Ya, because we love books dan saya sangat terbantu sekali dengan cerita-cerita membangun akhlak dan karakter yang ada dalam buku anak.
Jadi, karena kemarin sudah masuk ke praktik oembiasaan menabung, saya jadi inget kalau kita punya buku dengan tema sama; Aku Suka Menabung-nya Halo Balita. Alhamdulillah.
Bukunya menceeitakan Saliha, anak perempuan tokoh utama dalam buku tersebut, sedang ke toko buku bersama ibunya. Saat di sana, ia melihat sebuah buku yang menarik perhatiannya, sehingga ia menginginkan sang ibu membelikannya. Tetapi sayang, sang ibu saat ini tidak memiliki uang, karena buku tersebut sangat mahal. Lalu ibunya mengusulkan supaya Saliha menabung, agar uangnya terkumpul dan bisa membeli buku tersebut. Saliha setuju, kemudian mereka membeli sebuah celengan kodok. Hari-hari pertama Saliha sangat excited menabung, namun hari-hari selanjutnya ia lebih banyak jajan dan menghabiskan uangnya. Kemudian ibu mengecek celengan kodok Saliha, ternyata beratnya ringan. Ibu pun mempertanyakan kemana uang yang ia berikan untuk ditabung, Saliha mengakui uangnya ia pakai untuk jajan. Ibu memberitahukan bahwa jika ia tidak menabung, nanti dia tidak akan bisa membeli bukunya. Akhirnya Saliha pun menurut, ia kembali bersemangat menabung. Hingga suatu hari celengannya sudah penuh dan berat, kemudian ia pecahkan celengan tersebut dengan diawali kata Bismillah. Setelah itu Saliha bisa membeli buku dengan uang tabungannya. Ia sangat senang sekali.
Value yang bisa diambil: Untuk mendapatkan sesuatu terkadang tidak bisa instan, anak-anak perlu dilatih dengan keteguhan dan kesabaran dalam melewati tantangan yang ada demi mencapai cita-cita jangka pendek/jangka panjangnya.
Cerita diatas sangat menarik bagi S, karena ia sedang diajari menabung dan celengannya adalah kodok, salah satu hewan favoritnya.
Progres hari ini, ia tetap menabung (dan bahkan minta uang terus buat ditabung), sudah sedikit demi sedikit diberikan pengetahuan mengapa perlu menabung, juga memberikan rizki yang kita miliki kepada makhluk/manusia lainnya yang membutuhkan.
Alhamdulillah, Barokallah.
#tantangan10hari
#level8
#kuliahbundasayangiip
#rejekiitupastikemuliaanyangdicari
#cerdasfinansialusiadini
#day3
#30dwcjilid11
#day13
#squad7
Sunday, February 4, 2018
Friday, February 2, 2018
Menabung dan Rejeki (Part 2, Cerdas Finansial Usia Dini)
Assalamualaikuum. Hola, agaaain!
Masyaa Allah ya, amih sekarang jadi rajin ngeblog, (giggles). Mudah-mudahan istiqomaah...
Kenapa sekarang ngerjain tugasnya di blog? Karena tugas #30dwcjilid11 minimal 200 kata. Dan di instagram 200 kata tuh, mefet syekalee~ Nggak bisa nulis hestek, kzl.
Jadi, marilah kita aktifkan lagi blog lama yang sudah usang ini. *halah*
Yap, masih berkesinambungan dengan tema kemarin, kali ini S saya ajarkan tentang menabung. Saya ngerti banget sih, anaknya belum paham makna dari menabung. Tapi paling nggak, saya mulai mengenalkan dia tentang perilaku dan kebiasaan baik ini.
Sebelumnya, tentu saya jelaskan mengapa kita harus menabung. Apa yang bisa kita dapatkan jika rajin menabung. Awalnya kami memang berencana ingin membelikan S sebuah celengan, tapi kemudian kami berubah pikiran, bagaimana kalau kita buat saja sendiri celengannya, yay!
Celengan kami terbuat dari kaleng permen m*ntz, lalu abih menggunakan pisau untuk melubangi tempat memasukkan uang serta merekatkan tutup kaleng dengan lem korea. Hasilnya not bad, lah. S senang sekali.
Berhubung saya memang senang mengumpulkan receh dalam satu wadah, maka receh tersebut pun akhirnya masuk ke dalam celengan baru S. S senang sekali memasukkan uang ke dalam celengan. Ya, mungkin yang ada dipikirannya saat itu adalah bermain, dia belum benar-benar mengerti esensi dari menabung. Tapi kebiasaan ini nyatanya bikin dia ketagihan. Setiap liat uang "nganggur" rasanya ingin dia masukkan dalam celengan. Alhamdulillah, dia punya kebiasaan baik, yakni meminta ijin terlebih dahulu ketika ingin melakukan sesuatu, dalam kasus ini, memasukkan uangnya. Kalau tidak, uang kami bisa habis ia masukkan ke dalam celengan semua. Lol.
Memperkuat pengertian uang sebagian kecil dari rejeki. Rejeki itu harus dibagi-bagi.
Saya juga menjelaskan bahwa uang hanyalah senagian kecil dari rejeki yang Allah berikan kepada kami. Setelahnya, saya membangun kebiasaan berbagi, yang tidak hanya dengan manusia tetapi kepada makhluk hidup lainnya, salah satunya ayam tetangga.
Habit membagikan beras atau makanan-makanan yang tidak dihabiskan S kepada ayam, sedikit banyak berpengaruh pada karakternya yang tidak sulit untuk berbagi rejeki, makanan khususnya.
Alhamdulillah, Masyaa Allah. Hanya Allah yang berikan serta mudahkan proses ini dan itu, sehingga S bersemangat menjalani tahap demi tahap pembelajaran yang dilakukan orang tuanya.
Mudah-mudahan Allah paring kebarokahan dalam setip inci ikhtiar kita kepada anak-anak dan keluarga. Aamiin.
#tantangan10hari
#level8
#kuliahbundasayangiip
#rejekiitupastikemuliaanyangdicari
#cerdasfinansialusiadini
#day2
#30dwcjilid11
#day12
#squad7
Masyaa Allah ya, amih sekarang jadi rajin ngeblog, (giggles). Mudah-mudahan istiqomaah...
Kenapa sekarang ngerjain tugasnya di blog? Karena tugas #30dwcjilid11 minimal 200 kata. Dan di instagram 200 kata tuh, mefet syekalee~ Nggak bisa nulis hestek, kzl.
Jadi, marilah kita aktifkan lagi blog lama yang sudah usang ini. *halah*
Yap, masih berkesinambungan dengan tema kemarin, kali ini S saya ajarkan tentang menabung. Saya ngerti banget sih, anaknya belum paham makna dari menabung. Tapi paling nggak, saya mulai mengenalkan dia tentang perilaku dan kebiasaan baik ini.
Sebelumnya, tentu saya jelaskan mengapa kita harus menabung. Apa yang bisa kita dapatkan jika rajin menabung. Awalnya kami memang berencana ingin membelikan S sebuah celengan, tapi kemudian kami berubah pikiran, bagaimana kalau kita buat saja sendiri celengannya, yay!
Celengan kami terbuat dari kaleng permen m*ntz, lalu abih menggunakan pisau untuk melubangi tempat memasukkan uang serta merekatkan tutup kaleng dengan lem korea. Hasilnya not bad, lah. S senang sekali.
Berhubung saya memang senang mengumpulkan receh dalam satu wadah, maka receh tersebut pun akhirnya masuk ke dalam celengan baru S. S senang sekali memasukkan uang ke dalam celengan. Ya, mungkin yang ada dipikirannya saat itu adalah bermain, dia belum benar-benar mengerti esensi dari menabung. Tapi kebiasaan ini nyatanya bikin dia ketagihan. Setiap liat uang "nganggur" rasanya ingin dia masukkan dalam celengan. Alhamdulillah, dia punya kebiasaan baik, yakni meminta ijin terlebih dahulu ketika ingin melakukan sesuatu, dalam kasus ini, memasukkan uangnya. Kalau tidak, uang kami bisa habis ia masukkan ke dalam celengan semua. Lol.
Memperkuat pengertian uang sebagian kecil dari rejeki. Rejeki itu harus dibagi-bagi.
Saya juga menjelaskan bahwa uang hanyalah senagian kecil dari rejeki yang Allah berikan kepada kami. Setelahnya, saya membangun kebiasaan berbagi, yang tidak hanya dengan manusia tetapi kepada makhluk hidup lainnya, salah satunya ayam tetangga.
Habit membagikan beras atau makanan-makanan yang tidak dihabiskan S kepada ayam, sedikit banyak berpengaruh pada karakternya yang tidak sulit untuk berbagi rejeki, makanan khususnya.
Alhamdulillah, Masyaa Allah. Hanya Allah yang berikan serta mudahkan proses ini dan itu, sehingga S bersemangat menjalani tahap demi tahap pembelajaran yang dilakukan orang tuanya.
Mudah-mudahan Allah paring kebarokahan dalam setip inci ikhtiar kita kepada anak-anak dan keluarga. Aamiin.
#tantangan10hari
#level8
#kuliahbundasayangiip
#rejekiitupastikemuliaanyangdicari
#cerdasfinansialusiadini
#day2
#30dwcjilid11
#day12
#squad7
Thursday, February 1, 2018
MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI (Part 1)
Assalamualaikuum, Hola. Tantangan 10 Hari, level ke 8, Kuliah Online Bunda Sayang IIP kali ini tentang mendidik anak cerdas finansial sejak dini.
Periode tugas dimulai dari 1 Februari 2018 sampai 17 Februari 2018, dengan syarat minimal kelulusan mengumpulkan 10 tugas.
Tema kali ini cukup greget, yhaaa. Secara emaknya S hobi dengan tema ini, tapi (kayaknya) belum serius mencoba mendidik S tentang masalah rizki atau perduitan ini.
Ternyata (sesuai materi yang diberikan) mendidik finansial anak sejak usia dini itu bisa dimulai dari memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki. Kemudian bisa dilanjutkan dengan pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan. Yap, semuanya dimulai dari ibu yang mau belajar untuk melek finansial dan teguh dengan prinsipnya. Semoga, dimulai dari tigas ini, saya, abihnya S dan S bisa bertumbuh bersama sehingga kami dapat mengelola uang dan bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang didapatkan dari Allah SWT.
Tugasnya apa saja kali ini?
🎎 Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:
👶 Anak usia dini (<7th)
Buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rejeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rejeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.
Nah, karena S masih 2 tahun 8 bulan (kurang lebih, ya. Saya malas menghitung 😂), sebisa mungkin saya akan sharing tentang proses serta pengenalan rejeki/menabung tersebut. Namun, jika tidak ada bahan tulisan atau bingung mau menulis apalagi tentang menabung vs anak, mungkin saya akan sharing tentang tugas lain yang diberikan kepada yang belum menikah atau belum memiliki anak.
Seperti tugas di bawah ini.
👩 Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah:
Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.
***
Hari ini sebenarnya saya dan suami sudah berniat akan membeli celengan. Namun, kami lupa karena sibuk dengan belanjaan lainnya. Sayang sekali, padahal saya berharap hari ini sudah ada progres tentang celengan.
Walau begitu, saya mau sharing tentang tabungan S yang diberikan oleh Abahnya (baca: kakek). Abah memberikan S tabungan 1000 IDR per hari, tabungan ini sudah berjalan kurang lebih sejak 2 tahun yang lalu. Alhamdulillah, walaupun proses mendidik belum dimulai, tetapi progres menabungnya sudah dimulai sejak S masih bayi.
Disamping itu, kami sebagai orang tua yang basic pendidikannya berkecimpung di dunia keuangan, cukup melek finansial sehingga sudah merencanakan dan membeli reksadana syariah untuk dana pendidikan S, ke depan.
Mudah-mudahan apapun ikhtiar yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk S dan insyaAllah adik-adiknya, kelak.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day1
Subscribe to:
Posts (Atom)





