Padahaaaaaaaaaaall? didunia kan cuma numpang lewat yaa? ya namanya numpang, ya gak lama-lama. Tergantung kontrak hidupnya aja. Jadiii? :)
4. Panjang angan-angan Seorang hamba jika panjang angan-angannya, dia akan melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan cenderung tidak memperdulikan waktu. dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang diangan-angan oleh hatinya, meramalkan dunia dengan berbagai macam usahanya dan akan merobohkan sendi-sendi kepentingan akhiratnya.
“jadilah kamu di dunia seolah seperti orang yang sedang menyeberang jalan.”
Menyeberang jalan bukan berleha-leha apalagi jalan di metropolitan, dimana kendaraan saling beradu kecepatan ingin sampai tujuan secepatnya. Ketika tidak bergegas menyeberang dan kurang hati-hati, mungkin saja akan tertabarak, yah minimal keserempet lah yaa. di duniapun seperti itu, ketika kita lengah tidak bergegas menyiapkan bekal untuk hari akhir nanti, setan akan segera mengganggu iman kita, dan selanjutnya kita menjadi korbannya. Menjadi sekutu setan, seperti kerbau yang dicocok hidungnya, ditunggangi hawa nafsu kemana-mana, gampang diperintah berbuat munkar dan susah sekali melakukan hal-hal yang ma’ruf. Sibuk pada angan-angan keduaniaannya.
Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Gunakanlah lima sebelum lima : gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, longgarmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu.”
“yaitu orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan belaka dan senda gurau,dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia.Maka pada hari kiamat,Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini,dan karena mereka mengingkari ayat-ayat kami.” [Al-Araf 51].
5. Keinginan Syetan masuk ke dalam diri seseorang itu melalui keinginannya, dengan keinginannya yang tidak terkontrol maka seseorang bisa rusak agamanya. Keinginan yang tidak masuk akal, keinginan yang berdasarkan hawa nafsu. Pada dasarnya setiap manusia diberikan segumpal darah yang menyatu, hati. Dan, secara bathiniahnya seseorang menyadari yang dilakukannya salah atau tidak. Hanya saja kebanyakan tidak mengindahkannya, sehingga terbiasa dan menghiraukan kesalahan tersebut.
Thursday, April 26, 2012
Saturday, April 21, 2012
Click
Terinspirasi dari notes temen saya, Mas Aulia.
Saya jadi tertarik memperbincangkan kata 'click' ini. Kemudian, didedikasikan kepada pembaca setia yang telah lam menunggu tulisan-tulisan segar saya di facebook, maaf belakangan saya lebih mengapresiasikan tulisan saya pada blog pribadi. :)
Oke, nikmatilah ini..
Click?
Apa itu? bisa dijelaskan lebih terperinci? bagi saya mungkin tidak. Tapi menurut Mas Aul, click itu terbagi dua, ada yang rasional, dan irrasional.
Click rasional adalah titik temu antara prasyarat yang diinginkan seseorang atas pasangannya, dengan keadaan yang sebenarnya pada diri orang lain. Ribet? hehe.. baiklah, saya berikan contoh:
Ketika A menginginkan jodohnya nanti adalah seorang yang sholeh, ganteng, kaya, cerdas dlsb. Kemudian dia bertemu dengan B yang notabenenya memiliki kriteria tersebut, maka terjadilah click atas A pada B. Inilah yang mas Aul maksud dengan click rasional.
Kemudian click irrasional, ini bagian yang seru menurut saya, semacam kimia yang keluar namun tidak dapat dipaksakan. Semacam perasaan membuncah yang tidak ada tolak ukurnya. Ya, hanya berbunga bunga saja ketika dihadapkan pada situasi (yang terlihat biasa) yang terjadi dengan subjek yang jelas dan tunggal. Contoh? oke.. Seperti ketika A berhadapan dengan B, kemudian B mengucapkan salam "Assalamualaikum" lalu A tersenyum seharian penuh. Bersemangat seharian penuh. Kenapa? Entahlah. Perasaan membuncah, berbunga bunga, tidak tahu asal usulnya. Inilah click irrrasional. Tak ada barometer yang jelas akan hal ini.
Masih menyimak?
Baiklah, kita teruskan.
Kemudian rasa 'click irrasional' bagi setiap orang adalah berbeda dalam hal memprioritaskannya. Ada yang berpikir bahwa rasa itu adalah penting, ada pula yang tidak memikirkannya. Bagi yang tidak memikirkannya, mereka hanya berkiblat pada prasyarat yang mereka ajukan. Ketika cocok dengan kriteria yang dimaksud, maka 'click' lalu Menikah. Ada yang berpikiran bahwa 'click irrasional' dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Tumbuh dengan dipacu oleh keadaan yang mau tidak mau harus bersama dalam suka dan duka. Ada pula yang terbentur oleh faktor usia, keluarga, dan lain sebagainya seperti yang telah dijelaskan oleh Mas Aul, pada note-nya.
Seperti mas Aul, bagi saya pribadi rasa 'click irrasional' adalah prioritas. Namun, rasa 'click irrasional' berpotensi ada, ketika telah melewati fase 'click rasional'.
Seperti ini, saya menginginkan jodoh saya adalah seseorang yang memiliki kriteria satu, dua, tiga kemudian saya bertemu dengan lelaki yang satu, dua, tiga maka potensi 'click irrasional' muncul. Hampir sama dengan mas Aul, ada proses 'seleksi tidak langsung' dalam otak saya ketika didekati lawan jenis. Bukan berarti hal tersebut menjadikan saya pemilih, bagi saya, itu hanya sebuah naluri kemanusiaan, bukan begitu?
Maka, dengan sadar dan dengan sengaja, saya menutup pintu hati saya atas rasa 'click irrasional' kepada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria khusus saya. Ini seperti tersistem, dan baiknya memang seperti itu menurut saya, daripada salah pilih? ya kan?
Diluar daripada itu semua, rasa click irrasional tadi, tidak mutlak menjadi apabila seluruh syarat terpenuhi dan telah melewati fase click rasional, maka barulah tercipta click irrasional, tidak juga. Manusia tidak ada yang sempurna, benar? ketika A bertemu si B yang terpenuhi kriterianya, ada juga kemungkinan tidak terjadi kimia/click irrasional. Namun, ketika A bertemu dengan si C yang tidak terpenuhi seluruh kriterianya, A malah merasakan kimia atas C. Lalu bagaimana?
Istikhorohlah..
Bingung? hehe saya juga. Ribet ya bacanya? Intinya, nyamankanlah cara anda untuk menentukan komitmen yang anda harap sekali seumur hidup itu. Dan apapun treatment yang kalian gunakan dalam menunggu/menemukan pasangan kalian untuk berkomitmen dalam hidup bersama tersebut, baik itu tidak dengan cara click sama sekali, atau seperti saya, atau dengan cara apapun itu, tetaplah kembalikan pilihan anda dengan meminta petunjuk dariNya.
Inilah cara terampuh untuk meminta petunjuk.
Istikhoroh itu mendekatkan yang baik dan menjauhkan yang buruk atas kalian.
Bagi saya pribadi, Istikhorohlah cara saya untuk menghilangkan rasa click yang tidak pada tempatnya. Bagaimana bisa? ya, bisa.. Istikhoroh tempat saya meminta untuk menghilangkan kimia pada laki-laki yang bukan jodoh saya, dan mendamba juga mengharap dengan sangat atas kimia/rasa 'click irrasional' yang dicukup dan dikhususkan pada laki-laki yang nantinya berjodoh dengan saya.
Karena, Yang Maha Pembuat kejadian, hati, kimia, 'click irrasional', tau mana yang terbaik untuk hambaNya, maka pasrahkanlah perjuangkanlah dengan selalu meminta RidhoNya.. :')
Saya jadi tertarik memperbincangkan kata 'click' ini. Kemudian, didedikasikan kepada pembaca setia yang telah lam menunggu tulisan-tulisan segar saya di facebook, maaf belakangan saya lebih mengapresiasikan tulisan saya pada blog pribadi. :)
Oke, nikmatilah ini..
Click?
Apa itu? bisa dijelaskan lebih terperinci? bagi saya mungkin tidak. Tapi menurut Mas Aul, click itu terbagi dua, ada yang rasional, dan irrasional.
Click rasional adalah titik temu antara prasyarat yang diinginkan seseorang atas pasangannya, dengan keadaan yang sebenarnya pada diri orang lain. Ribet? hehe.. baiklah, saya berikan contoh:
Ketika A menginginkan jodohnya nanti adalah seorang yang sholeh, ganteng, kaya, cerdas dlsb. Kemudian dia bertemu dengan B yang notabenenya memiliki kriteria tersebut, maka terjadilah click atas A pada B. Inilah yang mas Aul maksud dengan click rasional.
Kemudian click irrasional, ini bagian yang seru menurut saya, semacam kimia yang keluar namun tidak dapat dipaksakan. Semacam perasaan membuncah yang tidak ada tolak ukurnya. Ya, hanya berbunga bunga saja ketika dihadapkan pada situasi (yang terlihat biasa) yang terjadi dengan subjek yang jelas dan tunggal. Contoh? oke.. Seperti ketika A berhadapan dengan B, kemudian B mengucapkan salam "Assalamualaikum" lalu A tersenyum seharian penuh. Bersemangat seharian penuh. Kenapa? Entahlah. Perasaan membuncah, berbunga bunga, tidak tahu asal usulnya. Inilah click irrrasional. Tak ada barometer yang jelas akan hal ini.
Masih menyimak?
Baiklah, kita teruskan.
Kemudian rasa 'click irrasional' bagi setiap orang adalah berbeda dalam hal memprioritaskannya. Ada yang berpikir bahwa rasa itu adalah penting, ada pula yang tidak memikirkannya. Bagi yang tidak memikirkannya, mereka hanya berkiblat pada prasyarat yang mereka ajukan. Ketika cocok dengan kriteria yang dimaksud, maka 'click' lalu Menikah. Ada yang berpikiran bahwa 'click irrasional' dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Tumbuh dengan dipacu oleh keadaan yang mau tidak mau harus bersama dalam suka dan duka. Ada pula yang terbentur oleh faktor usia, keluarga, dan lain sebagainya seperti yang telah dijelaskan oleh Mas Aul, pada note-nya.
Seperti mas Aul, bagi saya pribadi rasa 'click irrasional' adalah prioritas. Namun, rasa 'click irrasional' berpotensi ada, ketika telah melewati fase 'click rasional'.
Seperti ini, saya menginginkan jodoh saya adalah seseorang yang memiliki kriteria satu, dua, tiga kemudian saya bertemu dengan lelaki yang satu, dua, tiga maka potensi 'click irrasional' muncul. Hampir sama dengan mas Aul, ada proses 'seleksi tidak langsung' dalam otak saya ketika didekati lawan jenis. Bukan berarti hal tersebut menjadikan saya pemilih, bagi saya, itu hanya sebuah naluri kemanusiaan, bukan begitu?
Maka, dengan sadar dan dengan sengaja, saya menutup pintu hati saya atas rasa 'click irrasional' kepada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria khusus saya. Ini seperti tersistem, dan baiknya memang seperti itu menurut saya, daripada salah pilih? ya kan?
Diluar daripada itu semua, rasa click irrasional tadi, tidak mutlak menjadi apabila seluruh syarat terpenuhi dan telah melewati fase click rasional, maka barulah tercipta click irrasional, tidak juga. Manusia tidak ada yang sempurna, benar? ketika A bertemu si B yang terpenuhi kriterianya, ada juga kemungkinan tidak terjadi kimia/click irrasional. Namun, ketika A bertemu dengan si C yang tidak terpenuhi seluruh kriterianya, A malah merasakan kimia atas C. Lalu bagaimana?
Istikhorohlah..
Bingung? hehe saya juga. Ribet ya bacanya? Intinya, nyamankanlah cara anda untuk menentukan komitmen yang anda harap sekali seumur hidup itu. Dan apapun treatment yang kalian gunakan dalam menunggu/menemukan pasangan kalian untuk berkomitmen dalam hidup bersama tersebut, baik itu tidak dengan cara click sama sekali, atau seperti saya, atau dengan cara apapun itu, tetaplah kembalikan pilihan anda dengan meminta petunjuk dariNya.
Inilah cara terampuh untuk meminta petunjuk.
Istikhoroh itu mendekatkan yang baik dan menjauhkan yang buruk atas kalian.
Bagi saya pribadi, Istikhorohlah cara saya untuk menghilangkan rasa click yang tidak pada tempatnya. Bagaimana bisa? ya, bisa.. Istikhoroh tempat saya meminta untuk menghilangkan kimia pada laki-laki yang bukan jodoh saya, dan mendamba juga mengharap dengan sangat atas kimia/rasa 'click irrasional' yang dicukup dan dikhususkan pada laki-laki yang nantinya berjodoh dengan saya.
Karena, Yang Maha Pembuat kejadian, hati, kimia, 'click irrasional', tau mana yang terbaik untuk hambaNya, maka pasrahkanlah perjuangkanlah dengan selalu meminta RidhoNya.. :')
Wednesday, April 11, 2012
#10harimenulissuratcinta (for my dearest Mamah)



Dear Mama.. aku tau kita sering berbeda pendapat. Tapi kau tetap mau memijitiku ketika badanku demam dan ajaib, kemudian aku langsung sembuh. Dan aku selalu terharu akan ini. dan aku selalu berpikir bagaimana untuk membayar seluruh kehebatanmu, sekalipun tidak mungkin.. Ternyata memang sebegitu hebat engkau dengan doa-doa mu.
Aku tau kau pun berbeda dengan Papa. Aku tau kau hanya aku ingin bahagia dengan laki-laki mapan pilihanku. Kau tidak mau melihatku selalu bangun pagi untuk bersiap-siap kerja kemudian berdesak-desakkan didalam kereta bukan? Kau ingin aku hidup nyaman dirumah sebagai istri yang baik dalam melayani suami serta sholihah dan khusuk dalam mengerjakan ibadah, ya aku tau. Itu baik, bahkan lebih baik dari cita-cita ku mungkin. Seharusnya memang seorang wanita seperti itu. Sebagaimana fitrahnya.
Mungkin aku menjadi sedikit berbeda karena sudah berjuang sendiri dari kecil, bagaimana tidak, diumur 1 tahun lebih 6 bulan aku sudah memiliki adik, dan kemudian perhatianmu atasku terbagikan, meskipun aku tau cintamu tidak, cintamu bertambah. Lalu diusia 5 tahun aku sudah memiliki adik lagi, dan kau pun sibuk dengan adikku. Sejak saat itu aku terbiasa melakukan suatu hal sendiri, karena ada prioritas yang lebih penting daripada aku. Kau anggap aku telah dewasa kala itu, dan benar saja, aku terus menjadi dewasa sebagaimana bukan seumurannya. Namun aku sangat mencintaimu! Dan keadaan itu baik untuk kehidupanku saat ini. Aku telah bersyukur dan sangat bersyukur atas didikanmu..
Aku menjadi wanita yang tidak suka bergantung pada orang lain, dan prinsip itu menjadi mendarah daging atasku. Aku keras, dan kau pun begitu. Namun perasaan cinta ku tak kan mudah begitu saja luntur atas itu. Kau lebih indah daripada yang aku tau, setiap doa dan tangismu disepertiga malam tidak akan pernah sia-sia Mah.. Aku akan menjadi kakak, dan anak yang selalu bisa kau andalkan. Masalah apapun, dan kau bebas bercerita kepadaku tentang apapun, seperti biasanya, aku akan berusaha meluangkan waktu untuk mendengar ceritamu, walaupun aku telah memiliki kewajiban yang lain. Aku berjanji Mah..
Pagi-pagi mellow.. hhaaaa ujan deres banget inii, bengkak bengkak :’P ini surat cintanya, kaya besok mau nikah deh hihii :’D
anyway, i Love U Mah, Pah..
Subscribe to:
Posts (Atom)
