Sebenarnya setiap malam/siang hari sebelum tidur, saya nggak absen untuk berdongeng/bercerita. Tetapi karena ada kesibukan ini itu rasa malas selalu saja datang menghampiri ketika ingin menulis tugasnya di sini. Di hari ke tiga challenge ini saya bercerita tentang sebuah kejujuran. Bagaimana kelinci pada akhirnya jujur pada Pak Tani bahwa dia yang mencuri wortel, timun serta tomatnya.
Tentu efek yang diharapkan ialah, menanamkan baiknya sebuah kejujuran pada S, dan sekaligus mensugesti dirinya bahwa jujur, sekalipun buruk itu lebih baik diutarakan daripada berbohong dengan dalih kebaikan.
Showing posts with label IIP. Show all posts
Showing posts with label IIP. Show all posts
Tuesday, May 1, 2018
Saturday, April 21, 2018
Tugas #2: Membangun Karakter Anak lewat Dongeng/Cerita
Cerita/Dongeng malam ini tentang Kelinci, Tupai dan Gajah.
Kelinici dan Tupai kelaparan, padahal mereka sudah berusaha mencari makan, tetapi belum menemukannya. Hingga akhirnya mereka berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan rizki yang cukup dan barokah kepada mereka.
Tiba-tiba Gajah datang, ia baru saja dari tepi sungai yang ada di dalam hutan. Gajah membawa 2 buah apel merah yang telah ranum. Gajah memberikan Apel tersebut kepada Kelinci dan Tupai. Mereka senang sekali, dan mengucapkan terimakasih pada Gajah, serta bersyukur kepada Allah, karena telah mengabulkan doa mereka dengan sangat cepat.
Saat berdongeng/bercerita dengan S, kita lebih sering berinteraksi (alias diinterupsi melulu, hahaha). S anak yang punya rasa penasaran cukup tinggi, bisa mengkomunikasikannya dengan baik dan punya standar tertentu atas beberapa hal, maka selain bertanya ia juga sering mengoreksi.
Sedikit warning bahwa "emaknya lagi mau cerita dulu, nih," beberapa kali dilakukan agar jalannya cerita runut sebagaimana bayangan ibunya.
Walaupun kadang gemes juga diinterupsi setiap cerita, but ya, saya bersyukur. Dia punya curiosity yang tinggi, sense of reality, imagination dan daya analisa yang Masyaa Allah, terbilang baik di usianya yang baru 2 tahun 11 bulan ini. Alhamdulillah...
#BundaSayang
#IbuProfesional
#GrabYourImagunation
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#day2
Kelinici dan Tupai kelaparan, padahal mereka sudah berusaha mencari makan, tetapi belum menemukannya. Hingga akhirnya mereka berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan rizki yang cukup dan barokah kepada mereka.
Tiba-tiba Gajah datang, ia baru saja dari tepi sungai yang ada di dalam hutan. Gajah membawa 2 buah apel merah yang telah ranum. Gajah memberikan Apel tersebut kepada Kelinci dan Tupai. Mereka senang sekali, dan mengucapkan terimakasih pada Gajah, serta bersyukur kepada Allah, karena telah mengabulkan doa mereka dengan sangat cepat.
Saat berdongeng/bercerita dengan S, kita lebih sering berinteraksi (alias diinterupsi melulu, hahaha). S anak yang punya rasa penasaran cukup tinggi, bisa mengkomunikasikannya dengan baik dan punya standar tertentu atas beberapa hal, maka selain bertanya ia juga sering mengoreksi.
Sedikit warning bahwa "emaknya lagi mau cerita dulu, nih," beberapa kali dilakukan agar jalannya cerita runut sebagaimana bayangan ibunya.
Walaupun kadang gemes juga diinterupsi setiap cerita, but ya, saya bersyukur. Dia punya curiosity yang tinggi, sense of reality, imagination dan daya analisa yang Masyaa Allah, terbilang baik di usianya yang baru 2 tahun 11 bulan ini. Alhamdulillah...
#BundaSayang
#IbuProfesional
#GrabYourImagunation
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#day2
Cemilan #1: Teknik Berkisah dan Mendongeng
ππππππ
1. Membuka Cerita
Ice Breaking atau beri gambaran seputar cerita yang akan disampaikan.
2. Saat Bercerita
πKuasai teknik menguasai audiens
πSaat anak belum tenang , anak bisa diberikan pertanyaan atau pas lagi nyanyi ajak anak yang belum tenang untuk bernyanyi bersama.
πSaat anak bisa menebak cerita, bilang "wah bagus/betul" terus tanyakan apa lagi yang kamu tahu setelah itu?
πBila kita lupa teks dongeng, kita bisa improvisasi ceritanya, usahakan tetap tenang dan tidak panik.
πKuasai teknik olah vokal
π *Teknik Olah Vokal I*
Sumber : teknik Suara Kucing
Teknik olah vokal suara kucing bisa kita gunakan untuk suara beberapa binatang diantaranya gajah, kuda dan monyet. Selain itu bisa juga kita gunakan untuk suara ambulan, mengerem, kereta.
π *Teknik Olah Vokal II*
Sumber teknik suara bebek, bisa kita gunakan untuk suara tokoh suneo, kambing dan tokek.
π *Teknik Olah Vokal III*
Sumber teknik suara harimau bisa kita gunakan untuk tokoh penjahat atau suara binatang yang sedang berbicara saat cerita fabel, seperti : beruang, anjing, serigala, singa.
π *Teknik Olah Vokal IV*
Sumber teknik suara sapi bisa digunakan untuk suara ayah (jika yang mendongeng perempuan), tokoh kartun : Sopo, Raksasa. Selain itu bunyi suara sapi bisa digunakan untuk suara binatang yang sedang berbicara saat cerita fabel : buaya, gajah, kerbau, gorilla
π *Teknik Olah Vokal V*
Suara unik dan pengiring cerita kakek/nenek :lipat/tempelkan ujung lidah ke gusi bawah bagian dalam.
Teknik suara diatas bisa digunakan untuk suara alam : petir, hujan, ombak, angin.
Bisa juga suara kendaraan : mobil, motor, delman, helikopter.
πKuasai teknik merekayasa cerita (merubah cerita)
a. Pilih cerita pendek
b. Paham isi/alur cerita dan pahami hikmahnya
c. Hitung jumlah tokoh dan pelajari suaranya
d. Buatlah rekayasa di setiap adegan
3. Menutup Cerita
π Evaluasi cerita
π Sampaikan pesan yang bisa diambil dalam cerita tersebut
π *Teknik Olah Gerak*
π Tangan diatas pinggang
π Badan Merendah
π Wajah Ceria
π Gerak tubuh sesuai karakter si tokoh
4. Praktek Bercerita
Tanamkan sugesti positif
*_Saya Pasti Bisa_*
*_Saya Pasti Ceria_*
*_Saya Pasti Mempesona_*
Salam Ibu Profesional
Tim Fasilitator Bunda Sayang
π Sumber
*_Hasil Workshop Sehari Mendongeng Bersama Kak Mul_*
1. Membuka Cerita
Ice Breaking atau beri gambaran seputar cerita yang akan disampaikan.
2. Saat Bercerita
πKuasai teknik menguasai audiens
πSaat anak belum tenang , anak bisa diberikan pertanyaan atau pas lagi nyanyi ajak anak yang belum tenang untuk bernyanyi bersama.
πSaat anak bisa menebak cerita, bilang "wah bagus/betul" terus tanyakan apa lagi yang kamu tahu setelah itu?
πBila kita lupa teks dongeng, kita bisa improvisasi ceritanya, usahakan tetap tenang dan tidak panik.
πKuasai teknik olah vokal
π *Teknik Olah Vokal I*
Sumber : teknik Suara Kucing
Teknik olah vokal suara kucing bisa kita gunakan untuk suara beberapa binatang diantaranya gajah, kuda dan monyet. Selain itu bisa juga kita gunakan untuk suara ambulan, mengerem, kereta.
π *Teknik Olah Vokal II*
Sumber teknik suara bebek, bisa kita gunakan untuk suara tokoh suneo, kambing dan tokek.
π *Teknik Olah Vokal III*
Sumber teknik suara harimau bisa kita gunakan untuk tokoh penjahat atau suara binatang yang sedang berbicara saat cerita fabel, seperti : beruang, anjing, serigala, singa.
π *Teknik Olah Vokal IV*
Sumber teknik suara sapi bisa digunakan untuk suara ayah (jika yang mendongeng perempuan), tokoh kartun : Sopo, Raksasa. Selain itu bunyi suara sapi bisa digunakan untuk suara binatang yang sedang berbicara saat cerita fabel : buaya, gajah, kerbau, gorilla
π *Teknik Olah Vokal V*
Suara unik dan pengiring cerita kakek/nenek :lipat/tempelkan ujung lidah ke gusi bawah bagian dalam.
Teknik suara diatas bisa digunakan untuk suara alam : petir, hujan, ombak, angin.
Bisa juga suara kendaraan : mobil, motor, delman, helikopter.
πKuasai teknik merekayasa cerita (merubah cerita)
a. Pilih cerita pendek
b. Paham isi/alur cerita dan pahami hikmahnya
c. Hitung jumlah tokoh dan pelajari suaranya
d. Buatlah rekayasa di setiap adegan
3. Menutup Cerita
π Evaluasi cerita
π Sampaikan pesan yang bisa diambil dalam cerita tersebut
π *Teknik Olah Gerak*
π Tangan diatas pinggang
π Badan Merendah
π Wajah Ceria
π Gerak tubuh sesuai karakter si tokoh
4. Praktek Bercerita
Tanamkan sugesti positif
*_Saya Pasti Bisa_*
*_Saya Pasti Ceria_*
*_Saya Pasti Mempesona_*
Salam Ibu Profesional
Tim Fasilitator Bunda Sayang
π Sumber
*_Hasil Workshop Sehari Mendongeng Bersama Kak Mul_*
Thursday, April 19, 2018
Tugas #1: Membangun Karakter Anak melalui Dongeng (atau cerita/kisah-kisah)
Amih: S mau diceritain apa malam ini?
S: Mmm.. apa ya? Cerita tentang kumbang, Allah, tentang S, katak beracun, nabi, semuanya.
A: Wah, banyak amat? Cerita apa dulu, ya.
S: Allah aja, Allah.
A: Hmm.. Allah itu Maha Baik, ya?
S: Iya...
A: Allah sayang sama S
S: sama amih juga, sama abih juga.
A: iya, Allah sayang sama kita semua, ya?
S: iya...
A: Allah kasih S amih dan abih, untuk menyayangi S, merawat serta mendidik S.
S: Iyah...
A: Allah juga kasih S mata, hidung, mulut, tangan ...
S: Jidat, kuping, pipi, ketèk juga ya, Mih?
A: Hahaha iya, masyaa Allah hebat. Iya, Allah kasih seemuanya untuk S karena Allah sayang banget sama S, ya?
S: Iyaa.. Amih juga ya, Abih juga. Allah sayang.
A: Iya, Alhamdulillah... karena Allah udah sayang sama kita, makanya kita harus rajin beribadah, ya? Rajin so...?
S: ... lat.
A: Rajin nga?
S: ... ji.
A: Rajin apalagi? Rajin sodakoh, ya? Sodakoh itu yang masukin uang ke dalam kotak di mesjid. Inget nggak S?
S: Ohh.. kotak yang ada rodanya itu, mih?
A: Iyaa.. kotak yang itu, sodakoh ke mesjid, ya?
S: Iyaa...
A: Kalo kita rajin beribadah, nanti Allah tambah sayang sama kita, ya?
S: Iyaa...
Cerita sebelum tidur ini, Alhamdulillah sudah lama saya praktekkan untuk S. Kalau para orang tua biasanya membacakan buku, untuk saya pribadi bercerita dengan mengarang bebas seperti ini lebih fleksible dan nggak harus ribet dengan perintilan buku-buku juga lampu yang harus terus menyala padahal sudah injury time menuju tidurnya S. S terbiasa tidur dalam keadaan gelap, sehingga lampu yang menyala terang membuat ia sulit terlelap.
Bercerita bebas sesuai keperluan orang tua seperti ini sedikit banyak membantu saya untuk menanamkan beragam hal yang ingin saya tanamkan pada diri anak, yang bahkan efeknya bisa sangat maksimal karena dilakukan sesaat sebelum anak terlelap. Alhamdulillah, Masyaa Allah.
Saya terbiasa menceritakan 3 versi cerita, malam ini cerita pertama tentang Allah, cerita kedua tentang S, cerita ke tiga tentang Amih, Abih dan S, yang semua tema tersebut adalah pilihan S sendiri. Bagian saya adalah mengarahkan cerita kedua tentang baiknya membantu orang tua, dan cerita ke tiga tentang jalan-jalan kami ke kebun binatang.
Alhamdulillah, Masyaa Allah.
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#GrabYourImagination
#IbuProfesional
#BundaSayang
S: Mmm.. apa ya? Cerita tentang kumbang, Allah, tentang S, katak beracun, nabi, semuanya.
A: Wah, banyak amat? Cerita apa dulu, ya.
S: Allah aja, Allah.
A: Hmm.. Allah itu Maha Baik, ya?
S: Iya...
A: Allah sayang sama S
S: sama amih juga, sama abih juga.
A: iya, Allah sayang sama kita semua, ya?
S: iya...
A: Allah kasih S amih dan abih, untuk menyayangi S, merawat serta mendidik S.
S: Iyah...
A: Allah juga kasih S mata, hidung, mulut, tangan ...
S: Jidat, kuping, pipi, ketèk juga ya, Mih?
A: Hahaha iya, masyaa Allah hebat. Iya, Allah kasih seemuanya untuk S karena Allah sayang banget sama S, ya?
S: Iyaa.. Amih juga ya, Abih juga. Allah sayang.
A: Iya, Alhamdulillah... karena Allah udah sayang sama kita, makanya kita harus rajin beribadah, ya? Rajin so...?
S: ... lat.
A: Rajin nga?
S: ... ji.
A: Rajin apalagi? Rajin sodakoh, ya? Sodakoh itu yang masukin uang ke dalam kotak di mesjid. Inget nggak S?
S: Ohh.. kotak yang ada rodanya itu, mih?
A: Iyaa.. kotak yang itu, sodakoh ke mesjid, ya?
S: Iyaa...
A: Kalo kita rajin beribadah, nanti Allah tambah sayang sama kita, ya?
S: Iyaa...
Cerita sebelum tidur ini, Alhamdulillah sudah lama saya praktekkan untuk S. Kalau para orang tua biasanya membacakan buku, untuk saya pribadi bercerita dengan mengarang bebas seperti ini lebih fleksible dan nggak harus ribet dengan perintilan buku-buku juga lampu yang harus terus menyala padahal sudah injury time menuju tidurnya S. S terbiasa tidur dalam keadaan gelap, sehingga lampu yang menyala terang membuat ia sulit terlelap.
Bercerita bebas sesuai keperluan orang tua seperti ini sedikit banyak membantu saya untuk menanamkan beragam hal yang ingin saya tanamkan pada diri anak, yang bahkan efeknya bisa sangat maksimal karena dilakukan sesaat sebelum anak terlelap. Alhamdulillah, Masyaa Allah.
Saya terbiasa menceritakan 3 versi cerita, malam ini cerita pertama tentang Allah, cerita kedua tentang S, cerita ke tiga tentang Amih, Abih dan S, yang semua tema tersebut adalah pilihan S sendiri. Bagian saya adalah mengarahkan cerita kedua tentang baiknya membantu orang tua, dan cerita ke tiga tentang jalan-jalan kami ke kebun binatang.
Alhamdulillah, Masyaa Allah.
#KuliahBunsayIIP
#Level10
#GrabYourImagination
#IbuProfesional
#BundaSayang
Sunday, February 4, 2018
Masih Membacakan Cerita dan Menanamkan Allah Sang Pemberi Rizki
S masih suka buku cerita kemarin, so kami masih terus membacakannya, lagi dan lagi. Alhamdulillah. Mudah-mudahan ceritanya mendarah daging sehingga dia bisa menerapkannya dengan baik.
Malam ini kami ke pengajian, ia belajar lagi tentang shodakoh di dalam masjid. Alhamdulillah. Yas, every little thing is matter. Every little thing. Semoga menjadi ingatan yang baik dalam otaknya.
Tak lupa saya menanamkan kembali bahwa Allah Maha Kaya. Dia-lah Sang Pemberi Rizki. Saya juga memberitahunya bahwa Allah bisa memberikannya apapun yang dia mau, jika Allah menyayanginya. Allah adalah pemilik dunia seisinya. Allah bisa memberikan apapun kepada siapapun. Kemudian dia berdoa, meminta salah satu mobil kecil di Alfamidi. Saya senang sekaligus tersentuh. Masyaa Allah. Semoga kelak selalu seperti itu. Saya juga menambahkan Allah akan memberikan apapun kepada orang-orang yang disayangiNya. Maka jadilah orang yang disayangiNya, dengan cara rajin shalat dan berdoa. Ia hanya mengangguk mengiyakan. Dia mendengarkan dan mengiyakan. Alhamdulillah. Semoga setiap kata-kata baik yang terucap bisa menancap dalam hatinya. Menjadi pondasi dalam jiwa kecil yang tanpa dosa. Aamiiin..
#Tantangan10Hari
#day4
#KuliahBundaSayang
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
Malam ini kami ke pengajian, ia belajar lagi tentang shodakoh di dalam masjid. Alhamdulillah. Yas, every little thing is matter. Every little thing. Semoga menjadi ingatan yang baik dalam otaknya.
Tak lupa saya menanamkan kembali bahwa Allah Maha Kaya. Dia-lah Sang Pemberi Rizki. Saya juga memberitahunya bahwa Allah bisa memberikannya apapun yang dia mau, jika Allah menyayanginya. Allah adalah pemilik dunia seisinya. Allah bisa memberikan apapun kepada siapapun. Kemudian dia berdoa, meminta salah satu mobil kecil di Alfamidi. Saya senang sekaligus tersentuh. Masyaa Allah. Semoga kelak selalu seperti itu. Saya juga menambahkan Allah akan memberikan apapun kepada orang-orang yang disayangiNya. Maka jadilah orang yang disayangiNya, dengan cara rajin shalat dan berdoa. Ia hanya mengangguk mengiyakan. Dia mendengarkan dan mengiyakan. Alhamdulillah. Semoga setiap kata-kata baik yang terucap bisa menancap dalam hatinya. Menjadi pondasi dalam jiwa kecil yang tanpa dosa. Aamiiin..
#Tantangan10Hari
#day4
#KuliahBundaSayang
#CerdasFinansial
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
Friday, February 2, 2018
Menabung dan Rejeki (Part 2, Cerdas Finansial Usia Dini)
Assalamualaikuum. Hola, agaaain!
Masyaa Allah ya, amih sekarang jadi rajin ngeblog, (giggles). Mudah-mudahan istiqomaah...
Kenapa sekarang ngerjain tugasnya di blog? Karena tugas #30dwcjilid11 minimal 200 kata. Dan di instagram 200 kata tuh, mefet syekalee~ Nggak bisa nulis hestek, kzl.
Jadi, marilah kita aktifkan lagi blog lama yang sudah usang ini. *halah*
Yap, masih berkesinambungan dengan tema kemarin, kali ini S saya ajarkan tentang menabung. Saya ngerti banget sih, anaknya belum paham makna dari menabung. Tapi paling nggak, saya mulai mengenalkan dia tentang perilaku dan kebiasaan baik ini.
Sebelumnya, tentu saya jelaskan mengapa kita harus menabung. Apa yang bisa kita dapatkan jika rajin menabung. Awalnya kami memang berencana ingin membelikan S sebuah celengan, tapi kemudian kami berubah pikiran, bagaimana kalau kita buat saja sendiri celengannya, yay!
Celengan kami terbuat dari kaleng permen m*ntz, lalu abih menggunakan pisau untuk melubangi tempat memasukkan uang serta merekatkan tutup kaleng dengan lem korea. Hasilnya not bad, lah. S senang sekali.
Berhubung saya memang senang mengumpulkan receh dalam satu wadah, maka receh tersebut pun akhirnya masuk ke dalam celengan baru S. S senang sekali memasukkan uang ke dalam celengan. Ya, mungkin yang ada dipikirannya saat itu adalah bermain, dia belum benar-benar mengerti esensi dari menabung. Tapi kebiasaan ini nyatanya bikin dia ketagihan. Setiap liat uang "nganggur" rasanya ingin dia masukkan dalam celengan. Alhamdulillah, dia punya kebiasaan baik, yakni meminta ijin terlebih dahulu ketika ingin melakukan sesuatu, dalam kasus ini, memasukkan uangnya. Kalau tidak, uang kami bisa habis ia masukkan ke dalam celengan semua. Lol.
Memperkuat pengertian uang sebagian kecil dari rejeki. Rejeki itu harus dibagi-bagi.
Saya juga menjelaskan bahwa uang hanyalah senagian kecil dari rejeki yang Allah berikan kepada kami. Setelahnya, saya membangun kebiasaan berbagi, yang tidak hanya dengan manusia tetapi kepada makhluk hidup lainnya, salah satunya ayam tetangga.
Habit membagikan beras atau makanan-makanan yang tidak dihabiskan S kepada ayam, sedikit banyak berpengaruh pada karakternya yang tidak sulit untuk berbagi rejeki, makanan khususnya.
Alhamdulillah, Masyaa Allah. Hanya Allah yang berikan serta mudahkan proses ini dan itu, sehingga S bersemangat menjalani tahap demi tahap pembelajaran yang dilakukan orang tuanya.
Mudah-mudahan Allah paring kebarokahan dalam setip inci ikhtiar kita kepada anak-anak dan keluarga. Aamiin.
#tantangan10hari
#level8
#kuliahbundasayangiip
#rejekiitupastikemuliaanyangdicari
#cerdasfinansialusiadini
#day2
#30dwcjilid11
#day12
#squad7
Masyaa Allah ya, amih sekarang jadi rajin ngeblog, (giggles). Mudah-mudahan istiqomaah...
Kenapa sekarang ngerjain tugasnya di blog? Karena tugas #30dwcjilid11 minimal 200 kata. Dan di instagram 200 kata tuh, mefet syekalee~ Nggak bisa nulis hestek, kzl.
Jadi, marilah kita aktifkan lagi blog lama yang sudah usang ini. *halah*
Yap, masih berkesinambungan dengan tema kemarin, kali ini S saya ajarkan tentang menabung. Saya ngerti banget sih, anaknya belum paham makna dari menabung. Tapi paling nggak, saya mulai mengenalkan dia tentang perilaku dan kebiasaan baik ini.
Sebelumnya, tentu saya jelaskan mengapa kita harus menabung. Apa yang bisa kita dapatkan jika rajin menabung. Awalnya kami memang berencana ingin membelikan S sebuah celengan, tapi kemudian kami berubah pikiran, bagaimana kalau kita buat saja sendiri celengannya, yay!
Celengan kami terbuat dari kaleng permen m*ntz, lalu abih menggunakan pisau untuk melubangi tempat memasukkan uang serta merekatkan tutup kaleng dengan lem korea. Hasilnya not bad, lah. S senang sekali.
Berhubung saya memang senang mengumpulkan receh dalam satu wadah, maka receh tersebut pun akhirnya masuk ke dalam celengan baru S. S senang sekali memasukkan uang ke dalam celengan. Ya, mungkin yang ada dipikirannya saat itu adalah bermain, dia belum benar-benar mengerti esensi dari menabung. Tapi kebiasaan ini nyatanya bikin dia ketagihan. Setiap liat uang "nganggur" rasanya ingin dia masukkan dalam celengan. Alhamdulillah, dia punya kebiasaan baik, yakni meminta ijin terlebih dahulu ketika ingin melakukan sesuatu, dalam kasus ini, memasukkan uangnya. Kalau tidak, uang kami bisa habis ia masukkan ke dalam celengan semua. Lol.
Memperkuat pengertian uang sebagian kecil dari rejeki. Rejeki itu harus dibagi-bagi.
Saya juga menjelaskan bahwa uang hanyalah senagian kecil dari rejeki yang Allah berikan kepada kami. Setelahnya, saya membangun kebiasaan berbagi, yang tidak hanya dengan manusia tetapi kepada makhluk hidup lainnya, salah satunya ayam tetangga.
Habit membagikan beras atau makanan-makanan yang tidak dihabiskan S kepada ayam, sedikit banyak berpengaruh pada karakternya yang tidak sulit untuk berbagi rejeki, makanan khususnya.
Alhamdulillah, Masyaa Allah. Hanya Allah yang berikan serta mudahkan proses ini dan itu, sehingga S bersemangat menjalani tahap demi tahap pembelajaran yang dilakukan orang tuanya.
Mudah-mudahan Allah paring kebarokahan dalam setip inci ikhtiar kita kepada anak-anak dan keluarga. Aamiin.
#tantangan10hari
#level8
#kuliahbundasayangiip
#rejekiitupastikemuliaanyangdicari
#cerdasfinansialusiadini
#day2
#30dwcjilid11
#day12
#squad7
Thursday, February 1, 2018
MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI (Part 1)
Assalamualaikuum, Hola. Tantangan 10 Hari, level ke 8, Kuliah Online Bunda Sayang IIP kali ini tentang mendidik anak cerdas finansial sejak dini.
Periode tugas dimulai dari 1 Februari 2018 sampai 17 Februari 2018, dengan syarat minimal kelulusan mengumpulkan 10 tugas.
Tema kali ini cukup greget, yhaaa. Secara emaknya S hobi dengan tema ini, tapi (kayaknya) belum serius mencoba mendidik S tentang masalah rizki atau perduitan ini.
Ternyata (sesuai materi yang diberikan) mendidik finansial anak sejak usia dini itu bisa dimulai dari memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki. Kemudian bisa dilanjutkan dengan pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan. Yap, semuanya dimulai dari ibu yang mau belajar untuk melek finansial dan teguh dengan prinsipnya. Semoga, dimulai dari tigas ini, saya, abihnya S dan S bisa bertumbuh bersama sehingga kami dapat mengelola uang dan bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang didapatkan dari Allah SWT.
Tugasnya apa saja kali ini?
π Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:
πΆ Anak usia dini (<7th)
Buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rejeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rejeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.
Nah, karena S masih 2 tahun 8 bulan (kurang lebih, ya. Saya malas menghitung π), sebisa mungkin saya akan sharing tentang proses serta pengenalan rejeki/menabung tersebut. Namun, jika tidak ada bahan tulisan atau bingung mau menulis apalagi tentang menabung vs anak, mungkin saya akan sharing tentang tugas lain yang diberikan kepada yang belum menikah atau belum memiliki anak.
Seperti tugas di bawah ini.
π© Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah:
Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.
***
Hari ini sebenarnya saya dan suami sudah berniat akan membeli celengan. Namun, kami lupa karena sibuk dengan belanjaan lainnya. Sayang sekali, padahal saya berharap hari ini sudah ada progres tentang celengan.
Walau begitu, saya mau sharing tentang tabungan S yang diberikan oleh Abahnya (baca: kakek). Abah memberikan S tabungan 1000 IDR per hari, tabungan ini sudah berjalan kurang lebih sejak 2 tahun yang lalu. Alhamdulillah, walaupun proses mendidik belum dimulai, tetapi progres menabungnya sudah dimulai sejak S masih bayi.
Disamping itu, kami sebagai orang tua yang basic pendidikannya berkecimpung di dunia keuangan, cukup melek finansial sehingga sudah merencanakan dan membeli reksadana syariah untuk dana pendidikan S, ke depan.
Mudah-mudahan apapun ikhtiar yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk S dan insyaAllah adik-adiknya, kelak.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day1
Saturday, December 2, 2017
Every Mom Has Their Own Battle
Sejak abang 6 bulan saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya.
Berat badannya yang mandeg di angka segitu-segitu saja, membuat saya tidak bisa menunda-nunda lagi keputusan ini.
Usut punya usut, jumlah menyusu ASI pada botol dalam satu hari kurang dari yang biasanya. Entah sang nenek yang mulai lelah harus menyusui via botol karena bayi sudah lebih aktif dan ekspresif atau proses pencairan ASI-cuci botol-strerilisasi-mandiin-nyebokin dan lain sebagainya yang tentu saja tidak bisa dikatakan mudah.
Neneknya, yang mana adalah ibu saya, pun memberikan MP-ASI sejak di usia 4 bulan tanpa sepengetahuan saya, padahal abang punya masalah pencernaan; salah satunya alergi susu sapi serta turunannya.
Saya semakin sedih bukan kepalang. Rasanya ingin marah tapi ini jelas kesalahan saya. Benar-benar salah saya.
Salah saya memberikan kepercayaan kepada orang lain yang bukan tanggung jawabnya, salah saya mau saja didukung untuk tetap bekerja, biar abang dijaga nenek di rumah. Saya menghiraukan naluri keibuan saya untuk tetap ingin menjaga, merawat, dan memberikan kasih sayang sepenuhnya setelah selesai cuti melahirkan.
Resiko paling besar menitipkan anak kepada orang lain, ya tentu saja perawatan, pendidikan dan pembentukan dirinya tidak bisa 100% seperti yang kita harapkan. Sedangkan jika pun kita yang menjaga merawatnya sendiri pun belum tentu bisa mencapai 100% harapan kita, apalagi dijaga dan dirawat orang lain.
Well, what do you expect?
Pergolakan batin ini menjadi berat karena saya sangat suka bekerja. Saya yakin setiap orang memiliki kesenangannya masing-masing, dan saya senang berhadapan dengan komputer, berpikir, serta melakukan sesuatu yang bermanfaat bahkan menghasilkan.
Karir saya pun tidak terbilang jelek. Harapan-harapan menaiki tangga managerial/profesional atau pindah ke kantor established lain yang atmosfernya lebih menyenangkan dengan banyak fasilitas, bukanlah sesuatu yang tidak mungkin saya capai. Semua seperti mimpi-mimpi yang bisa saya dapatkan hanya dengan beberapa langkah lagi saja.
Saya mencintai kesibukkan saya di kantor yang rapi dan wangi, di perjalanan menuju dan pulang kantor, berinteraksi dengan banyak manusia dengan pola pikir yang luar biasa, merasa produktif, bermanfaat dan mendapatkan uang, tentu saja.
Walaupun pada saat itu saya memilih untuk resign, menghentikan perjalanan karir saya karena dilanda emosi yang tak bisa dilukiskan. Marah, sedih, kalut, kesal, kecewa terhadap diri sendiri, semua bercampur menjadi satu, namun akhirnya kejadian ini malah menjadi titik balik hidup saya.
Hidup bukan hanya untuk kesenangan semata. Hidup bukan hanya untuk egoisme saya saja. Saya telah memutuskan menikah, berarti saya harus siap di rumah, karena makhluk kecil itu terlalu berharga untuk tidak melihat ibunya 6x10jam dalam seminggu. Suami saya terlalu berharga untuk diurusi oleh si embak yang bahkan tidak diijab kabul olehnya.
Perasaan ini tentu saja timbul tenggelam. Perasaan merasa mampu menjadi sukses di ranah publik. Perasaan ingin mendapatkan penghasilan lebih dan lebih banyak lagi.
Maka, benarkah saya harus mengikuti kebahagiaan (baca: ego) saya? Atau sebenarnya saya hanya ingin keluar dari rutinitas ibu rumah tangga yang melelahkan dan jauh lebih berat tanggung jawabnya?
Jangan-jangan saya hanya ingin mencari pelarian atau tempat aman dari yang namanya tanggung jawab berumah tangga.
Lalu saya akan menemukan nasihat-nasihat atau ceramah via sosmed yang menampar-nampar saya.
Segenting apa saya harus bekerja?
Kesenangan pribadi?
Apakah saya yakin dan bisa menjaga diri dari ikhtilat dengan kaum laki-laki? Sementara kalau telat ke kantor saya akan terburu-buru masuk gerbong kereta mana saja dan bersenggolan dengan mahkluk lawan jenis, belum lagi di transportasi umum lainnya.
Beberapa teman muslimah saya dengan santainya salaman-mencolek-dicolek dengan rekan kerja yang bukan muhrim. Yang lainnya melakukan keriaan dengan berkaraoke bersama, padahal suara adalah aurat; hampir seluruh bagian wanita adalah aurat.
Bisakah saya menghindari itu?
Bisakah saya menjadi Ibu yang tidak menelantarkan tugas sebagai istri dan ibu rumah tangga?
Bisakah saya berpakaian sesuai syariat sehingga benar-benar terjaga lekuk-lekuk tubuh saya karena hidup saya kelak akan dipenuhi laki-laki lain?
Apakah saya tidak bersuami atau tidak ada seseorang yang mau menafkahi hidup saya, sehingga perlu mencari nafkah sendiri?
Apakah rezeki dari suami tidak cukup untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup, bukan biaya gaya hidup?
Apakah pekerjaan saya sangat dibutuhkan masyarakat dan tidak ada laki-laki yang bisa menggantikan perannya?
Semua pertanyaan tersebut dengan yakin saya jawab tidak.
Lalu ketergesaan serta alasan apa yang mengharuskan saya meninggalkan rumah?
Dan perasaan-perasaan ini seringkali muncul hanya untuk menggoyahkan hati dan prinsip saya. Tidak semua yang kita senangi dan kita inginkan bisa tercapai, dan atau diizinkan oleh Allah. Saya mencoba berdamai dengan diri saya. Karena tentu, segala sesuatu yang berlandaskan wahyu, selalu lebih menenangkan.
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu ….”
(QS. Al-Ahzab:33)
Kemudian menatap mereka berdua di malam hari menjadi suatu ketenangan bagi saya. Sekalipun saya belum sempurna, biarlah saya yang mengais-ngais pahala dari dalam rumah. Biarlah saya menahan ego ini, mudah-mudahan Allah ridho dengan menjadikan saya akar yang dapat menguatkan pondasi rumah tangga kita. Mudah-mudahan Allah memampukan serta menguatkan saya untuk bertahan dalam prinsip ini. Mudah-mudahan Allah selalu menampar-nampar saya dengan nasihat jika ada keinginan yang hanya dilandasi hawa nafsu belaka.
Sehingga suami saya bisa menjadi batang yang tangguh, padat dan menjulang tinggi.
Sehingga anak-anak saya bisa menjadi buah-buahan yang besar nan manis.
Aamiiin..
Wednesday, August 23, 2017
Malam-Malam Minggu Ini
Sore itu aku mencecap kopi hangat dari mesin pembuat kopi instan otomatis yang selalu tersedia di pantry kantor. Seperti biasa, akhir bulan adalah malam-malam panjang yang perlu dilewati teman-teman kuli pencatat laporan keuangan.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, biasanya aku udah ngacir ke kosan, nonton drama korea. Hhhhh, tak sadar aku melenguh dan menggaruk-garukkan kepala yang tidak gatal. Kapan balancenya iniiii, huhuhu. Batinku mulai merengek.
Kutatap layar komputer dengan seksama. Berharap angkanya berunah kemudian menjadi balance. Aku mulai berhalusinasi. "Baik, akan kuselesaikan malam ini!" Ucapku pelan dengan semangat 45.
----
Tak terasa jam sudah menunjukkan jam 10 malam. Neraca keuangan yang beratus-ratus milyar itu hampir selesai. Uang yang tidak pernah aku lihat dan sentuh namun dengan ketelitian tingkat internasional aku harus mencatatnya.
Aku merapikan meja dan bersiap pulang. Setelah berpamitan dengan rekan kerja yang lain, aku mempercepat langkahku menuju lift. Selalu, hanya lantai 9 ini yang masih hidup di penghujung bulan. Aku pun tersenyum.
Sampai di lantai dasar, aku menyapa beberapa satpam yang masih berjaga, lalu menyegerakan langkah menuju pintu keluar. Aku menghirup udara malam sedalam-dalamnya. Aahhh, segarnya, batinku sambil meregangkan beberapa anggota tubuh yang kaku.
Kutelusuri trotoar megah kawasan mega kuningan. Sambil merenungi makna kehidupan. Yang salah satunya ialah lingkungan yang supportif akan upgrading kualitas karyawannya serta teman-teman yang menyenangkan.
Minggu-minggu ini sangat melelahkan, namun dalam setiap derap langkahku menuju kost, aku dihadiahi Allah berbagai pemandangan malam yang selalu bisa membuatku bersyukur, aku selalu dilindungi dan diberikan kasih sayang olehNya.
Pic src: detikinet
#rumbelmenulisiipbogor #fiksi #nikmatmingguini
Jam menunjukkan pukul 5 sore, biasanya aku udah ngacir ke kosan, nonton drama korea. Hhhhh, tak sadar aku melenguh dan menggaruk-garukkan kepala yang tidak gatal. Kapan balancenya iniiii, huhuhu. Batinku mulai merengek.
Kutatap layar komputer dengan seksama. Berharap angkanya berunah kemudian menjadi balance. Aku mulai berhalusinasi. "Baik, akan kuselesaikan malam ini!" Ucapku pelan dengan semangat 45.
----
Tak terasa jam sudah menunjukkan jam 10 malam. Neraca keuangan yang beratus-ratus milyar itu hampir selesai. Uang yang tidak pernah aku lihat dan sentuh namun dengan ketelitian tingkat internasional aku harus mencatatnya.
Aku merapikan meja dan bersiap pulang. Setelah berpamitan dengan rekan kerja yang lain, aku mempercepat langkahku menuju lift. Selalu, hanya lantai 9 ini yang masih hidup di penghujung bulan. Aku pun tersenyum.
Sampai di lantai dasar, aku menyapa beberapa satpam yang masih berjaga, lalu menyegerakan langkah menuju pintu keluar. Aku menghirup udara malam sedalam-dalamnya. Aahhh, segarnya, batinku sambil meregangkan beberapa anggota tubuh yang kaku.
Kutelusuri trotoar megah kawasan mega kuningan. Sambil merenungi makna kehidupan. Yang salah satunya ialah lingkungan yang supportif akan upgrading kualitas karyawannya serta teman-teman yang menyenangkan.
Minggu-minggu ini sangat melelahkan, namun dalam setiap derap langkahku menuju kost, aku dihadiahi Allah berbagai pemandangan malam yang selalu bisa membuatku bersyukur, aku selalu dilindungi dan diberikan kasih sayang olehNya.
Pic src: detikinet
#rumbelmenulisiipbogor #fiksi #nikmatmingguini
Friday, August 11, 2017
Teman Hidup (2)
"Vey, shubuh.." ucap mama mencoba membangunkanku dari balik pintu.
"Iya, Ma.. Vey sudah bangun.." jawabku menahan isak tangis yang tersisa.
Kami sholat shubuh bersama di mushola kecil lantai 3. Setelah kamar, mushola rumah adalah tempat favoritku. Ayah dan Mama mendesign sedemikian rupa sehingga mushola tersebut sangat nyaman dan tidak pernah membosankan. Mereka letakkan beberapa rak-rak besar berisi berbagai buku termasuk Alquran dan Hadits-Hadits terkenal. Disediakan pula komputer disana yang berisi materi-materi ceramah bernagai ustadz dan pemangkulan mengenai makna dan keterangan yang ada pada Alquran dan Alhadist.
Setelah sholat, aku segera mandi. Pagi hari di akhir minggu ini begitu sibuk. Semua menyiapkan segala sesuatunya dengan sigap. Hari ini adalah hari yang besar untuk keluarga Gunawan.
---
Kami telah sampai di Masjid Baitussalam. Aku segera dipersilahkan masuk ke ruang tata rias. Penata rias sudah siap mempercantik wajahku dihari yang istimewa ini.
Setelah penata rias merasa riasannya sudah paripurna, aku disuruh menunggu sampai dipanggil oleh penghulu saat prosesi ijab kabul telah selesai.
Dari dalam ruangan rias ini aku mendengar suaranya begitu mantap dan tenang.
"Saya terima nikahnya Veyrissa Putri binti Gunawan dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai."
"Bagaimana saksi, Sah?"
"Sah."
"Sah, Alhamdulillah"
"Alhamdulillah.. Sah.. Silahkan mempelai wanitanya dipanggil kesini." Ujar Bapak Penghulu kepada panitia yang bertanggung jawab mengantarkanku ke dalam masjid.
Jantungku berdebar semakin kencang. Tak hentinya mulutku merapal doa-doa yang kuketahui. Sekejap aku memejamkan mata, memohon ini bukanlah sambungan peristiwa semalam.
Aku memasuki mesjid yang indah itu, dengan karpet merah nan empuk juga hawa yang dingin, dahiku tetap berkeringat. Terlihat punggung seorang lelaki di depan Ayahku. Ia sedang menandatangani sesuatu.
Sampailah aku di depan meja penghulu. Aku dipersilahkan duduk di samping laki-laki yang membacakan kabul, tadi. Dia menoleh, kemudian tersenyum. Mata indahnya berbinar-binar melihat aku mematung di sampingnya. Seketika hatiku mencelos.
Setelah melakukan prosesi selanjutnya, meminta maaf kepada orang tua, doa dan foto, aku bersama suami diinfokan panitia untuk segera ke ruang rias. Saat ini kami dalam satu ruangan, karena sudah berstatus suami istri.
Dia menggenggam jemariku. Tangannya lembut dan dingin namun berkeringat. Prosesi ijab kabul tadi sepertinya tidak selancar ucapannya, kukira. Hatinya menyimpan sejuta misteri yang jarang dia utarakan.
Sampai di ruang rias, ia sempat menatapku, sebelum kami berganti pakaian adat Minang. Seketika itu pula aku memeluknya. Penata rias bingung melihatku. Aku tak peduli.
"Terima kasih ini bukan mimpi. Terima kasih telah menjadi kenyataanku, Kak Raihan." Bisikku di telinganya.
#RumbelMenulisIIP #Week2 #Fiksi #Mimpi
"Iya, Ma.. Vey sudah bangun.." jawabku menahan isak tangis yang tersisa.
Kami sholat shubuh bersama di mushola kecil lantai 3. Setelah kamar, mushola rumah adalah tempat favoritku. Ayah dan Mama mendesign sedemikian rupa sehingga mushola tersebut sangat nyaman dan tidak pernah membosankan. Mereka letakkan beberapa rak-rak besar berisi berbagai buku termasuk Alquran dan Hadits-Hadits terkenal. Disediakan pula komputer disana yang berisi materi-materi ceramah bernagai ustadz dan pemangkulan mengenai makna dan keterangan yang ada pada Alquran dan Alhadist.
Setelah sholat, aku segera mandi. Pagi hari di akhir minggu ini begitu sibuk. Semua menyiapkan segala sesuatunya dengan sigap. Hari ini adalah hari yang besar untuk keluarga Gunawan.
---
Kami telah sampai di Masjid Baitussalam. Aku segera dipersilahkan masuk ke ruang tata rias. Penata rias sudah siap mempercantik wajahku dihari yang istimewa ini.
Setelah penata rias merasa riasannya sudah paripurna, aku disuruh menunggu sampai dipanggil oleh penghulu saat prosesi ijab kabul telah selesai.
Dari dalam ruangan rias ini aku mendengar suaranya begitu mantap dan tenang.
"Saya terima nikahnya Veyrissa Putri binti Gunawan dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai."
"Bagaimana saksi, Sah?"
"Sah."
"Sah, Alhamdulillah"
"Alhamdulillah.. Sah.. Silahkan mempelai wanitanya dipanggil kesini." Ujar Bapak Penghulu kepada panitia yang bertanggung jawab mengantarkanku ke dalam masjid.
Jantungku berdebar semakin kencang. Tak hentinya mulutku merapal doa-doa yang kuketahui. Sekejap aku memejamkan mata, memohon ini bukanlah sambungan peristiwa semalam.
Aku memasuki mesjid yang indah itu, dengan karpet merah nan empuk juga hawa yang dingin, dahiku tetap berkeringat. Terlihat punggung seorang lelaki di depan Ayahku. Ia sedang menandatangani sesuatu.
Sampailah aku di depan meja penghulu. Aku dipersilahkan duduk di samping laki-laki yang membacakan kabul, tadi. Dia menoleh, kemudian tersenyum. Mata indahnya berbinar-binar melihat aku mematung di sampingnya. Seketika hatiku mencelos.
Setelah melakukan prosesi selanjutnya, meminta maaf kepada orang tua, doa dan foto, aku bersama suami diinfokan panitia untuk segera ke ruang rias. Saat ini kami dalam satu ruangan, karena sudah berstatus suami istri.
Dia menggenggam jemariku. Tangannya lembut dan dingin namun berkeringat. Prosesi ijab kabul tadi sepertinya tidak selancar ucapannya, kukira. Hatinya menyimpan sejuta misteri yang jarang dia utarakan.
Sampai di ruang rias, ia sempat menatapku, sebelum kami berganti pakaian adat Minang. Seketika itu pula aku memeluknya. Penata rias bingung melihatku. Aku tak peduli.
"Terima kasih ini bukan mimpi. Terima kasih telah menjadi kenyataanku, Kak Raihan." Bisikku di telinganya.
#RumbelMenulisIIP #Week2 #Fiksi #Mimpi
Thursday, August 10, 2017
Teman Hidup (1)
Menikah? Dengannya? Benarkah? Mengapa aku merasakan sesuatu yang salah. Aku tak mengerti perasaan ini, tapi aku merasa amat sangat terpuruk mengetahui diriku sudah menikah dengannya. Ini sebenarnya perasaan apa, mengapa aku merasa sangat berdosa dan sedih dengan kondisi saat ini...
"Jadi, kenapa mbak Vey mau sama Mas Tara?" Goda Resya, ocehannya membangunkan lamunanku.
"Semua sudah takdirnya.." jawabku tersenyum kecut.
Seketika perasaan yang luar biasa sakit sekaligus sedih menyergapku. Bertambah perih ketika aku sadar aku tidak akan pernah bisa mengungkapkannya.
Suasana lampu yang temaram menemani makan malam kami berempat di kafe dekat kantorku. Resya, Tara dan Noval --suami Resya, asyik berbincang-bincang dan aku tidak menyimaknya. Tatapanku kosong.
Aku masih tak mengerti dengan keadaan ini.
Seketika tanpa sadar tubuhku berdiri, menarik Tara dari bangkunya. Mengajaknya ke atas kafe, tempat rooftop dining berada.
Aku berhenti, dia pun mengikuti. Aku memandangnya dalam-dalam. Perasaan sakitku makin menjadi-jadi.
Lelaki ini, pernah menjadi bagian yang penting dalam hidupku. Kami nyaris saja menikah, tetapi kemudian dia entah kemana. Setelah meminta aku menikahinya, ia tak kunjung datang menemui orang tuaku. Setelah itu aku tahu ia menebarkan pesonanya ke teman-teman dekatku.
Sungguh menjijikkan.
Perkenalan itu begitu cepat, namun meninggalkan kesan yang mendalam. Sebelum aku menyuruhnya menemui orang tuaku, dia begitu agresif sampai aku lupa bahwa ia telah melewati batas.
Pesan-pesannya yang cerdas dan humoris begitu menyenangkan, melenakan hubunganku dengan Tuhan. Tetap saja, dia pernah menjadi orang yang aku harapkan menjadi Imam, pegangan hidup dalam segala bahagia dan muram.
Hingga akhirnya aku tersadar dan hanya bisa bersimpuh kepada Tuhan. Aku jatuh sedalam-dalamnya dan menyesal. Aku salah berharap kepada selain Tuhan juga melanggar peraturan. Aku bahkan jijik ketika teringat kenangan yang pernah ada.
Lekat-lekat aku menatap Tara kembali. Ia pun menatapku. Diam, namun tersenyum. Terlihat bahagia.
Tidak mungkin! Pekikku dalam hati.
Dalam kekacauan hati dan pikiran aku pun terbangun. Jam di gadgetku menunjukkan pukul setengah 5 pagi, suasana kamar gelap dan dingin. Aku hanya sendiri, ditemani gaun pengantin putih yang tergantung di sudut kamar. Tanpa sadar air mataku mengalir deras, kemudian aku bersyukur.
#rumbelmenulisIIPBogor #Mimpi
"Jadi, kenapa mbak Vey mau sama Mas Tara?" Goda Resya, ocehannya membangunkan lamunanku.
"Semua sudah takdirnya.." jawabku tersenyum kecut.
Seketika perasaan yang luar biasa sakit sekaligus sedih menyergapku. Bertambah perih ketika aku sadar aku tidak akan pernah bisa mengungkapkannya.
Suasana lampu yang temaram menemani makan malam kami berempat di kafe dekat kantorku. Resya, Tara dan Noval --suami Resya, asyik berbincang-bincang dan aku tidak menyimaknya. Tatapanku kosong.
Aku masih tak mengerti dengan keadaan ini.
Seketika tanpa sadar tubuhku berdiri, menarik Tara dari bangkunya. Mengajaknya ke atas kafe, tempat rooftop dining berada.
Aku berhenti, dia pun mengikuti. Aku memandangnya dalam-dalam. Perasaan sakitku makin menjadi-jadi.
Lelaki ini, pernah menjadi bagian yang penting dalam hidupku. Kami nyaris saja menikah, tetapi kemudian dia entah kemana. Setelah meminta aku menikahinya, ia tak kunjung datang menemui orang tuaku. Setelah itu aku tahu ia menebarkan pesonanya ke teman-teman dekatku.
Sungguh menjijikkan.
Perkenalan itu begitu cepat, namun meninggalkan kesan yang mendalam. Sebelum aku menyuruhnya menemui orang tuaku, dia begitu agresif sampai aku lupa bahwa ia telah melewati batas.
Pesan-pesannya yang cerdas dan humoris begitu menyenangkan, melenakan hubunganku dengan Tuhan. Tetap saja, dia pernah menjadi orang yang aku harapkan menjadi Imam, pegangan hidup dalam segala bahagia dan muram.
Hingga akhirnya aku tersadar dan hanya bisa bersimpuh kepada Tuhan. Aku jatuh sedalam-dalamnya dan menyesal. Aku salah berharap kepada selain Tuhan juga melanggar peraturan. Aku bahkan jijik ketika teringat kenangan yang pernah ada.
Lekat-lekat aku menatap Tara kembali. Ia pun menatapku. Diam, namun tersenyum. Terlihat bahagia.
Tidak mungkin! Pekikku dalam hati.
Dalam kekacauan hati dan pikiran aku pun terbangun. Jam di gadgetku menunjukkan pukul setengah 5 pagi, suasana kamar gelap dan dingin. Aku hanya sendiri, ditemani gaun pengantin putih yang tergantung di sudut kamar. Tanpa sadar air mataku mengalir deras, kemudian aku bersyukur.
Pic Source: Kartun Muslimah
#rumbelmenulisIIPBogor #Mimpi
Saturday, August 5, 2017
Saya dan Hobi (2)
I really loves Books.
Sesuai dengan gaya belajar saya yang visual, maka saya amat sangat menikmati waktu-waktu saya saat membaca buku.
Buku paling tebal yang pernah saya baca mungkin adalah Harry Potter the series, selain buku-buku pelajaran ataupun Alquran pastinya.
Membaca adalah proses doktrinasi, maka saat ini saya amat sangat pemilih dalam hal membaca buku. Buku-buku yang jauh dari syariat agama, insyaAllah tidak akan saya rekomendasikan kepada anak-anak saya, kelak. Termasuk buku favorit saya, Harry Potter.
Saya berharap akan banyak buku bagus yang bisa dibaca oleh generasi anak-anak saya kelak tanpa mengandung syirik, khurofat, takhayul ataupun bernuansa remaja akhir zaman yang didominasi dengan pacaran serta perilaku negatif lainnya.
Dengan membaca buku-buku bergizi yang sesuai fitrah manusia, saya tentunya berharap generasi-generasi di bawah saya kelak akan jauh lebih baik daripada orang tuanya.
#RumbelMenulisIIPBogor
#TantanganMenulis
#SayadanHobi #week1
Sesuai dengan gaya belajar saya yang visual, maka saya amat sangat menikmati waktu-waktu saya saat membaca buku.
Buku paling tebal yang pernah saya baca mungkin adalah Harry Potter the series, selain buku-buku pelajaran ataupun Alquran pastinya.
Membaca adalah proses doktrinasi, maka saat ini saya amat sangat pemilih dalam hal membaca buku. Buku-buku yang jauh dari syariat agama, insyaAllah tidak akan saya rekomendasikan kepada anak-anak saya, kelak. Termasuk buku favorit saya, Harry Potter.
Saya berharap akan banyak buku bagus yang bisa dibaca oleh generasi anak-anak saya kelak tanpa mengandung syirik, khurofat, takhayul ataupun bernuansa remaja akhir zaman yang didominasi dengan pacaran serta perilaku negatif lainnya.
Dengan membaca buku-buku bergizi yang sesuai fitrah manusia, saya tentunya berharap generasi-generasi di bawah saya kelak akan jauh lebih baik daripada orang tuanya.
#RumbelMenulisIIPBogor
#TantanganMenulis
#SayadanHobi #week1
Wednesday, August 2, 2017
Saya dan Hobi?
Rumah Belajar IIP Bogor ada tantangan lagi, nih. Alhamdulillah yaa, senang rasanya berkumpul dengan orang-orang yang satu hobi. Kita bisa saling menyemangati satu sama lain. Agenda-agenda tantangannya juga bikin kita semangat untuk usaha menulis lagi.
Saya lupa perkapan saya hobi menulis, tapi sejak sekolah saya suka nulis diary. Mungkin saya kurang temen curhat kali ya jadi nulis di diary. Hahahaha
Saat di Sekolah Dasar bahkan saya pernah menulis cerita-cerita horor dan mendapatkan uang. Gimana ceritanya? Awal ide aneh ini datang dari teman saya bernama Desy. Dia mengajak saya menulis cerita horor di sebuah buku tulis kosong. Lalu, setelah jadi beberapa lembar cerita buku tersebut disewakan ke teman-teman sekelas. DAN LAKU! Lol.
Tentu saja yang menyewa kebanyakan adalah anak laki-laki. Setiap ada cerita baru mereka mau menyewa lagi. Biaya sewa saat itu kalau tidak salah di kisaran 100-300rupiah. Luar biasa bukan? Sepertinya bakat entrepreneur sudah ada sejak saya masih berupa janin. Hahahaha
Perjalanan menulis saya itu efeknya lumayan besar. Saya bisa lebih tenang, bahagia dan meresapi ada hikmah apa dibalik kejadian ini dan itu. Rezeki bisa mencecap berbagai 'rasa' hikmah dan terus diasah seiring berjalannya waktu itu belum tentu bisa didapatkan oleh semua orang, maka saya amat sangat mensyukurinya. Alhamdulillah, Masyaa Allah..
Src: Pinterest
Mendapatkan hikmah lalu hanya tertanam dalam pikiran itu agak berat bagi saya. Saya akan terus berpikir, berpikir dan berpikir. Iya, saya bisa berpikir 'dalam' tentang berbagai hal, sesepele apapun. Jadi, memiliki teman brainstorming adalah suatu rezeki tak terhingga dan memiliki waktu longgar untuk menulis adalah me time yang produktif dan semoga bermanfaat untuk sekitar.
Maka menulislah, dan kau akan terkenang selamanya.
Src: Pinterest
Rabu, 2 Agustus 2017
#rumbelmenulisIIPBogor #sayadanhobi #Week1
Saya lupa perkapan saya hobi menulis, tapi sejak sekolah saya suka nulis diary. Mungkin saya kurang temen curhat kali ya jadi nulis di diary. Hahahaha
Saat di Sekolah Dasar bahkan saya pernah menulis cerita-cerita horor dan mendapatkan uang. Gimana ceritanya? Awal ide aneh ini datang dari teman saya bernama Desy. Dia mengajak saya menulis cerita horor di sebuah buku tulis kosong. Lalu, setelah jadi beberapa lembar cerita buku tersebut disewakan ke teman-teman sekelas. DAN LAKU! Lol.
Tentu saja yang menyewa kebanyakan adalah anak laki-laki. Setiap ada cerita baru mereka mau menyewa lagi. Biaya sewa saat itu kalau tidak salah di kisaran 100-300rupiah. Luar biasa bukan? Sepertinya bakat entrepreneur sudah ada sejak saya masih berupa janin. Hahahaha
Perjalanan menulis saya itu efeknya lumayan besar. Saya bisa lebih tenang, bahagia dan meresapi ada hikmah apa dibalik kejadian ini dan itu. Rezeki bisa mencecap berbagai 'rasa' hikmah dan terus diasah seiring berjalannya waktu itu belum tentu bisa didapatkan oleh semua orang, maka saya amat sangat mensyukurinya. Alhamdulillah, Masyaa Allah..
Src: Pinterest
Mendapatkan hikmah lalu hanya tertanam dalam pikiran itu agak berat bagi saya. Saya akan terus berpikir, berpikir dan berpikir. Iya, saya bisa berpikir 'dalam' tentang berbagai hal, sesepele apapun. Jadi, memiliki teman brainstorming adalah suatu rezeki tak terhingga dan memiliki waktu longgar untuk menulis adalah me time yang produktif dan semoga bermanfaat untuk sekitar.
Maka menulislah, dan kau akan terkenang selamanya.
Src: Pinterest
Rabu, 2 Agustus 2017
#rumbelmenulisIIPBogor #sayadanhobi #Week1
Friday, July 28, 2017
Komunikasi Dengan Pasangan
Kita boleh jadi memiliki Frame of Reference (FoR) dan Frame of Experience (FoE) yang berbeda dengan pasangan. Mungkin banyak, bahkan seringkali menimbulkan "gesekkan" dalam rumah tangga.
One of his best attitude, All praises to Allah, Alhamdulillah. Alhamdulillaah. Saya sangat bersyukur pasangan saya 'mostly' bisa menerima dan mencoba memahami pandangan dan pengalaman yang berbeda dari saya.
Why 'mostly'? karena memang nggak selalu~
Pasti ada gesekkan dalam rumah tangga, insyaAllah. Pendapat kita nggak melulu sama tentang segala hal. Apalagi punya istri yang kritis, tumbuh dalam keluarga demokratis dan sok tau macam saya hahahaha. Sabar-sabar ya pak suami, luv! ❤
Pun begitu saya mencoba memahami frame of references-nya dan frame of experience-nya sebagai anak bungsu yang hidupnya, bisa dikatakan selalu dimudahkan oleh Allah.
Kita dilahirkaan oleh ayah ibu yang berbeda, tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang berbeda, belajar pada kelas yang berbeda, mengalami hal-hal yang berbeda.
Tetapi tentu ada yang perlu saya garisbawahi mengenai pentingnya menikahi dengan seseorang yang pemahaman agamanya baik.
Dengan BERSAMA-SAMA mengusahakan pemahaman Islam yang baik, maka segala sesuatunya insyaAllah lebih mudah. Hanya perlu menyesuaikan dengan Alquran dan Alhadits.
Landasannya jelas dan tak terbantahkan sehingga hal ini sangat meminimalisir komunikasi tidak produktif (bermasalah), yang seringkali merupakan awal dari tidak rukunnya berumah tangga.
Bersama-sama berjuang. Tentu saja karena ini adalah ikhtiar yang panjang dari kedua belah pihak.
Pemahaman agama yang baik, dilengkapi dengan kemampuan berkomunikasi, sadar juga dewasa dalam memberikan/menerima pendapat orang lain, (khususnya pasangan) serta tidak MEMAKSAKAN pendapat, akan berdampak pada perjalanan hidup berumah tangga yang terasa jauh lebih mudah dan menyenangkan. Insya Allah.
Sejak awal menikah, dengan modal bawaan komunikasi seadanya-semampunya, kami bersyukur #KomunikasiProduktif yang kami jalani, meskipun belum sempurna, namun terasa semakin baik kualitasnya. Alhamdulillaaah.
Sehingga jujur dalam berumah tangga saat ini, tantangan-tantangan serta perbedaan-perbedaan yang kami hadapi, seringkali terselesaikan dengan baik dan (semoga) tak pernah ada perasaan yang 'mengganjal' diantara kita. Alhamdulillaaah. Segala puji bagi Allah yang memberikan kemudahan-kemudahan dalam berumah tangga. Semoga akan selalu dan selalu diberikan kemudahan, kebarokahan serta hidayah dan lindunganNya. Aamiin :')
#kuliahBundaSayang #kuliahbunsayiip #level1 #komunikasiproduktifdenganpasangan #tantangan10hari #harike9
Tuesday, April 4, 2017
Aliran Rasa kelas Matrikulasi IIP
Membaca sebuah nama komunitas ibu-ibu itu terpampang di timeline media sosial saya saja sudah membuat saya bergidik.
Ibu?
Profesional?
Benarkah ada seorang Ibu yang Profesional?
Tidak mungkin.
Pasti mereka pernah melakukan kesalahan. Kenapa pasti? Karena simply, kullu bani Adam khoto'un, setiap anak turun Adam pasti melakukan kesalahan.
Lalu apa yang dimaksud Ibu Profesional? Bagaimana mungkin seorang Ibu bisa profesional? Seperti apa yang dipelajari Ibu-ibu itu hingga bisa menjadi profesional?
Betul, dengan membaca nama komunitasnya saja sudah cukup membuat saya penasaran dengan siapa pendirinya, apa agendanya dan seluk beluk di dalamnya.
Hingga sampailah saya pada kesempatan mengenal lebih jauh tentang IIP melalui kelas Matrikulasinya.
Excited? Tentuu.
Bercampur dengan rasa khawatir dan takut akan semua kekurangan-kekurangan saya sebagai seorang ibu dan istri.
Kelas Matrikulasi kembali membawa saya berada di titik 0 hidup saya. Mengingatkan kembali tentang kodrat dan fungsi yang sebenar-benarnya sebagai perempuan. Bukan, kodratnya bukan hanya sebagai tempat dilahirkannya keturunan saja, melainkan juga sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Mengapa ini penting, karena tanggung jawab membawa anak kurang lebih 9 bulan dan rasa sakit melahirkan belum seberapa dibanding tanggung jawab akan adab, akhlak, aqidah, cara berpikir si anak yang merupakan titipan Allah langsung kepada sang baby sitterNya di dunia yakni orang tua, khususnya ibu. Dan rasa sakit melihat kegagalan anak tentang pemahaman dan amalannya sesuai Alquran dan Alhadits jauh lebih mengerikan dibanding peristiwa melahirkan. Fungsi wanita, bukan hanya tentang masak dan bersolek, jauh dari itu, kita sedang berproses membangun sebuah peradaban lewat tangan kita sendiri.
Dalam banyak sisi kehidupan, tentu kita seringkali mendapat nasihat, petuah, petunjuk yang terbaik untuk menjadi seorang hamba, anak, istri maupun ibu. Maka, bersama kelas matrikulasi IIP, kita dimantapkan kembali tentang ilmu-ilmu yang sudah kita peroleh. Disadarkan tentang mengolah informasi, fokus, ikhlas, mengenal dan bisa mengukur potensi diri serta didukung untuk mencapai mimpinya yang bermanfaat untuk banyak orang. Merekonstruksi cara berpikir agar mudah dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Menambah jam terbang supaya ahli dibidangnya, yakni menjadi seorang istri dan ibu. Serta kita dirangkul untuk membersamai teman-teman yang lain sebagai Ibu yang akan membangun sebuah peradaban yang lebih baik.
Luar biasa. Alhamdulillah. Alhamdulillahi robbil 'alamiin.
Kita akan menemukan teman-teman dengan satu tujuan. Perkumpulan sehat yang memiliki support system dan pondasi yang baik. Dan yang paling penting, berjuang bersama-sama berharap akan ridhoNya. Masyaa Allah.
Saat kita tahu dan sadar apa misi spesifik hidup kita, kita menjadi lebih tangguh, lebih efektif dan mantap saat melangkah. Tidak mudah diombang-ambingkan tren atau informasi yang terlalu banyak hilir mudik di kehidupan. Niat kita menjadi tegak, lurus, lillahi ta'ala. Lebih kuat dari yang sebelumnya, insyaAlloh.
Menjadi seorang Ibu adalah menjadi pembelajar sejati. Ibu yang tangguh adalah ibu yang memiliki kecerdasan adversity. Kecerdasan untuk selalu berikhtiar dalam mengatasi kesulitan hidup, ketahanan dalam menjalani masalah dan mencari solusinya dengan tenang dan sabar.
Menjadi seorang manusia berarti siap untuk berjihad, siap bermanfaat untuk banyak orang. Karena tentu saja, kita butuh benih yang ditanam untuk kemudian bisa dipanen. Kita yang butuh untuk menjadi bermanfaat, walaupun orang lain tidak merasakannya. Kita yang butuh berdakwah, bukan agama yang butuh kita. Menjalani misi kehidupan yang tidak bertentangan dengan mimpi pribadi. Menginspirasi dan berbahagia atas pencapaian dan kebermanfaatannya sebagai manusia dengan mukhlis lillahi ta'ala.
Kelas matrikulasi ini menyajikan materi, tugas, tenggat waktu, pembahasan serta tanya jawab yang dipandu oleh teman-teman seperjuangan yang memulai lebih dulu dengan segudang ilmu yang mereka dapatkan dari ibu Septi dan tim-nya. Dibimbing untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.
Menjadi Ibu profesional bukan berarti menjadi ibu yang tidak pernah salah. Melainkan, menjadi ibu yang mau terus belajar dan berproses untuk memantaskan diri menapaki universitas kehidupan dengan kecerdasan adversity yang baik, ilmu yang mumpuni, mimpi yang direalisasikan serta kerendahan hati dan niat yang tulus demi mendapatkan apresiasi dari Allah semata.
Dalam prosesnya tentu tidak mudah, selalu ada khilaf dan salah bahkan mungkin berdarah-darah. Tapi jangan sampai semua itu menjadi alasan untuk menyerah. Kita tidak boleh kalah!
Salam Ibu Profesional.
**
Terimakasih tak terhingga untuk Ibu Septi, Pak Dodik dan para fasilitator IIP kelas matrikulasi. Kalian luar biasa, mudah-mudahan Allah selalu beri hidayahNya kepada kita.
Alhamdulillahi jazaa kumullohu khoiroo untuk suami tercinta dan anak laki-laki tersayang amih atas support dan kerjasamanya. Kita bisa! ❤
Thursday, March 23, 2017
NHW #9: BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN
Nice HomeWork #9
BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN
Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :
PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE
Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.
Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.
Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.
Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.
Membuat Grup Whatsapp yang produktif dan edukatif
Status sosial venture ini sudah berjalan. Dan akan terus saya kembangkan. Mungkin kelak akan saya tambah dengan kuliah whatsapp para profesional atau diadakan pertemuan untuk sharing/diskusi sesama grup sehingga ilmu yang disampaikan lebih 'shahih' dan menancap di hati.
Mengedukasi Perencanaan Keuangan Kelurga yang Syar'i
Status sosial venture ini sudah berjalan. Saya telah mepresentasikan perencanaan keuangan syariah di dua tempat untuk remaja masjid, khusus keputrian salah satunya. Dan satu tempat lagi di pengajian wanita (Ibu-ibu dan remaja puteri). Saat ini materi yang ada tentang Perencanaan keuangan keluarga, insya Alloh akan saya kembangkan pula materi untuk mahasiswa serta first jobber yang sedang senang-senangnya menikmati hasil jerih payah sendiri. Sehingga jika dibutuhkan, materi tersebut bisa disampaikan kepada para remaja, khususnya keputrian. Saya berharap pada tahun ini bisa memberikan setidaknya 3 presentasi di tempat yang berbeda.
Mengedukasi serta Memotivasi Remaja Puteri untuk Menikah dengan cara Syar'i
Status sosial venture ini belum berjalan. Mengingat awal mula terbentuknya sebuah generasi adalah dari menikahnya sepasang laki-laki dan perempuan, maka perihal bertemu, berkenalan hingga akhirnya memutuskan untuk menikah adalah sesuatu yang harus dimiliki ilmunya dahulu sebelum diamalkan. Untuk itu saya berkeinginan menjadi salah satu orang yang bisa memberikan ilmu tersebut sesuai tuntunan Quran dan Hadits. Untuk saat ini, insyaAlloh saya akan mengemas materi-materi yang syar'i dan mudah diterima remaja-remaja putri, khususnya, setelah itu saya akan menawarkan materi tersebut untuk disampaikan ke beberapa masjid-masjid yang memiliki organisasi keputrian yang masih aktif. Saya berharap pada tahun ini bisa memberikan setidaknya 3 presentasi di tempat yang berbeda.
Menulis serta Memproduksi Buku Cerita Anak dengan harga terjangkau
Status sosial venture ini masih berupa gagasan dan belum berjalan. Saya juga ingin memberikan solusi/perubahan lewat tulisan-tulisan.
•••
Sebenarnya ada banyak sekali gagasan-gagasan yang bermunculan di kepala, karena memang dominasi saya ada pada generating idea. Alhamdulillahi robbil 'alamiin Allah pertemukan saya dengan kelas Matrikulasi yang awalnya saya tidak ada niatan untuk ikuti. Sesuap demi sesuap saya mencerna materi yang ada, selangkah demi selangkah saya mengerjakan NHW-NHW yang diberikan, saya semakin menemukan jati diri saya. Saya menemukan ritme hidup yang pas untuk saya, saya menemukan kewajiban dan hak yang perlu saya jalani dan apresiasi. Saya menemukan diri saya berbinar-binar menikmati proses belajar di Universitas Kehidupan ini. Dan NHW terakhir ini adalah "gong"nya kelas matrikulasi. Intitut Ibu Profesional berharap kami semua bisa menjadi Ibu yang bahagia dengan memberikan perubahan-perubahan baik disekitar.
Setiap kita memang tidak ada yang sempurna, saya masih butuh waktu untuk belajar tentang management waktu, dan lagi-lagi IIP kelak akan memfasilitasi proses belajar kami semua di kelas Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, mudah-mudahan Allah permudah dan berikan kebarokahan pada ikhtiar ini.
Setiap kita memang tidak ada yang sempurna, saya masih butuh waktu untuk belajar tentang management waktu, dan lagi-lagi IIP kelak akan memfasilitasi proses belajar kami semua di kelas Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, mudah-mudahan Allah permudah dan berikan kebarokahan pada ikhtiar ini.
Akhirnya saya mendapatkan diri saya yang bisa menjalani misi ini, misi individu, misi Bunda sebagai seorang makhluk sosial yang bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar, untuk saat ini yang bisa saya bagikan kepada masyarakat adalah sesuatu yang sudah saya lewati dan yang sudah saya pahami. Tidak menutup kemungkinan kelak ketika saya naik kelas ke Bunda Sayang, Bunda Cekatan, saya juga akan membagikan ilmu-ilmu yang telah saya dapat dan praktekkan, dengan tulisan-tulisan di Blog pribadi, atau sosial media lainnya maupun sharing diskusi secara langsung dengan beberapa kerabat.
Mudah-mudahan Allah lancar dan mudahkan segala perjuangan saya sebagai agen perubahan. Mudah-mudahan Allah bantu saya karena saya membantu orang lain. Mudah-mudahan Allah berikan saya kemudahan dalam mencari ilmu serta mengamalkannya. Mudah-mudahan Allah memberikan saya kebarokahan dalam hidup sehingga bisa menjalankan peran sebagai Ibu Rumah Tangga dan mahkluk sosial dengan baik dan produktif. Mudah-mudahan Allah perbanyak ibu-ibu yang mau belajar dan berubah menjadi lebih baik agar kelak tercipta generasi yang bisa bertanggung jawab dan menjalani ketentuan-ketentuan Allah dan RasulNya.
Aamiiin.
Tertanda,
Nadya Sholihati Vaizal
With full of Love ❤
Mudah-mudahan Allah lancar dan mudahkan segala perjuangan saya sebagai agen perubahan. Mudah-mudahan Allah bantu saya karena saya membantu orang lain. Mudah-mudahan Allah berikan saya kemudahan dalam mencari ilmu serta mengamalkannya. Mudah-mudahan Allah memberikan saya kebarokahan dalam hidup sehingga bisa menjalankan peran sebagai Ibu Rumah Tangga dan mahkluk sosial dengan baik dan produktif. Mudah-mudahan Allah perbanyak ibu-ibu yang mau belajar dan berubah menjadi lebih baik agar kelak tercipta generasi yang bisa bertanggung jawab dan menjalani ketentuan-ketentuan Allah dan RasulNya.
Aamiiin.
Tertanda,
Nadya Sholihati Vaizal
With full of Love ❤
Tuesday, March 21, 2017
Materi #9: BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Matrikulasi IIP batch #3 sesi #9
Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.
Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.
Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena
Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.
Darimanakah mulainya?
Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi
"MISI SPESIFIK HIDUP KITA”
Kita harus paham *JALAN HIDUP* kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai *CARA MENUJU SUKSES*.
Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi *CHANGEMAKER FAMILY*.
Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.
Maka gunakan pola kaizen ( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.
*START FROM THE EMPHATY*
Inilah kuncinya.
Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.
Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.
Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat.
KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.
Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.
Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.
Salam
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010
Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016
Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.
Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.
Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena
“Mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”
Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.
Darimanakah mulainya?
Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi
"MISI SPESIFIK HIDUP KITA”
Kita harus paham *JALAN HIDUP* kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai *CARA MENUJU SUKSES*.
Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi *CHANGEMAKER FAMILY*.
Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.
Maka gunakan pola kaizen ( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.
*START FROM THE EMPHATY*
Inilah kuncinya.
Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.
Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.
Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat.
KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.
Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.
Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.
Salam
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010
Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016
Wednesday, March 15, 2017
NHW #8: MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Mengedukasi/Memotivasi/Menggerakkan orang lain untuk bersama-sama belajar dan mempraktekkan Ilmu Pendidikan Ibu dan Anak melalui aktivitas secara langsung dalam sebuah komunitas maupun melalui sebuah tulisan, baik media online/media cetak.
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE) Educator/Motivator/Penulis (Aktivis)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO) Memberikan pengetahuan, wawasan, menggerakkan orang-orang di sekitar saya agar mau bersama-sama berbenah diri menjadi orang tua yang jauh lebih baik, baik itu lewat tulisan maupun presentasi/berbagi pengalaman secara langsung. Mengedukasi anak-anak lewat cerita yang menyenangkan namun sarat makna. Menyebarkan virus literasi kepada anak-anak sehingga mereka menyukai aktivitas membaca.
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
- Beberapa buku tulisan pribadi yang bermanfaat untuk banyak orang.
- Komunitas/wadah yang bisa menyalurkan semangat berbenah diri bersama dengan orang lain.
- Perpustakaan mini
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Kebermanfaatan untuk banyak orang yang tidak pernah habis dimakan zaman, sehingga bisa menjadi jariyah dan merintis peradaban selanjutnya yang jauh lebih baik.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)
- Mengerti, memahami dan mempraktekkan Ilmu-ilmu di IIP tentang Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif serta Bunda Shaliha.
- Meneruskan S2 dibidang Psikologi/Komunikasi/Pendidikan
- Mengkhatamkan tafsir-tafsir Alquran serta Hadist-hadist shohih Bukhari dan Muslim
- Menjadi seorang dosen lepas
- Menerbitkan beberapa buku cerita anak/buku tentang pendidikan ibu dan anak dengan harga yang terjangkau tanpa mengurangi kualitasnya.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Menulis sebuah buku cerita anak yang bisa bermanfaat untuk banyak orangtua serta anak-anaknya.
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulsi IIP/
Materi #8: MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
MISI SPESIFIK Matrikulasi Ibu Profesional batch #3 sesi #8
Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.
“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan, bukan bersungguh-sungguh karena uang.
Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.
Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir (sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh (usiia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).
Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.
Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)
Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.
Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.
Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2017
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_ HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
Be Professional, Rejeki will Follow
Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.
“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan, bukan bersungguh-sungguh karena uang.
Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.
Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir (sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh (usiia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).
Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.
Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)
Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.
Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.
Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2017
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_ HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Friday, March 10, 2017
NHW #7: TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF
Nice Homework #7
Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
π Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
1. masuk ke www.temubakat.com
2. isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
3. Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
Alhamdulillah sejalan, saya cocok menjadi edukator atau motivator. Sesuai dengan cita-cita dan misi kehidupan saya sebagai seorang individu. Saya senang membagikan ide, gagasan, teori, serta hal-hal bermanfaat lainnya kepada orang lain. Saya senang melihat orang lain maju dan menjadi lebih baik. Tepatnya bersama-sama menuju ke arah yang lebih baik. Saya selalu percaya bahwa memberikan kebaikan dan kebermanfaatan kepada orang lain akan menguatkan pondasi ilmu tersebut dalam diri saya, dan akan menghadirkan kebaikan-kebaikan yang lainnya, kembali ke dalam hidup saya lagi. Saya senang membersamai kebaikan pada lingkungan saya. Dan melihat pertumbuhannya.
Saya juga senang menulis. Berbagi manfaat lewat tulisan. Menemukan jalan keluar yang paling dengan cara menimbang, mempelajari, menganalisa, memilih, dan memutuskan yang terbaik yang paling mungkin untuk dilakukan. Sesuai pertanyaan yang paling tidak cocok dan yang tidak cocok bagi saya pribadi 5 poin itu terlalu banyak. Karena mungkin saja tidak selalu setiap individu memiliki ketidakcocokkan sejumlah 5 poin. Dikarenakan hal tersebut, mau tidak mau saya harus memilih sehingga "merasa" tidak cocok pada sesuatu hal yang bagi saya sejatinya biasa saja. Kebanyakan dari poin-poin yang tidak cocok tersebut saya pilih karena saya tidak pernah "mengalami" pekerjaan yang berkaitan dengan poin tersebut, seperti memproduksi barang pada manufaktur, atau hal-hal yang berkaitan dengan technical.
Namun untuk potensi kekuatan saya, sejauh ini sedikit banyak menjelaskan bagaimana dan apa yang menjadi minat dan bakat saya.
4. Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
π Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
• Menulis
• Membaca Buku
• Memotivasi/Mengedukasi orang lain baik secara personal ataupun didepan publik (tentang pendidikan ibu dan anak (pengasuhan, ASI, tumbuh kembang, kesehatan dlsb), finansial keluarga, juga hikmah-hikmah yang terkandung dalam Alquran dan Alhadits yang telah saya pelajari)
• Mengarang cerita anak
• Menyerap bacaan/kalimat yang agak sulit
• Merancang strategi demi mencapai tujuan (Hidup, Finansial, Penjualan)
• Berpikir tentang masa depan
• Merumuskan masalah dan problem solvingnya
• Menempatkan seseorang sesuai kemampuannya
• Menimbang dan mempelajari sesuatu untuk menentukan sebuah nilai, kepentingan atau kondisi
• Memasak
• Crafting
• Berenang
• Running
• Membaca Alquran dengan tartil
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi anda TIDAK BISA
• Menjahit
• Menggambar menggunakan aplikasi di komputer
• Berkendara
• Berkuda
• Memanah
• Public Speaking/Communicator (Saya bisa namun belum mahir, perlu belajar dan jam terbang yang jauh lebih banyak)
• Menganalisis data berupa angka-angka menggunakan aplikasi komputer
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
• Menjadi penengah diantara 2 orang yang berkonflik
• Mendistribusikan Barang
• Notulensi
• Menghapal
• Melayani dan merawat orang lain selain orang yang saya cintai (seperti suster, misalnya)/Care taker
• Perbankan
• Menjadi perwakilan di suatu tempat
• Menjaga keselamatan dan keamanan dari suatu resiko berbahaya
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
• Mengerjakan sesuatu yang tidak saya minati serta tidak saya pelajari, seperti IT, Hukum, Kimia, Ekonomi, dll
• Berbasa-basi
• Arranger
• Commander, memaksa orang mengerjakan sesuatu
• Melayani seseorang sebagai pekerjaan, customer service atau perawat contohnya.
--------
Diluar materi ini, saya juga menganjurkan pasangan saya melakukan tes temubakat tersebut, diluar dugaan, ternyata beliau sudah melakukan tes tersebut sebelumnya, maka inilah hasilnya.
Terlihat banyak perbedaan diantara kami, yang saya berharap, diluar materi "Menemukan Misi Hidup sebagai Individu" ini, saya dan suami bisa saling bekerja sama sebagai sepasang suami istri yang dapat saling melengkapi satu sama lain.
Karena berbeda bukanlah menjadi oenghalang keharmonisan sebuah keluarga, namun dengan perbedaan, sepasang suami istri dapat saling mengisi kekurangan satu sama lain demi mencapai tujuan bersama.
Aamiin.. InsyaaAlloh.
Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
π Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
1. masuk ke www.temubakat.com
2. isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
3. Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
Alhamdulillah sejalan, saya cocok menjadi edukator atau motivator. Sesuai dengan cita-cita dan misi kehidupan saya sebagai seorang individu. Saya senang membagikan ide, gagasan, teori, serta hal-hal bermanfaat lainnya kepada orang lain. Saya senang melihat orang lain maju dan menjadi lebih baik. Tepatnya bersama-sama menuju ke arah yang lebih baik. Saya selalu percaya bahwa memberikan kebaikan dan kebermanfaatan kepada orang lain akan menguatkan pondasi ilmu tersebut dalam diri saya, dan akan menghadirkan kebaikan-kebaikan yang lainnya, kembali ke dalam hidup saya lagi. Saya senang membersamai kebaikan pada lingkungan saya. Dan melihat pertumbuhannya.
Saya juga senang menulis. Berbagi manfaat lewat tulisan. Menemukan jalan keluar yang paling dengan cara menimbang, mempelajari, menganalisa, memilih, dan memutuskan yang terbaik yang paling mungkin untuk dilakukan. Sesuai pertanyaan yang paling tidak cocok dan yang tidak cocok bagi saya pribadi 5 poin itu terlalu banyak. Karena mungkin saja tidak selalu setiap individu memiliki ketidakcocokkan sejumlah 5 poin. Dikarenakan hal tersebut, mau tidak mau saya harus memilih sehingga "merasa" tidak cocok pada sesuatu hal yang bagi saya sejatinya biasa saja. Kebanyakan dari poin-poin yang tidak cocok tersebut saya pilih karena saya tidak pernah "mengalami" pekerjaan yang berkaitan dengan poin tersebut, seperti memproduksi barang pada manufaktur, atau hal-hal yang berkaitan dengan technical.
Namun untuk potensi kekuatan saya, sejauh ini sedikit banyak menjelaskan bagaimana dan apa yang menjadi minat dan bakat saya.
4. Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
π Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
• Menulis
• Membaca Buku
• Memotivasi/Mengedukasi orang lain baik secara personal ataupun didepan publik (tentang pendidikan ibu dan anak (pengasuhan, ASI, tumbuh kembang, kesehatan dlsb), finansial keluarga, juga hikmah-hikmah yang terkandung dalam Alquran dan Alhadits yang telah saya pelajari)
• Mengarang cerita anak
• Menyerap bacaan/kalimat yang agak sulit
• Merancang strategi demi mencapai tujuan (Hidup, Finansial, Penjualan)
• Berpikir tentang masa depan
• Merumuskan masalah dan problem solvingnya
• Menempatkan seseorang sesuai kemampuannya
• Menimbang dan mempelajari sesuatu untuk menentukan sebuah nilai, kepentingan atau kondisi
• Memasak
• Crafting
• Berenang
• Running
• Membaca Alquran dengan tartil
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi anda TIDAK BISA
• Menjahit
• Menggambar menggunakan aplikasi di komputer
• Berkendara
• Berkuda
• Memanah
• Public Speaking/Communicator (Saya bisa namun belum mahir, perlu belajar dan jam terbang yang jauh lebih banyak)
• Menganalisis data berupa angka-angka menggunakan aplikasi komputer
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
• Menjadi penengah diantara 2 orang yang berkonflik
• Mendistribusikan Barang
• Notulensi
• Menghapal
• Melayani dan merawat orang lain selain orang yang saya cintai (seperti suster, misalnya)/Care taker
• Perbankan
• Menjadi perwakilan di suatu tempat
• Menjaga keselamatan dan keamanan dari suatu resiko berbahaya
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
• Mengerjakan sesuatu yang tidak saya minati serta tidak saya pelajari, seperti IT, Hukum, Kimia, Ekonomi, dll
• Berbasa-basi
• Arranger
• Commander, memaksa orang mengerjakan sesuatu
• Melayani seseorang sebagai pekerjaan, customer service atau perawat contohnya.
--------
Diluar materi ini, saya juga menganjurkan pasangan saya melakukan tes temubakat tersebut, diluar dugaan, ternyata beliau sudah melakukan tes tersebut sebelumnya, maka inilah hasilnya.
Karena berbeda bukanlah menjadi oenghalang keharmonisan sebuah keluarga, namun dengan perbedaan, sepasang suami istri dapat saling mengisi kekurangan satu sama lain demi mencapai tujuan bersama.
Aamiin.. InsyaaAlloh.
❤❤❤
Subscribe to:
Posts (Atom)























