Rumah Belajar IIP Bogor ada tantangan lagi, nih. Alhamdulillah yaa, senang rasanya berkumpul dengan orang-orang yang satu hobi. Kita bisa saling menyemangati satu sama lain. Agenda-agenda tantangannya juga bikin kita semangat untuk usaha menulis lagi.
Saya lupa perkapan saya hobi menulis, tapi sejak sekolah saya suka nulis diary. Mungkin saya kurang temen curhat kali ya jadi nulis di diary. Hahahaha
Saat di Sekolah Dasar bahkan saya pernah menulis cerita-cerita horor dan mendapatkan uang. Gimana ceritanya? Awal ide aneh ini datang dari teman saya bernama Desy. Dia mengajak saya menulis cerita horor di sebuah buku tulis kosong. Lalu, setelah jadi beberapa lembar cerita buku tersebut disewakan ke teman-teman sekelas. DAN LAKU! Lol.
Tentu saja yang menyewa kebanyakan adalah anak laki-laki. Setiap ada cerita baru mereka mau menyewa lagi. Biaya sewa saat itu kalau tidak salah di kisaran 100-300rupiah. Luar biasa bukan? Sepertinya bakat entrepreneur sudah ada sejak saya masih berupa janin. Hahahaha
Perjalanan menulis saya itu efeknya lumayan besar. Saya bisa lebih tenang, bahagia dan meresapi ada hikmah apa dibalik kejadian ini dan itu. Rezeki bisa mencecap berbagai 'rasa' hikmah dan terus diasah seiring berjalannya waktu itu belum tentu bisa didapatkan oleh semua orang, maka saya amat sangat mensyukurinya. Alhamdulillah, Masyaa Allah..
Src: Pinterest
Mendapatkan hikmah lalu hanya tertanam dalam pikiran itu agak berat bagi saya. Saya akan terus berpikir, berpikir dan berpikir. Iya, saya bisa berpikir 'dalam' tentang berbagai hal, sesepele apapun. Jadi, memiliki teman brainstorming adalah suatu rezeki tak terhingga dan memiliki waktu longgar untuk menulis adalah me time yang produktif dan semoga bermanfaat untuk sekitar.
Maka menulislah, dan kau akan terkenang selamanya.
Src: Pinterest
Rabu, 2 Agustus 2017
#rumbelmenulisIIPBogor #sayadanhobi #Week1
Wednesday, August 2, 2017
Saturday, July 29, 2017
Sakinah yang Kita Cari
Yang dicari dalam pernikahan salah satunya adalah sakinah. Sakinah itu tenang, tenteram, damai.
Menjadi keluarga sakinah itu nggak ujug-ujug. Ada harga yang harus dibayar. Apa itu? Tentu saja ketakwaan. Ketaatannya terhadap Allah, Rasul.
Pikirkan kembali baik-baik mengapa ingin menikah. Karena proses ibadah ini akan sangat panjang. Selain butuh ilmu, ia juga membutuhkan mental.
Menyendirilah sejenak.
Komunikasikan segala kegelisahan dan kealfaan kita kepadaNya di sepertiga malam.
Singkirkan ego dan pikiran-pikiran kita tentang dunia.
Karena lewat menikah, jalan surga kita lebih mudah. Hisaban yang sebenarnya begitu banyak, Allah beri potongan kepada muslimah melalui pernikahan.
Bersyukurlah.
Menikahlah karenaNya, menikahlah sesuai dengan koridorNya. Menikahlah karena banyak harapan yang ingin kita capai untuk mendapatkan ridhoNya.
Sakinah yang kita cari insyaAllah akan hadir dalam rumah. Bertemu pasangan bawaannya sumringah. Sebal, marah, lelah sampai rumah hilang seketika, Alhamdulillah.
Tidak seperti diluar sana yang mencari-cari ketenangan pada dunia. Dikantor ruwet, sampai rumah mumet. Suami kesal istripun bengal. Lingkaran setan yang sempurna karena lupa pada TuhanNya.
Sakinah itu tak dapat kita upayakan tanpa menjadi orang islam yang kaaffah.
Sakinah itu rezeki yang mahal.
Allah berfirman, hanya muslim beriman dan taat yang dapat merasakannya.
Semoga Allah selalu mudahkan langkah hijrah kita. Semoga Allah barokahkan keinginan-keinginan baik kita.
#empoweringmuslimah ❤
Menjadi keluarga sakinah itu nggak ujug-ujug. Ada harga yang harus dibayar. Apa itu? Tentu saja ketakwaan. Ketaatannya terhadap Allah, Rasul.
Pikirkan kembali baik-baik mengapa ingin menikah. Karena proses ibadah ini akan sangat panjang. Selain butuh ilmu, ia juga membutuhkan mental.
Menyendirilah sejenak.
Komunikasikan segala kegelisahan dan kealfaan kita kepadaNya di sepertiga malam.
Singkirkan ego dan pikiran-pikiran kita tentang dunia.
Karena lewat menikah, jalan surga kita lebih mudah. Hisaban yang sebenarnya begitu banyak, Allah beri potongan kepada muslimah melalui pernikahan.
Bersyukurlah.
Menikahlah karenaNya, menikahlah sesuai dengan koridorNya. Menikahlah karena banyak harapan yang ingin kita capai untuk mendapatkan ridhoNya.
Sakinah yang kita cari insyaAllah akan hadir dalam rumah. Bertemu pasangan bawaannya sumringah. Sebal, marah, lelah sampai rumah hilang seketika, Alhamdulillah.
Tidak seperti diluar sana yang mencari-cari ketenangan pada dunia. Dikantor ruwet, sampai rumah mumet. Suami kesal istripun bengal. Lingkaran setan yang sempurna karena lupa pada TuhanNya.
Sakinah itu tak dapat kita upayakan tanpa menjadi orang islam yang kaaffah.
Sakinah itu rezeki yang mahal.
Allah berfirman, hanya muslim beriman dan taat yang dapat merasakannya.
Semoga Allah selalu mudahkan langkah hijrah kita. Semoga Allah barokahkan keinginan-keinginan baik kita.
#empoweringmuslimah ❤
Ilmu dulu, sebelum Beramal
Tentang jodoh yang sedang kau renung-renungkan semalaman. Saran saya, jangan terlalu pusing memikirkannya.
Sibuk memasang kriteria. Baik, sholih, tampan, mapan, berkepribadian. Punya rumah pribadi, apartemen, dan kolam renang.
Tentang dirimu yang kau pandang-pandangi semalaman. Kurang putih, kurang langsing, kurang tinggi.
Sibuk mempercantik diri dengan jilbab lilit sana lilit sini, beserta perintilan make up dan aksesoris yang harganya tak tanggung-tanggung jika dibelikan garam.
Sungguh, mereka itu tak seindah kelihatannya. Tak segenting yang kita kira. Karena dalam rumah tangga yang bisa 'menjaga', insyaAllah, ilmu yang diikhtiarkan pencariannya. Serta seberapa dekat kita kepadaNya.
Masalah jodoh sudah ada pasangannya. Jodoh bukan sendal yang bisa saja tertukar. Tenang saja, insyaAllah ada gilirannya.
Namun, di dalam Islam yang berat justru menjaga pernikahannya. Melewati bahtera kehidupan bersama. Menjadi istri sekaligus teman seperjuangan mencari surga.
Apa mudah? Ya, tentu tidak. Menikah ialah ibadah serta ujian terpanjang dalam kehidupan. Yang saat kita gelisah, dia bisa buat tenang, disaat kita tenang, dia bisa juga buat kita gelisah.
Ilmu agama adalah pondasi berumah tangga, pondasi awal dalam setiap amalan. Kenikmatan membersamai Allah dalam segala aktifitas kita adalah maintenance-nya.
Allah akan mudahkan jalan kita. InsyaAllah.
Kita dimudahkan bertemu dengan yang salih, lengkap dengan tata cara hidup yang benar dalam Alquran. Juga dikuatkan saat guncangan-guncangan dalam rumah tangga melanda. Ditenangkan. Diberikan sakinah, mawaddah dan rohmat. Masyaa Allah.
Jadi sebelum sibuk dengan "siapa jodoh saya", "apakah saya terlihat cantik?" Sungguh bijak jika kita memprioritaskan ilmu agama. Ilmu menghadapi bahtera rumah tangga, kelak.
Merintis kenikmatan-kenikmatan mencari ilmu beserta perasaan membuncah saat mengamalkannya. Merenungi dosa-dosa yang bertumpuk dengan derai-derai air mata dalam taubatan nasuha.
InsyaaAllah, Allah beri ilmu dan kekuatan. Allah berikan pasangan. Karena kebahagiaan yang haqiqi dalam pernikahan ialah perjalanan untuk saling surga-mensurgakan.
#empoweringmuslimah ❤
Subscribe to:
Posts (Atom)



