Minggu kedua setelah kelahirannya, Sabiq terserang pilek. Ini kali pertama dalam hidupnya dan nafasnya berbunyi grok-grok saat tidur. Ditambah matanya yang terus-terusan mengeluarkan kotoran. Aneh. Di rumah tidak ada yang sedang flu, setelah dari RS saya juga hanya memberinya ASI saja tanpa susu formula. Saya sangat khawatir, selayaknya para ibu baru yang merasa khatam ilmu tapi gagap pada prakteknya.
Kemudian saya memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter anak. Setelah saya menjelaskan kronologinya, dokter meresepkan beberapa obat sebagai terapinya. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa seringkali pilek yang menyerang anak di bawah usia 2-3 bulan disebabkan oleh alergi.
Selain itu, dokter juga bertanya, “Apakah kedua orang tua atau salah satunya memiliki riwayat alergi? Atau kakek neneknya?” Tentu saja dengan cepat saya menjawab, "Iya, Dok. Ayahnya alergi seafood. Neneknya pun ada alergi debu.”
Kemudian dokter memberi saya rincian beragam makanan yang sebaiknya saya hindari. Sesaat setelah sampai di rumah, saya pun mengingat-ingat apa yang telah saya makan beberapa minggu belakangan ini. "Cheesecake? Ya, dua minggu yang lalu," saya bergumam. Kacang tanah juga, sehari yang lalu. Benar saja diagnosa dokter tadi. Lagi-lagi saya membatin.
Sabiq menangis, membuyarkan lamunan saya. Ia haus. Saya memandangnya, ia masih sedikit kesulitan untuk bernafas akibat lendir pada hidungnya. Ruam-ruam merah di sekitar kepala dan lehernya pun tak lepas dari perhatian saya. Ya, Allah ... saya berbicara dalam hati tak karuan. Karena saya, mungkin Sabiq harus melewati hari-hari yang sulit. Pilek dan ruam kemerahan yang gatal di usia sedini ini. Tak terasa saya meneteskan airmata. Disergap perasaan bersalah, saya hanya bisa menciumi dahinya dan terus meminta maaf.
Sambil menyusui, saya juga merutuki diri yang kurang ilmu ini. Bagaimana mungkin saya tidak menyadari hal ini. Saya merasa belum bisa menerima kalau saya sebagai ibunya tidak mempersiapkan diri, bahwa bayi saya besar kemungkinan memiliki resiko alergi seperti riwayat dari keluarga terdekatnya. Haruskah saya beralih ke susu formula? Agar ia tidak mengalami hal-hal seperti ini lagi?
Menerawang pikiran saya, semua ilmu tentang ASI yang saya pelajari sebelum melahirkan rasanya sia-sia. Saya terlanjur patah hati melihat makhluk mungil itu tak sesehat dan seceria sebelumnya. Saya paham ASI yang terbaik untuknya. Namun, saya tak tahu apakah ia akan mengalami hal yang sama seperti ini lagi atau bahkan lebih parah? Sampai kapan saya bisa konsisten menjaga diet makan saya? Saya ingin menyusuinya hingga tuntas, sebagaimana Allah menurunkan firman-Nya tentang cinta. Tetapi saya juga takut menyakitinya karena kealpaan saya. Dilema.
#Squad7 #30dwcjilid11 #cerpen #nonfiksi
Showing posts with label Tentang Saya. Show all posts
Showing posts with label Tentang Saya. Show all posts
Wednesday, February 7, 2018
Saturday, December 2, 2017
Every Mom Has Their Own Battle
Sejak abang 6 bulan saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya.
Berat badannya yang mandeg di angka segitu-segitu saja, membuat saya tidak bisa menunda-nunda lagi keputusan ini.
Usut punya usut, jumlah menyusu ASI pada botol dalam satu hari kurang dari yang biasanya. Entah sang nenek yang mulai lelah harus menyusui via botol karena bayi sudah lebih aktif dan ekspresif atau proses pencairan ASI-cuci botol-strerilisasi-mandiin-nyebokin dan lain sebagainya yang tentu saja tidak bisa dikatakan mudah.
Neneknya, yang mana adalah ibu saya, pun memberikan MP-ASI sejak di usia 4 bulan tanpa sepengetahuan saya, padahal abang punya masalah pencernaan; salah satunya alergi susu sapi serta turunannya.
Saya semakin sedih bukan kepalang. Rasanya ingin marah tapi ini jelas kesalahan saya. Benar-benar salah saya.
Salah saya memberikan kepercayaan kepada orang lain yang bukan tanggung jawabnya, salah saya mau saja didukung untuk tetap bekerja, biar abang dijaga nenek di rumah. Saya menghiraukan naluri keibuan saya untuk tetap ingin menjaga, merawat, dan memberikan kasih sayang sepenuhnya setelah selesai cuti melahirkan.
Resiko paling besar menitipkan anak kepada orang lain, ya tentu saja perawatan, pendidikan dan pembentukan dirinya tidak bisa 100% seperti yang kita harapkan. Sedangkan jika pun kita yang menjaga merawatnya sendiri pun belum tentu bisa mencapai 100% harapan kita, apalagi dijaga dan dirawat orang lain.
Well, what do you expect?
Pergolakan batin ini menjadi berat karena saya sangat suka bekerja. Saya yakin setiap orang memiliki kesenangannya masing-masing, dan saya senang berhadapan dengan komputer, berpikir, serta melakukan sesuatu yang bermanfaat bahkan menghasilkan.
Karir saya pun tidak terbilang jelek. Harapan-harapan menaiki tangga managerial/profesional atau pindah ke kantor established lain yang atmosfernya lebih menyenangkan dengan banyak fasilitas, bukanlah sesuatu yang tidak mungkin saya capai. Semua seperti mimpi-mimpi yang bisa saya dapatkan hanya dengan beberapa langkah lagi saja.
Saya mencintai kesibukkan saya di kantor yang rapi dan wangi, di perjalanan menuju dan pulang kantor, berinteraksi dengan banyak manusia dengan pola pikir yang luar biasa, merasa produktif, bermanfaat dan mendapatkan uang, tentu saja.
Walaupun pada saat itu saya memilih untuk resign, menghentikan perjalanan karir saya karena dilanda emosi yang tak bisa dilukiskan. Marah, sedih, kalut, kesal, kecewa terhadap diri sendiri, semua bercampur menjadi satu, namun akhirnya kejadian ini malah menjadi titik balik hidup saya.
Hidup bukan hanya untuk kesenangan semata. Hidup bukan hanya untuk egoisme saya saja. Saya telah memutuskan menikah, berarti saya harus siap di rumah, karena makhluk kecil itu terlalu berharga untuk tidak melihat ibunya 6x10jam dalam seminggu. Suami saya terlalu berharga untuk diurusi oleh si embak yang bahkan tidak diijab kabul olehnya.
Perasaan ini tentu saja timbul tenggelam. Perasaan merasa mampu menjadi sukses di ranah publik. Perasaan ingin mendapatkan penghasilan lebih dan lebih banyak lagi.
Maka, benarkah saya harus mengikuti kebahagiaan (baca: ego) saya? Atau sebenarnya saya hanya ingin keluar dari rutinitas ibu rumah tangga yang melelahkan dan jauh lebih berat tanggung jawabnya?
Jangan-jangan saya hanya ingin mencari pelarian atau tempat aman dari yang namanya tanggung jawab berumah tangga.
Lalu saya akan menemukan nasihat-nasihat atau ceramah via sosmed yang menampar-nampar saya.
Segenting apa saya harus bekerja?
Kesenangan pribadi?
Apakah saya yakin dan bisa menjaga diri dari ikhtilat dengan kaum laki-laki? Sementara kalau telat ke kantor saya akan terburu-buru masuk gerbong kereta mana saja dan bersenggolan dengan mahkluk lawan jenis, belum lagi di transportasi umum lainnya.
Beberapa teman muslimah saya dengan santainya salaman-mencolek-dicolek dengan rekan kerja yang bukan muhrim. Yang lainnya melakukan keriaan dengan berkaraoke bersama, padahal suara adalah aurat; hampir seluruh bagian wanita adalah aurat.
Bisakah saya menghindari itu?
Bisakah saya menjadi Ibu yang tidak menelantarkan tugas sebagai istri dan ibu rumah tangga?
Bisakah saya berpakaian sesuai syariat sehingga benar-benar terjaga lekuk-lekuk tubuh saya karena hidup saya kelak akan dipenuhi laki-laki lain?
Apakah saya tidak bersuami atau tidak ada seseorang yang mau menafkahi hidup saya, sehingga perlu mencari nafkah sendiri?
Apakah rezeki dari suami tidak cukup untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup, bukan biaya gaya hidup?
Apakah pekerjaan saya sangat dibutuhkan masyarakat dan tidak ada laki-laki yang bisa menggantikan perannya?
Semua pertanyaan tersebut dengan yakin saya jawab tidak.
Lalu ketergesaan serta alasan apa yang mengharuskan saya meninggalkan rumah?
Dan perasaan-perasaan ini seringkali muncul hanya untuk menggoyahkan hati dan prinsip saya. Tidak semua yang kita senangi dan kita inginkan bisa tercapai, dan atau diizinkan oleh Allah. Saya mencoba berdamai dengan diri saya. Karena tentu, segala sesuatu yang berlandaskan wahyu, selalu lebih menenangkan.
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu ….”
(QS. Al-Ahzab:33)
Kemudian menatap mereka berdua di malam hari menjadi suatu ketenangan bagi saya. Sekalipun saya belum sempurna, biarlah saya yang mengais-ngais pahala dari dalam rumah. Biarlah saya menahan ego ini, mudah-mudahan Allah ridho dengan menjadikan saya akar yang dapat menguatkan pondasi rumah tangga kita. Mudah-mudahan Allah memampukan serta menguatkan saya untuk bertahan dalam prinsip ini. Mudah-mudahan Allah selalu menampar-nampar saya dengan nasihat jika ada keinginan yang hanya dilandasi hawa nafsu belaka.
Sehingga suami saya bisa menjadi batang yang tangguh, padat dan menjulang tinggi.
Sehingga anak-anak saya bisa menjadi buah-buahan yang besar nan manis.
Aamiiin..
Friday, November 10, 2017
The Left Unsaid
Gadis itu menjalani hari seperti biasa. Tak pernah ada yang spesial dalam hidupnya. Pagi hari ke sekolah hingga sore. Pulang ke rumah, jarang berkumpul layaknya teman-teman sepantaran. Makan di kafe, nonton, berfoto ria dalam sebuah kotak sempit di pasar-pasar modern. Bukan apa-apa, tak punya uanglah alasannya. Uang jajan yang sangat minimalis diberikan orang tuanya, hanya mampu untuk menahan rasa laparnya di sekolah, tidak lebih.
Dia sebenarnya menyenangkan, hanya karena minder dengan keadaannya, ia lebih suka menutup diri. Berteman dengan beberapa orang yang baginya aman untuk dikawani. Ia menerima semua nasibnya, jarang sekali mengeluh atau menyesal. Ia menjalani hidupnya dengan lapang. Ia menerima prestasinya yang selalu dikisaran angka 5 sampai 10, di kelas. Ia tidak mengikuti ektrakulikuler apapun. Ia juga tidak mengikuti les tambahan persiapan menuju UAN. Namun, Allah takdirkan hasil ujiannya cukup untuk modal mencari SMA unggulan.
Seiring berjalannya waktu, gadis itu lulus dari sekolah negeri terkemuka di Depok. Takdirnya melempar dia ke kota nun jauh di timur pulau jawa, sana. Mondok. Orang tuanya berharap agamanya terjaga dari carut-marut dunia.
Sejak saat itu nasibnya berubah total. Gadis yang tak pernah dilirik dari prestasi maupun aksesoris diri ini kini menjadi idola di sekolahnya. Tak hanya pria, wanitapun menyematkan predikat cantik yang tak pernah ia dapatkan di sekolah menengah pertamanya. Sungguh ia tak mengerti standar kecantikkan pada umumnya, yang ia tahu bahwa dirinya tidak cukup buruk, namun tetap hanya butiran debu belaka jika dibandingkan teman-teman SMPnya.
Prestasinya melambung di angka empat saat semester pertama, dan menjadi yang pertama saat di semester kedua. Temannya banyak. Teman yang benar-benar teman, dan teman yang hanya mengharapkan keuntungan. Dia dipercaya menjadi ketua kamar di asrama. Dia sibuk di kegiatan ekstrakulikuler dan organisasi. Dia benar-benar berubah. Sekalipun uang kiriman dalam porsi minimalisnya tak pernah berubah, namun kini ia berubah. Dia tumbuh menjadi gadis yang percaya diri. Dia menyadari dirinya berharga dan dibutuhkan.
***
Ia menjadi mahasiswa yang menyenangkan, supel dan terbuka. Semua orang bisa akrab dengannya. Namun hidup tak pernah berhenti sampai di sana. Kampus swasta yang hanya dipandang sebelah mata, kini menjadi beban tersendiri untuknya. Ia menerima, bahwa setiap manusia berhak memilih pandangannya. Ia tak akan memohon sambil memperlihatkan hasil IQ atau IPKnya hanya untuk dihargai sebagai seorang manusia. Tuhan selalu punya cara dalam mengajarkan hamba-hambaNya.
Ingatannya kembali ke masa kecilnya, saat guru-guru TK sibuk mempertanyakan kalung oleh-oleh dari Mekkah sana. Mempertanyakan kendaraan mewah yang orang tuanya miliki, setelah acara gerak jalan bersama melewati depan rumahnya. Haruskah setiap manusia hanya dihargai dari covernya? Haruskah setiap manusia diapresiasi hanya dari materi dan perintilan-perintilan yang tidak pernah mereka bawa mati? Hatinya sesak. Semakin dewasa, tentu ia akan akan semakin banyak menemui manusia berkedok manusia. Pura-pura menjadi manusia, padahal bukan.
Lagi-lagi coretan takdir baik membawanya menuju sebuah perusahaan ternama. Si gadis yang dipandang sebelah mata dapat membuktikan kemampuannya. Atau lebih tepatnya, Allah mengabulkan setiap inci doa-doa orang yang teraniaya. Doanya terbang ke atas, menembus langit tanpa alang-alang.
Kini gadis tersebut telah menjadi seorang Ibu. Dengan rentang waktu dan lika-liku perjalanan hidupnya, ia banyak menemukan hikmah-hikmah kehidupan yang berserakkan. Ia bersyukur di usianya yang belia, dia sudah banyak memakan asam garam kehidupan. Berharap bisa selalu menjadi seseorang yang tawakkal dan beriman.
Adakah kebahagiaan yang lebih indah daripada rasa percaya dan cinta kepada Tuhan?
Saturday, August 5, 2017
Saya dan Hobi (2)
I really loves Books.
Sesuai dengan gaya belajar saya yang visual, maka saya amat sangat menikmati waktu-waktu saya saat membaca buku.
Buku paling tebal yang pernah saya baca mungkin adalah Harry Potter the series, selain buku-buku pelajaran ataupun Alquran pastinya.
Membaca adalah proses doktrinasi, maka saat ini saya amat sangat pemilih dalam hal membaca buku. Buku-buku yang jauh dari syariat agama, insyaAllah tidak akan saya rekomendasikan kepada anak-anak saya, kelak. Termasuk buku favorit saya, Harry Potter.
Saya berharap akan banyak buku bagus yang bisa dibaca oleh generasi anak-anak saya kelak tanpa mengandung syirik, khurofat, takhayul ataupun bernuansa remaja akhir zaman yang didominasi dengan pacaran serta perilaku negatif lainnya.
Dengan membaca buku-buku bergizi yang sesuai fitrah manusia, saya tentunya berharap generasi-generasi di bawah saya kelak akan jauh lebih baik daripada orang tuanya.
#RumbelMenulisIIPBogor
#TantanganMenulis
#SayadanHobi #week1
Sesuai dengan gaya belajar saya yang visual, maka saya amat sangat menikmati waktu-waktu saya saat membaca buku.
Buku paling tebal yang pernah saya baca mungkin adalah Harry Potter the series, selain buku-buku pelajaran ataupun Alquran pastinya.
Membaca adalah proses doktrinasi, maka saat ini saya amat sangat pemilih dalam hal membaca buku. Buku-buku yang jauh dari syariat agama, insyaAllah tidak akan saya rekomendasikan kepada anak-anak saya, kelak. Termasuk buku favorit saya, Harry Potter.
Saya berharap akan banyak buku bagus yang bisa dibaca oleh generasi anak-anak saya kelak tanpa mengandung syirik, khurofat, takhayul ataupun bernuansa remaja akhir zaman yang didominasi dengan pacaran serta perilaku negatif lainnya.
Dengan membaca buku-buku bergizi yang sesuai fitrah manusia, saya tentunya berharap generasi-generasi di bawah saya kelak akan jauh lebih baik daripada orang tuanya.
#RumbelMenulisIIPBogor
#TantanganMenulis
#SayadanHobi #week1
Wednesday, August 2, 2017
Saya dan Hobi?
Rumah Belajar IIP Bogor ada tantangan lagi, nih. Alhamdulillah yaa, senang rasanya berkumpul dengan orang-orang yang satu hobi. Kita bisa saling menyemangati satu sama lain. Agenda-agenda tantangannya juga bikin kita semangat untuk usaha menulis lagi.
Saya lupa perkapan saya hobi menulis, tapi sejak sekolah saya suka nulis diary. Mungkin saya kurang temen curhat kali ya jadi nulis di diary. Hahahaha
Saat di Sekolah Dasar bahkan saya pernah menulis cerita-cerita horor dan mendapatkan uang. Gimana ceritanya? Awal ide aneh ini datang dari teman saya bernama Desy. Dia mengajak saya menulis cerita horor di sebuah buku tulis kosong. Lalu, setelah jadi beberapa lembar cerita buku tersebut disewakan ke teman-teman sekelas. DAN LAKU! Lol.
Tentu saja yang menyewa kebanyakan adalah anak laki-laki. Setiap ada cerita baru mereka mau menyewa lagi. Biaya sewa saat itu kalau tidak salah di kisaran 100-300rupiah. Luar biasa bukan? Sepertinya bakat entrepreneur sudah ada sejak saya masih berupa janin. Hahahaha
Perjalanan menulis saya itu efeknya lumayan besar. Saya bisa lebih tenang, bahagia dan meresapi ada hikmah apa dibalik kejadian ini dan itu. Rezeki bisa mencecap berbagai 'rasa' hikmah dan terus diasah seiring berjalannya waktu itu belum tentu bisa didapatkan oleh semua orang, maka saya amat sangat mensyukurinya. Alhamdulillah, Masyaa Allah..
Src: Pinterest
Mendapatkan hikmah lalu hanya tertanam dalam pikiran itu agak berat bagi saya. Saya akan terus berpikir, berpikir dan berpikir. Iya, saya bisa berpikir 'dalam' tentang berbagai hal, sesepele apapun. Jadi, memiliki teman brainstorming adalah suatu rezeki tak terhingga dan memiliki waktu longgar untuk menulis adalah me time yang produktif dan semoga bermanfaat untuk sekitar.
Maka menulislah, dan kau akan terkenang selamanya.
Src: Pinterest
Rabu, 2 Agustus 2017
#rumbelmenulisIIPBogor #sayadanhobi #Week1
Saya lupa perkapan saya hobi menulis, tapi sejak sekolah saya suka nulis diary. Mungkin saya kurang temen curhat kali ya jadi nulis di diary. Hahahaha
Saat di Sekolah Dasar bahkan saya pernah menulis cerita-cerita horor dan mendapatkan uang. Gimana ceritanya? Awal ide aneh ini datang dari teman saya bernama Desy. Dia mengajak saya menulis cerita horor di sebuah buku tulis kosong. Lalu, setelah jadi beberapa lembar cerita buku tersebut disewakan ke teman-teman sekelas. DAN LAKU! Lol.
Tentu saja yang menyewa kebanyakan adalah anak laki-laki. Setiap ada cerita baru mereka mau menyewa lagi. Biaya sewa saat itu kalau tidak salah di kisaran 100-300rupiah. Luar biasa bukan? Sepertinya bakat entrepreneur sudah ada sejak saya masih berupa janin. Hahahaha
Perjalanan menulis saya itu efeknya lumayan besar. Saya bisa lebih tenang, bahagia dan meresapi ada hikmah apa dibalik kejadian ini dan itu. Rezeki bisa mencecap berbagai 'rasa' hikmah dan terus diasah seiring berjalannya waktu itu belum tentu bisa didapatkan oleh semua orang, maka saya amat sangat mensyukurinya. Alhamdulillah, Masyaa Allah..
Src: Pinterest
Mendapatkan hikmah lalu hanya tertanam dalam pikiran itu agak berat bagi saya. Saya akan terus berpikir, berpikir dan berpikir. Iya, saya bisa berpikir 'dalam' tentang berbagai hal, sesepele apapun. Jadi, memiliki teman brainstorming adalah suatu rezeki tak terhingga dan memiliki waktu longgar untuk menulis adalah me time yang produktif dan semoga bermanfaat untuk sekitar.
Maka menulislah, dan kau akan terkenang selamanya.
Src: Pinterest
Rabu, 2 Agustus 2017
#rumbelmenulisIIPBogor #sayadanhobi #Week1
Wednesday, December 4, 2013
Tanya Aku?
Dapet beberapa pertanyaan yang diajukan Aan Mansyur ke Bernard Batubara. Aku coba tanyakan beberapa pertanyaan tersebut ke diri aku dengan beberapa modifikasi dan tambahan lainnya. Nampaknya seru. :)
Ceritakan tiga hal dari masa kecilmu.
Aku bermain segala permainan, termasuk permainan kampung, di rumah. Entah itu permainan perempuan atau laki-laki. Layang-layang, bermain karet, benteng, kelereng dan memanjat pohon pun aku bisa. Aku bebas, bahagia dengan aktivitas permainan di rumah.
Di sekolah aku pemalu, kurang percaya diri dan sedikit pintar, jika dibanding teman-teman yang selalu dibantu ibunya membuat pekerjaan rumah, sedangkan aku, tidak. Ibuku punya prioritas lebih penting, adikku. Belakangan, aku memaklumi. Sekalipun saat kecil, aku tidak mengerti.
Aku terbiasa melakukan semuanya sendiri, aku dituntut dewasa dan aku menjadi lebih dewasa dari usiaku. Well, sekalipun wajah dan keimutan-ku, tidak. Hahaha.
Angka favorit? Kenapa?
Tujuh. Entah. Mungkin karena ada unsur ‘u’ dalam pelafalan angka tersebut. Seperti dalam kata ‘ungu’.
Ceritakan ritual pagimu.
Mencari handphone, melihat sudah pukul berapa pagi ini. Mengecek notifikasi. Melongok ke jendela, mengecek mesjid di depan asrama, sudah ramaikah? Minum air putih. Duduk, mencari botol air mineral yang aku letakkan di sebelah kasur, dekat jendela. Biasanya aku minum air putih cukup banyak, karena aku selalu kehausan setelah bangun tidur. Terdiam sejenak, lalu berwudhu dalam keadaan masih agak pusing, karena tidurku kurang, tapi yasudahlah.
Apa kebiasaan buruk yang ingin sekali kamu singkirkan?
Menunda. Apapun bisa saja aku tunda selama tidak ada urgensi yang berarti. Ingat, aku bisa menunda apapun. Termasuk pekerjaan kantor saat ini, dan aku malah mengetik jawaban pertanyaan ini.
Tiga pertanyaan paling tidak kamu harapkan dari orang lain? Kenapa?
Karakter suaminya seperti apa? Apa amalan andalanmu sehari-hari? Berapa gaji kamu di kantor?
Its too privacy, right, uh?
Menurutmu, apa yang harus terjadi di halaman pertama dan terakhir sebuah novel untuk membuatnya berhasil?
Tenang, menceritakan permulaan yang sederhana tapi mengesankan di halaman pertama. Berakhir dengan menyimpulkan kejadian-kejadian, mulai dari hal yang remeh-temeh hingga rumit, lalu menimbulkan kemungkinan-kemungkinan baru.
Kegiatan apa saja yang bisa membuatmu berhenti melakukan kewajibanmu?
Apapun yang menyenangkan untuk dilakukan saat itu. Oh, I’m so perceiving, yeah? :’
Yang kamu sesali, terakhir kali?
Papa. Aku rindu. (Biarlah hanya aku yang mengerti kalimat tersebut).
Apa warna kesukaanmu? Kenapa?
Ungu dan Putih. Karena aku suka permen karet Lot*e rasa anggur, sedari TK. Dan putih, suci. Aku suka saja. Ungu mewakili, ke-tidak-jelasan yang sering aku lakukan. Putih, mewakili hatiku. Percaya hatiku putih? Haha.
Lima benda yang selalu kamu bawa ke mana-mana?
Ponsel. Dompet. Tas. Kacamata. Dan, Jam tangan.
Satu hal mengesankan yang sering kamu pikirkan belakangan ini.
Mata aku dan dia bertemu, tak sengaja. Agak lama. Kemudian aku baru tau artinya lirik lagu atau sebuah frasa yang cukup sering muncul, “tatapanmu menghunjam jantungku.” Rasanya agak aneh setelahnya. Tidak bisa aku ungkapkan.
Hal indah yang mungkin jarang dipikirkan orang lain, namun kamu beberapa kali memikirkannya.
Meninggal dengan cara khusnul khotimah, sekarang. Bertemu Alloh, rasul.
Dua hal tentang dirimu yang tidak diketahui umum dan jika kamu katakan mungkin mereka kaget.
Sebenarnya aku lebih senang sendiri, berpikir tentang aku dengan aku. Aku berpotensi sangat centil terhadap suami. Mengagetkan? :P
Ceritakan tentang persahabatan yang ideal, menurutmu.
Saling berbagi. Suka, duka. Menasihati, tidak ada iri dengki. Menghormati dan mengakui kelebihan masing-masing dengan sportif. Melengkapi kekurangan masing-masing berazaskan kasih sayang. Melakukan hal-hal remeh namun tidak pernah membosankan. Melakukan hal-hal bodoh dalam batas kewajaran dan menertawakan diri masing-masing. Menangis bersama. Berpelukan. Mensupport. Menambah wawasan masing-masing tanpa saling sok tahu. Tidak ada perdebatan yang keras karena saling merasa benar, namun perdebatan karena saling melengkapi. Rindu dengan kebersamaannya, jika harus berjauhan. Bermimpi bersama. Mengagumi. Oh, sahabat.
Siapa tokoh yang paling ingin kau temui?
Nabi Muhammad SAW. Sekalipun aku takut dan sadar masih penuh dosa untuk bertemu dengannya, tapi aku ingin. Sangat ingin.
Siapa penulis yang kamu bayangkan jadi suamimu? Kenapa?
J.K Rowling atau, yah Dewi Lestari. Jika mereka adalah laki-laki dan beriman kepada Alloh secara Quran Hadits dengan sebaik-baiknya ketakwaan. Mungkin tidak akan pernah membosankan menyelami isi kepala dan hati mereka.
Bikin satu pertanyaan yang belum pernah kamu tanyakan kepada diri sendiri dan jawab!
“Kapan kamu akan berhenti mencintai orang yang mencintai kamu dan kamu cintai?” “Nanti. Setelah dia berhenti mencintai aku. Atau, mengkhianati.”
Ceritakan tiga hal dari masa kecilmu.
Aku bermain segala permainan, termasuk permainan kampung, di rumah. Entah itu permainan perempuan atau laki-laki. Layang-layang, bermain karet, benteng, kelereng dan memanjat pohon pun aku bisa. Aku bebas, bahagia dengan aktivitas permainan di rumah.
Di sekolah aku pemalu, kurang percaya diri dan sedikit pintar, jika dibanding teman-teman yang selalu dibantu ibunya membuat pekerjaan rumah, sedangkan aku, tidak. Ibuku punya prioritas lebih penting, adikku. Belakangan, aku memaklumi. Sekalipun saat kecil, aku tidak mengerti.
Aku terbiasa melakukan semuanya sendiri, aku dituntut dewasa dan aku menjadi lebih dewasa dari usiaku. Well, sekalipun wajah dan keimutan-ku, tidak. Hahaha.
Angka favorit? Kenapa?
Tujuh. Entah. Mungkin karena ada unsur ‘u’ dalam pelafalan angka tersebut. Seperti dalam kata ‘ungu’.
Ceritakan ritual pagimu.
Mencari handphone, melihat sudah pukul berapa pagi ini. Mengecek notifikasi. Melongok ke jendela, mengecek mesjid di depan asrama, sudah ramaikah? Minum air putih. Duduk, mencari botol air mineral yang aku letakkan di sebelah kasur, dekat jendela. Biasanya aku minum air putih cukup banyak, karena aku selalu kehausan setelah bangun tidur. Terdiam sejenak, lalu berwudhu dalam keadaan masih agak pusing, karena tidurku kurang, tapi yasudahlah.
Apa kebiasaan buruk yang ingin sekali kamu singkirkan?
Menunda. Apapun bisa saja aku tunda selama tidak ada urgensi yang berarti. Ingat, aku bisa menunda apapun. Termasuk pekerjaan kantor saat ini, dan aku malah mengetik jawaban pertanyaan ini.
Tiga pertanyaan paling tidak kamu harapkan dari orang lain? Kenapa?
Karakter suaminya seperti apa? Apa amalan andalanmu sehari-hari? Berapa gaji kamu di kantor?
Its too privacy, right, uh?
Menurutmu, apa yang harus terjadi di halaman pertama dan terakhir sebuah novel untuk membuatnya berhasil?
Tenang, menceritakan permulaan yang sederhana tapi mengesankan di halaman pertama. Berakhir dengan menyimpulkan kejadian-kejadian, mulai dari hal yang remeh-temeh hingga rumit, lalu menimbulkan kemungkinan-kemungkinan baru.
Kegiatan apa saja yang bisa membuatmu berhenti melakukan kewajibanmu?
Apapun yang menyenangkan untuk dilakukan saat itu. Oh, I’m so perceiving, yeah? :’
Yang kamu sesali, terakhir kali?
Papa. Aku rindu. (Biarlah hanya aku yang mengerti kalimat tersebut).
Apa warna kesukaanmu? Kenapa?
Ungu dan Putih. Karena aku suka permen karet Lot*e rasa anggur, sedari TK. Dan putih, suci. Aku suka saja. Ungu mewakili, ke-tidak-jelasan yang sering aku lakukan. Putih, mewakili hatiku. Percaya hatiku putih? Haha.
Lima benda yang selalu kamu bawa ke mana-mana?
Ponsel. Dompet. Tas. Kacamata. Dan, Jam tangan.
Satu hal mengesankan yang sering kamu pikirkan belakangan ini.
Mata aku dan dia bertemu, tak sengaja. Agak lama. Kemudian aku baru tau artinya lirik lagu atau sebuah frasa yang cukup sering muncul, “tatapanmu menghunjam jantungku.” Rasanya agak aneh setelahnya. Tidak bisa aku ungkapkan.
Hal indah yang mungkin jarang dipikirkan orang lain, namun kamu beberapa kali memikirkannya.
Meninggal dengan cara khusnul khotimah, sekarang. Bertemu Alloh, rasul.
Dua hal tentang dirimu yang tidak diketahui umum dan jika kamu katakan mungkin mereka kaget.
Sebenarnya aku lebih senang sendiri, berpikir tentang aku dengan aku. Aku berpotensi sangat centil terhadap suami. Mengagetkan? :P
Ceritakan tentang persahabatan yang ideal, menurutmu.
Saling berbagi. Suka, duka. Menasihati, tidak ada iri dengki. Menghormati dan mengakui kelebihan masing-masing dengan sportif. Melengkapi kekurangan masing-masing berazaskan kasih sayang. Melakukan hal-hal remeh namun tidak pernah membosankan. Melakukan hal-hal bodoh dalam batas kewajaran dan menertawakan diri masing-masing. Menangis bersama. Berpelukan. Mensupport. Menambah wawasan masing-masing tanpa saling sok tahu. Tidak ada perdebatan yang keras karena saling merasa benar, namun perdebatan karena saling melengkapi. Rindu dengan kebersamaannya, jika harus berjauhan. Bermimpi bersama. Mengagumi. Oh, sahabat.
Siapa tokoh yang paling ingin kau temui?
Nabi Muhammad SAW. Sekalipun aku takut dan sadar masih penuh dosa untuk bertemu dengannya, tapi aku ingin. Sangat ingin.
Siapa penulis yang kamu bayangkan jadi suamimu? Kenapa?
J.K Rowling atau, yah Dewi Lestari. Jika mereka adalah laki-laki dan beriman kepada Alloh secara Quran Hadits dengan sebaik-baiknya ketakwaan. Mungkin tidak akan pernah membosankan menyelami isi kepala dan hati mereka.
Bikin satu pertanyaan yang belum pernah kamu tanyakan kepada diri sendiri dan jawab!
“Kapan kamu akan berhenti mencintai orang yang mencintai kamu dan kamu cintai?” “Nanti. Setelah dia berhenti mencintai aku. Atau, mengkhianati.”
Monday, June 18, 2012
Ketika Mereka Merendahkan Anda ...
Assalamualaikum guys!
>> "When they were busy talking, I was busy Thinking. When they were busy mocking, I was busy Running. Then, we'll see ...."

itu quotenya Mbak Agnes di Albumnya loohh.. Keren deh! Inspiring!intinyaaa, itu sih buat motivasi akoh ajaah.. secaraa, ga semua orang seneng liat kamu berusaha, seneng liat kamu berambisi, seneng liat kamu mencapai mimpi-mimpi kamu. Ya kaann? iya dooong~
Naahh, Whatever they said, they laughed at you, they mocked anything about you.. Just do what u wanna do. Be what u want to be, then prove them that they are left behind. SEMANGATS! :')
>> "When they were busy talking, I was busy Thinking. When they were busy mocking, I was busy Running. Then, we'll see ...."

itu quotenya Mbak Agnes di Albumnya loohh.. Keren deh! Inspiring!intinyaaa, itu sih buat motivasi akoh ajaah.. secaraa, ga semua orang seneng liat kamu berusaha, seneng liat kamu berambisi, seneng liat kamu mencapai mimpi-mimpi kamu. Ya kaann? iya dooong~
Naahh, Whatever they said, they laughed at you, they mocked anything about you.. Just do what u wanna do. Be what u want to be, then prove them that they are left behind. SEMANGATS! :')
Monday, November 28, 2011
Berharap itu baik, namun lebih baik lagi Berdo'a.

hay, sudah lama ga posting disini :')
kangen deh..
hhmm.. mau posting tentang ini sih, tentang perombakan apa yang sudah terjadi 'selama' ini, dengan apa yang aku harapkan.
mungkin akan menjadi sangat lebay, atau apalah terserah kata kalian. Tapi disini Nadya, cuma mau nulis, dan ketika menulis hati menjadi lebih tenang. Sekaligus, (menurut motivator ataupun psikolog) mewujudkan impian kita dengan percaya, diungkapkan dan ditulis. dan tulisan ini, berupa seluruh harapan hidup. Yang Nadya tau, hidup tidak akan sempurna, but at least, 3/4nya mudahmudahan bisa Nadya penuhi :')
lets start.
Nadya itu orangnya suka banget cerita, diskusi bahkan berdebat. Ketika menikah nanti, suami nadya adalah pendengar yang baik, aktif dan tulus. Kami saling bercerita tentang semua hal yang terjadi pada diri kami dengan asik, berdiskusi dengan seru dan berkomunikasi dengan lancar dan menyenangkan, akan ada beberapa perdebatan mungkin, bahkan sampai taraf perdebatan hebat tapi semua hal tetap logis dan berperasaan, kemudian selalu diakhiri dengan penyelesaian yang manis ;)
Nadya itu tipe orang yang setia. Berambisi memiliki prinsip kuat tentang cinta dan pernikahan. Tak peduli dengan rumpt tetangga yang lebih indah. Ketika menikah nanti, Nadya akan mendapatkan laki-laki yang suuuuuppeerr setia. Sangat amat mencintai Nadya setelah Alloh, Rosul, dan Ibunya, lebih dari perasaan cinta Nadya kepada dia. Menerima Nadya apa adanya. Bahkan dengan anggun mengarahkan Nadya menjadi yang lebih baik. Dia hanya menginginkan Nadya untuk menjadi teman hidupnya. Cuma Nadya, hanya Nadya. Dia lelaki yang sangat bersyukur mendapatkan Nadya, begitu juga dengan Nadya. Kami pasangan yang sangat menghargai dan menghormati komitmen juga kepribadian masing-masing.
Nadya suka ketegasan, namun tetap berperasaan halus, Nadya perempuan sedikit sensitive dan memiliki empati penuh. Ketika PMS mengalami ke-labil-an yang cukup parah (:p).
saat menikah nanti, suami Nadya adalah orang yang paling pengertian sedunia. Dan Nadya juga adalah istri yang paling pengertian sedunia. Kami saling mengerti satu sama lain (amiiiin :'). Suami Nadya adalah seseorang yang tegas bertanggung jawab, namun hatinya tetaplah selembut sutera. Nadya bukan perempuan yang berambisi mendapatkan keromantisan dan pujian setiap hari, Nadya pun juga bukan perempuan yang mengharapkan keglamouran hidup. Nadya hanya mengidam-idamkan kesederhanaan cinta dari seorang teman hidup dalam diam dan dalam gerak, dalam hati dan dalam lisan, juga dalam sujud dan dalam doanya. Suami Nadya memberikan cinta di dalam setiap tatapan matanya, disemua keteguhannya memimpin dan mengerti Nadya.
Nadya adalah tipikal wanita yang logis dan analitis, menjunjung tinggi kejujuran yang berdampak pada kepercayaan yang mendalam.
Dan suami Nadya nanti adalah seseorang yang jujur, amanah. Dengan cinta yang mendalam, kami melakukan hal-hal kecil yang seru penuh kejujuran. sehingga kepercayaan yang kami miliki solid dan tak tergoyahkan.
Nadya suka sekali traveling. kemana aja! Nadya tipe wanita petualang, penjelajah dunia yang banyak ingin tau. Suami Nadya adalah traveler yang menggairahkan serta menyukai fotografi. Kami akan melakukan petualangan-petualangan hebat bersama, menyelesaikan ujian-ujian yang ada dengan yakin dan penuh semangat, serta mengabadikannya dengan unik.
Nadya adalah perempuan yang tangguh. Dibalik semua itu, suami Nadya mengerti kelembutan dan kehangatan Nadya yang paling tulus (:p). Begitu juga dengan suami Nadya, Nadya ga berharap seseorang yang setiap hari bisa memberikan puisi dengan sajak sajak indhanya, tidak. Nadya sudah sangat bersyukur mendapatkan suami yang bisa membuat Nadya ceria dan bersemangat setiap hari dengan caranya yang unik. Kami menyukai optimisme, dan keseimbangan hidup.
Terkadang Nadya itu menjadi keras kepala seperti batu. Suami Nadya adalah air, dia tenang namun aktif, dia persuasif dengan bijak dan terampil. Dia pengluluh hati yang adil.
Nadya mencintainya dengan ketulusan niat karena Alloh. Nadya bersyukur atas semua yang ia berikan untuk Nadya. I will always Love You My Husband..
Friday, July 8, 2011
Manusia Memiliki 7 Kembaran di Dunia
Oke, disini gue cuma mau narsis dan sedikit wondering aja kenapa muka gue sampe disama samain sama orang orang. Kalo eneg liat dan bacanya, mending close tab dari sekarang! Bhahahahah xD
1. Ini first timenya gue disama-samain sama artis, gue inget banget waktu jaman SMP dimana masih luculun2nya (:P) Mba mubalighot gue bilang: iih kamu mirip vira yuniar yah.. gue Cuma cengarcengircengur innocent (-^.^-)v
(ini gue ambil pose vira yang paling cantik menurut gue :P)
2. Ini yang kedua, waktu masih SMA (kalo yang ini agak takjub juga, soalnya gue ga ngerasa mirip sama sekali), jadi dulu waktu liburan lebaran SMA biasa dong, gue pulkam ke Depok, nah, kalo ngaji udah pasti ketemu ibu-ibu pengajian, waktu itu lagi jamannya sinetronnya Marshanda di RCTI *eh nyebut merek! :P ibu-ibu bilang ke si mamah, “bu ir, nonton sinetron ….. (gatau namanya, lupa! :p) ga di RCTI?” | “iya, kenapa?” | “ mirip si Nadya ya, itu si … (gue lupa jg namanya, intinya ini anak bungsunya yg masih SD) juga bilang, mah, artis yg itu mirip Mba Nadya ya mah.. ” (gue heran tu bocah perhatian aja, padahal ketemu gue jarang, bisa diitung pake jari --‘) besokannya, di pengajian ibu-ibu, nasib emak gue jg sama kaya hari itu. dasar emak emak pecinta sinetron ramadhan :O:O:O
3. Nah, kalo yang ini waktu kuliah, sekitar semester dua lah, pertama kalinya dibilang mirip. sebenernya bukan temen gue juga sih, tapi keponakannya yang masih SMP/SMA gitu, dia liat di kamera temen gue itu, dan temen gue pun cerita ke gue. (bingung ga? wkwkwk). Trus, waktu ada acara pembentukkan panitia bukber 2010 di danau UI, gue ketemu laila anak FKGUI dia angkatan 2009, waktu pertama kali kenalan, dia langsung bilang: “ih mba, mirip asha syara yaa.. :D” (-.- pasaran amat ya muka gue) "hehehehe, iya yah? :D‘’
nah, sampe sekarang temen gue si rininta dwi anggriary a.k.a asmirandah ini masih aja suka manggil gue mba asya shara (zzzzzz) pernah waktu itu gue ketemu dia diangkot, yang bikin ngakak: si erin bilang: "wusyeee, kaget gue seangkot sama artis" wrakakakakakka "siaaaall ! ada jg gue kaget diangkot ada mba asmirandah!"
mau liat mukanya mba erin ini? nih! mirip ga? mirip kaaaann? ><'

back to the judul, ternyata ga abis sampe 3 orang itu aja, masih ada lagi yang artis artis yang mirip gue, (ga kreatif banget ye, muka aja ngikutin gue! wakakakakakaka *pedeDuniaAkhirot)
(Susah nih nyari fotonya yang pantas posting pose sama bajunya --‘)
4. nah kali ini artis yang dimiripin ke gue adalah Mba Kajol. sebenernya kalo ini udah dari SMP dipanggil2 kajolnya sih, tapi gue ga ngerasa mirip. wkwkwk eh sekarang berlanjut lagi, si Mba Erin itu pindah haluan jadi manggil gue Kajol. adalagi temen gue si Heva, dia bilang, Mba, lo mirip yang di iklan Olay deh. (jujur ini buat gue mikir seribu kali, perasaan di iklan olay kaga ada orangnya, cuma biskuit doang) ternyata eh ternyata, begonya gue, iklan Olay yang dimaksud adalah iklan Olay pembersih muka! kenapa gue malah mikirnya ke slay olay - -' (bwahahahahhahakakakakakakka) maklum deh doyan ngemil! jiahahahah xD yang sadar kebego-an gue ini adalah si neng Sarah. wkwk
tenaaang, masih ada lagi nih guys, cekit->
5. kalo yang ini pas lagi heboh-hebohnya kasus tomi dengan mertuanya, naahh, nongol lah si istrinya bernama Tania Nadya tsb. (hihi nama aja ngikutin, benar benar ga kreatif! wakakakaka xD) temen gue bilang mirip dia nih, gue ga kenal dong, langsung lah browsing, siapakah istri dari tommy kurniawan inii? eh pas lg brosing, temen kantor gue ngeliatin, eh dia komentar, wess! nadya ga pake kerudung tuh difoto! sama pacarnya pula! *ngek! --' asli antara ngakak sambil pengen jitak! itu bukan gue kaleeeeee :O:O:O
Terakhiiiiiiiiiiiiiiiirrrrrrrr !!! Akhirnyaaa! (gue tau kalian pasti ngomong gitu kan? ngaku?!)
6. nah, kalo ini bener bener baru banget, temen gue (yang katanya) abis nonton Film Dalam Mihrab Cinta, dia bilang pemeran Nadia (Tsania Marwa) di film tersebut mirip gue. (oh maann! lagi lagi namanya Nadya, kenapa gue begitu menginspirasi bagi artis artis diatas!) wuakakakakakakakak xD (maaf bagi yang muntah, dipersilahkan ke belakang terlebih dahulu)
tapi asli yaa, gue ga ngerasa ada yang mirip gue dari satupun diatas! ckckck COZ, NADYA, JUST THE WAY I AM..
7. Naaahh, untuk temen SMA yang dibilang anak-anak mirip guee:
mirip ga? :P
daaaannn... 8. untuk orang yang paling mirip gue ialaaaahhh (jengjeeeeng) :
ya jelas ade gue sendiri lah! wkwkw :P
1. Ini first timenya gue disama-samain sama artis, gue inget banget waktu jaman SMP dimana masih luculun2nya (:P) Mba mubalighot gue bilang: iih kamu mirip vira yuniar yah.. gue Cuma cengarcengircengur innocent (-^.^-)v(ini gue ambil pose vira yang paling cantik menurut gue :P)
2. Ini yang kedua, waktu masih SMA (kalo yang ini agak takjub juga, soalnya gue ga ngerasa mirip sama sekali), jadi dulu waktu liburan lebaran SMA biasa dong, gue pulkam ke Depok, nah, kalo ngaji udah pasti ketemu ibu-ibu pengajian, waktu itu lagi jamannya sinetronnya Marshanda di RCTI *eh nyebut merek! :P ibu-ibu bilang ke si mamah, “bu ir, nonton sinetron ….. (gatau namanya, lupa! :p) ga di RCTI?” | “iya, kenapa?” | “ mirip si Nadya ya, itu si … (gue lupa jg namanya, intinya ini anak bungsunya yg masih SD) juga bilang, mah, artis yg itu mirip Mba Nadya ya mah.. ” (gue heran tu bocah perhatian aja, padahal ketemu gue jarang, bisa diitung pake jari --‘) besokannya, di pengajian ibu-ibu, nasib emak gue jg sama kaya hari itu. dasar emak emak pecinta sinetron ramadhan :O:O:O
3. Nah, kalo yang ini waktu kuliah, sekitar semester dua lah, pertama kalinya dibilang mirip. sebenernya bukan temen gue juga sih, tapi keponakannya yang masih SMP/SMA gitu, dia liat di kamera temen gue itu, dan temen gue pun cerita ke gue. (bingung ga? wkwkwk). Trus, waktu ada acara pembentukkan panitia bukber 2010 di danau UI, gue ketemu laila anak FKGUI dia angkatan 2009, waktu pertama kali kenalan, dia langsung bilang: “ih mba, mirip asha syara yaa.. :D” (-.- pasaran amat ya muka gue) "hehehehe, iya yah? :D‘’nah, sampe sekarang temen gue si rininta dwi anggriary a.k.a asmirandah ini masih aja suka manggil gue mba asya shara (zzzzzz) pernah waktu itu gue ketemu dia diangkot, yang bikin ngakak: si erin bilang: "wusyeee, kaget gue seangkot sama artis" wrakakakakakka "siaaaall ! ada jg gue kaget diangkot ada mba asmirandah!"
mau liat mukanya mba erin ini? nih! mirip ga? mirip kaaaann? ><'

back to the judul, ternyata ga abis sampe 3 orang itu aja, masih ada lagi yang artis artis yang mirip gue, (ga kreatif banget ye, muka aja ngikutin gue! wakakakakakaka *pedeDuniaAkhirot)
(Susah nih nyari fotonya yang pantas posting pose sama bajunya --‘)
4. nah kali ini artis yang dimiripin ke gue adalah Mba Kajol. sebenernya kalo ini udah dari SMP dipanggil2 kajolnya sih, tapi gue ga ngerasa mirip. wkwkwk eh sekarang berlanjut lagi, si Mba Erin itu pindah haluan jadi manggil gue Kajol. adalagi temen gue si Heva, dia bilang, Mba, lo mirip yang di iklan Olay deh. (jujur ini buat gue mikir seribu kali, perasaan di iklan olay kaga ada orangnya, cuma biskuit doang) ternyata eh ternyata, begonya gue, iklan Olay yang dimaksud adalah iklan Olay pembersih muka! kenapa gue malah mikirnya ke slay olay - -' (bwahahahahhahakakakakakakka) maklum deh doyan ngemil! jiahahahah xD yang sadar kebego-an gue ini adalah si neng Sarah. wkwktenaaang, masih ada lagi nih guys, cekit->
5. kalo yang ini pas lagi heboh-hebohnya kasus tomi dengan mertuanya, naahh, nongol lah si istrinya bernama Tania Nadya tsb. (hihi nama aja ngikutin, benar benar ga kreatif! wakakakaka xD) temen gue bilang mirip dia nih, gue ga kenal dong, langsung lah browsing, siapakah istri dari tommy kurniawan inii? eh pas lg brosing, temen kantor gue ngeliatin, eh dia komentar, wess! nadya ga pake kerudung tuh difoto! sama pacarnya pula! *ngek! --' asli antara ngakak sambil pengen jitak! itu bukan gue kaleeeeee :O:O:OTerakhiiiiiiiiiiiiiiiirrrrrrrr !!! Akhirnyaaa! (gue tau kalian pasti ngomong gitu kan? ngaku?!)
tapi asli yaa, gue ga ngerasa ada yang mirip gue dari satupun diatas! ckckck COZ, NADYA, JUST THE WAY I AM..
7. Naaahh, untuk temen SMA yang dibilang anak-anak mirip guee:
mirip ga? :Pdaaaannn... 8. untuk orang yang paling mirip gue ialaaaahhh (jengjeeeeng) :
ya jelas ade gue sendiri lah! wkwkw :P
Subscribe to:
Posts (Atom)







