Tuesday, April 22, 2014

Dia yang Kuat

Kalau ada cinta yang paling kuat, tanyakan kepada Ali dan Fathimah, bagaimana mereka menyimpan rapat-rapat perasaannya saat belum tepat, padahal mereka hidup dan besar bersama. Atau paling tidak, tanyakan kepada mereka, orang-orang di sekelilingmu yang berpuasa cinta. Yang rela tidak melakukan sesuatu untuk menuruti hawa nafsunya, demi menjaga orang yang dia cinta. Sedikitpun. Yang merelakan dirinya sendiri di dalam kerinduan tak terbendung, dan pecah di sepertiga malam. Yang berbisik lirih kepada Tuhannya, memohon, "aku hanya ingin, kami bersama sampai di surga dengan caraMu. Bagaimanapun jalannya. Securam dan seterjal apapun."

Berdo'alah

Pernahkah kamu meminta sesuatu yang tidak kamu ketahui sebelumnya?
Seharusnya pernah. Kalau belum, lakukanlah.

Berdoa tentang sesuatu yang tidak kamu ketahui tentang apa-apanya.
Berdoa meminta baik-bainya. Dijauhkan dari buruk-buruknya.
Berdoa, tidak tahu bagaimananya, tapi tau tujuannya.

Meminta, tanpa memaksa, tapi berharap sebesar-besarnya. Seindah-indahnya.
Meminta, berulang-ulang. Tidak tahu malu.
Meminta, hingga terisak, lalu lega. Belum dijawab, namun yakin suatu saat akan diberi.

Suatu waktu, yang tidak kamu ketahui saatnya, dimana letaknya, bagaimana caranya, yang baik akan datang. Yang indah, mengalun lembut di nadi. Yang didoakan menghampiri. Kamu terkejut, hingga tak dapat berkata-kata. Kamu berdoa dalam diam. Kamu bersyukur tapi diam. Kamu ingin melafalkan kata-kata pujian indah untuk Sang Pencipta, tapi terbata. Kamu haru dalam isakan rasa terkejutmu. Kamu menemukan dirimu tidak dapat melukiskan rasa yang berpadu diantara kesetiaanmu dalam menanti dan meminta. Lalu kamu bersujud. Berterima kasih kepada Maha Pencinta.

Thursday, January 2, 2014

Lama-lama orang..

Lama-lama mungkin orang akan mengerti mengapa ego harus selalu dikalahkan dengan hukum. Perlahan orang-orang akan mengerti sesuatu yang dicinta tidak pernah bertepuk sebelah tangan. Iya, karena semestinya hanyalah Alloh yang dicinta. SemestaNya adalah karunia tak terhitung untuk kita. Pelan-pelan mungkin orang akan menikmati mencintai dan tidak pernah dikecewakan. Nikmat rela berkorban demi yang dicintai, nikmat kecintaan yang tersurah dari Sang Maha Pencinta. Karena ketika orang-orang dengan lambat mendekatiNya, Dia dengan cepat mendekati hambaNya. Tidak pernah, tidak. Tidak pernah.