Thursday, March 23, 2017

NHW #9: BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN

Nice HomeWork #9

BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.


Membuat Grup Whatsapp yang produktif dan edukatif

Status sosial venture ini sudah berjalan. Dan akan terus saya kembangkan. Mungkin kelak akan saya tambah dengan kuliah whatsapp para profesional atau diadakan pertemuan untuk sharing/diskusi sesama grup sehingga ilmu yang disampaikan lebih 'shahih' dan menancap di hati.

Mengedukasi Perencanaan Keuangan Kelurga yang Syar'i

Status sosial venture ini sudah berjalan. Saya telah mepresentasikan perencanaan keuangan syariah di dua tempat untuk remaja masjid, khusus keputrian salah satunya. Dan satu tempat lagi di pengajian wanita (Ibu-ibu dan remaja puteri). Saat ini materi yang ada tentang Perencanaan keuangan keluarga, insya Alloh akan saya kembangkan pula materi untuk mahasiswa serta first jobber yang sedang senang-senangnya menikmati hasil jerih payah sendiri. Sehingga jika dibutuhkan, materi tersebut bisa disampaikan kepada para remaja, khususnya keputrian. Saya berharap pada tahun ini bisa memberikan setidaknya 3 presentasi di tempat yang berbeda.

Mengedukasi serta Memotivasi Remaja Puteri untuk Menikah dengan cara Syar'i

Status sosial venture ini belum berjalan. Mengingat awal mula terbentuknya sebuah generasi adalah dari menikahnya sepasang laki-laki dan perempuan, maka perihal bertemu, berkenalan hingga akhirnya memutuskan untuk menikah adalah sesuatu yang harus dimiliki ilmunya dahulu sebelum diamalkan. Untuk itu saya berkeinginan menjadi salah satu orang yang bisa memberikan ilmu tersebut sesuai tuntunan Quran dan Hadits. Untuk saat ini, insyaAlloh saya akan mengemas materi-materi yang syar'i dan mudah diterima remaja-remaja putri, khususnya, setelah itu saya akan menawarkan materi tersebut untuk disampaikan ke beberapa masjid-masjid yang memiliki organisasi keputrian yang masih aktif. Saya berharap pada tahun ini bisa memberikan setidaknya 3 presentasi di tempat yang berbeda.

Menulis serta Memproduksi Buku Cerita Anak dengan harga terjangkau 

Status sosial venture ini masih berupa gagasan dan belum berjalan. Saya juga ingin memberikan solusi/perubahan lewat tulisan-tulisan.

•••

Sebenarnya ada banyak sekali gagasan-gagasan yang bermunculan di kepala, karena memang dominasi saya ada pada generating idea. Alhamdulillahi robbil 'alamiin Allah pertemukan saya dengan kelas Matrikulasi yang awalnya saya tidak ada niatan untuk ikuti. Sesuap demi sesuap saya mencerna materi yang ada, selangkah demi selangkah saya mengerjakan NHW-NHW yang diberikan, saya semakin menemukan jati diri saya. Saya menemukan ritme hidup yang pas untuk saya, saya menemukan kewajiban dan hak yang perlu saya jalani dan apresiasi. Saya menemukan diri saya berbinar-binar menikmati proses belajar di Universitas Kehidupan ini. Dan NHW terakhir ini adalah "gong"nya kelas matrikulasi. Intitut Ibu Profesional berharap kami semua bisa menjadi Ibu yang bahagia dengan memberikan perubahan-perubahan baik disekitar.

Setiap kita memang tidak ada yang sempurna, saya masih butuh waktu untuk belajar tentang management waktu, dan lagi-lagi IIP kelak akan memfasilitasi proses belajar kami semua di kelas Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, mudah-mudahan Allah permudah dan berikan kebarokahan pada ikhtiar ini.

Akhirnya saya mendapatkan diri saya yang bisa menjalani misi ini, misi individu, misi Bunda sebagai seorang makhluk sosial yang bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar, untuk saat ini yang bisa saya bagikan kepada masyarakat adalah sesuatu yang sudah saya lewati dan yang sudah saya pahami. Tidak menutup kemungkinan kelak ketika saya naik kelas ke Bunda Sayang, Bunda Cekatan, saya juga akan membagikan ilmu-ilmu yang telah saya dapat dan praktekkan, dengan tulisan-tulisan di Blog pribadi, atau sosial media lainnya maupun sharing diskusi secara langsung dengan beberapa kerabat.

Mudah-mudahan Allah lancar dan mudahkan segala perjuangan saya sebagai agen perubahan. Mudah-mudahan Allah bantu saya karena saya membantu orang lain. Mudah-mudahan Allah berikan saya kemudahan dalam mencari ilmu serta mengamalkannya. Mudah-mudahan Allah memberikan saya kebarokahan dalam hidup sehingga bisa menjalankan peran sebagai Ibu Rumah Tangga dan mahkluk sosial dengan baik dan produktif. Mudah-mudahan Allah perbanyak ibu-ibu yang mau belajar dan berubah menjadi lebih baik agar kelak tercipta generasi yang bisa bertanggung jawab dan menjalani ketentuan-ketentuan Allah dan RasulNya.

Aamiiin.

Tertanda,


Nadya Sholihati Vaizal
With full of Love ❤

Tuesday, March 21, 2017

Materi #9: BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Matrikulasi IIP batch #3 sesi #9

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

“Mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

 "MISI SPESIFIK HIDUP KITA”

Kita harus paham *JALAN HIDUP* kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai *CARA MENUJU SUKSES*.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi *CHANGEMAKER FAMILY*.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Maka gunakan pola kaizen ( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal  kecil yang kita bisa.

*START FROM THE EMPHATY*

Inilah kuncinya.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.

Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION  , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat.

KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam


 /Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :
Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty,  2010
Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari,  2016

Friday, March 17, 2017

30 Menit Lebih Dekat bersama Pak Dodik Mariyanto

RESUME 30 MENIT LEBIH DEKAT

KELAS MATRIKULASI BATCH 3 
INSTITUT IBU PROFESIONAL - Bogor 2

Bogor, Kamis 16 Maret 2017

Narasumber: Bapak Dodik Mariyanto
Moderator : Wahyu Lissetiarani
Peresume : Nadya Sholihati Vaizal
Pukul: 19.30 - 20.00 wib

*****

Biografi narasumber:

DODIK MARIYANTO

Seorang ayah dari 3 orang anak.
Menikmati perannya sebagai IMAM keluarga bagi anak dan isterinya.

Founder dari Jarimatika, Ibu Profesional dan School of Life Lebah Putih ini, sekarang sedang menekuni jalan sunyinya dengan mendirikan " Padepokan Margosari".

Tidak akan pernah mau lama-lama di zona nyaman, maka aktivitas HIJRAH adalah aktivitas yang paling disukai. Salah satunya adalah hijrah dari "employee", "self employee", " Bussiness Owner" dan akhirnya menjadi "investor".

Prestasi tertinggi beliau adalah mendidik anak dan isterinya berprestasi dan bermanfaat bagi banyak orang.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - -- - - - - - - - - - - - 

Berikut isi diskusi bersama nara sumber dan peserta kelas Matrikulasi Bogor 2 :

Tanya Nola
1. Selamat datang Pak dodik. Langsung tanya, Saya termasuk orang yg percaya kalau keberhasilan dunia akhirat itu berawal dari pagi hari.
Nah, pertanyaan:
Bagaimana cara agar saya sejalan dg suami. Karena suami suka bergadang. Alasan beliau inspirasi muncul di malam yg tenang. Dan konsekuensinya pagi hari habis subuh jadi ngantuk. Mengingatkan dg cara uring-uringan rasanya udah ga mempan.

Jawab Pak Dodik: Dengan teladan. Tunjukkan bahwa memang dengan pagi hari Bunda mendapati kebahagiaan dan keberhasilan yang luar biasa.
Biarkan suami menyaksikannya. Masa sih ngga pengin juga sukses dan bahagia?

Dan sesekali sambil santai dibicarakan dengan nyaman hal ini.

Tanya Nina
2. Assalamualaikum pak, salam kenal.. 
Saya penasaran dengan maksud qoute pak Dodik "Jika saat ini suami masih enggan ikut terlibat, barangkali karena bunda berkeinginan berbagi beban, bukan berbagi kegembiraan"
Maksudnya bagaimana ya pak?
Bukankah suami istri itu suatu tim yang selalu bersama dalam keadaan lapang 0sempit, sedih gembira? 
Apakah seorang istri tidak boleh berbagi beban, misal: pekerjaan rumah tangga yang sebagian tidak bisa dilakukannya kepada suami, apakah seorang istri hanya boleh berbagi hal positif, dan tidak boleh mengeluh dihadapan suami? mohon penjelasannya ya, pak 🙏

#Jawab Pak Dodik:
Wa'alaikum salam ww
Betul pasangan itu (katanya) berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Segala susah dan senang dikerjakan dan dialami bersama.

Berkeluarga (dan juga hidup) itu laksana mendaki bukit, barangkali memang berat namun kita dapat membuatnya menyenangkan, memenuhinya dengan harapan. Banyak yang mesti dibawa dan rintangan yang mesti diatasi yang mesti dibagi bersama. Namun semua dilakukan dan diterima dengan sukacita karena dasarnya adalah harapan dan kegembiraan.

Nah, apa dasar Bunda berkeluarga?
Bila itu cinta, bukankah ini lebih dari sekedar harapan?
Maka buatlah berbaginya diterima secara membahagiakan, karena bukan beban penderitaan melainkan harapan

Tanya Nadia
3. Barakallah Pak Dodik.. Senang berkesempatan bertanya langsung kepada pak dodik... 

1. Pak dodik pernah bilang, "jika suami enggan terlibat, barangkali karena bunda ingin berbagi beban, bukan berbagi kebahagiaan." 

Bagaimana cara membedakan apakah kita berbagi beban atau kebahagiaan? 

2. Bagaimana mengajak suami agar mau terlibat dalam pendidikan anak, sejauh ini suami sudah mau terlibat tapi hanya dalam mengurus anak seperti memandikan, menyuapi makan, dll. Suami terkadang seperti kebingungan jika diajak membacakan cerita, dll untuk anak?

Terimakasih pak

#Jawab Pak Dodik:
1. Lihat saja pada diri Bunda, apakah Bunda menjalaninya dengan bahagia (meski berat) atau kalau bisa ingin membuang/menghindarinya?

2. Alhamdulillah sudah mau terlibat. Barangkali untuk hal yang ia masih enggan hanya karena canggung dan belum terlatih. Sedikit-sedikit dulu dan terima serta syukuri.

Nanti sembari jalan diobrolkan secara santai apalagi yang sekiranya dapat ia lakukan

Tanya Agita 
4. Salam kenal Pa Dodik..
Bagaimana peran ayah dalam pengasuhan & pendidikan anak? apalagi yang saya rasakan waktu suami banyak di kantor, seringnya berangkat kerja anak-anal masih tidur dan pulang kerja malam anak-anak sudah tidur.

#Jawab Pak Dodik
Ayah di kota besar memang perlu pengaturan waktu yang ekstra.
Teknologi saat ini sudah lebih memudahkan ayah yang seharian di kantor untuk dapat terhubung dan terlibat dengan kegiatan anak2. Maka manfaatkanlah dengan membuat video call, merekam suara untuk bercerita dll.

Saat berkumpul (libur misalnya), letakkan gadget dan full main dan beraktivitas sekeluarga

Tanya Irma
5. ‬Pak Dodik yg baik.. saat para ibu sudah terdidik sesuai fitrahnya untuk mencetak generasi yang baik, tentunya tak bisa lepas dari peran ayah yang fitrahnya sebagai imam. Tidakkah bapak tergerak untuk membentuk ayah professional agar tidak terjadi ketimpangan dalam keluarga. Dan para ayah pun semakin melek dengan peran pentingnya di keluarga.

#Jawab Pak Dodik
Tidak.
Saya tidak pintar untuk berkomunikasi dengan bapak2 heheee.

Meski demikian ada forum untuk keluarga seperti Kamtasia, Cangkrukan Homeschoolers, PERAK dll.
Dan juga untuk orang tua seperti School for Homeschool Facilitators.
Silakan lihat di www.padepokanmargosari.com

Tanya Dini
6. Assalammualaikum , 

Bapak Dodik perkenalkan saya dini dari Kelas Matrikulasi IIP Bogor, Alhamdulillah diberi
kesempatan untuk bisa memperkenalkan diri dan bertanya langsung tentang dunia parenting kepada seseorang yang sudah berpengalaman dibidangnya.

Pertanyaan saya :

1. Bagaimana cara agar keluarga menjadi tempat terbaik memulai aktualisasi diri.

2. Bagaimana agar bisa mendidik anak2 sesuai fitrahnya, bekerjasama dengan suami untuk sukses bersama dalam mendidik anak juga menjalani bahtera rumah tangga sesuai dengan fitrahnya .. Sehingga hidup kita dapat bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Terimakasih :).

#Jawab Pak Dodik
Wa'alaikum salam ww
1. Jadikan aktivitas keluarga profesi terbaik Bunda, rumah sebagai tempat belajar/kantor terbaik Bunda.

2. Mulai dengan belajar memahami anak menurut diri anak, bukan seperti kemauan kita orang tuanya. Kemudian belajar aneka cara untuk mendampingi mereka menyiapkan diri untuk menjalani peran hidupnya itu

Tanya Rimas
7. Assalamualaikum Pak Dodik salam kenal. Bagaimana menyiasati suami yang bekerja tetapi tetap terlibat dalam pendidikan anak-anak?

#Jawab Pak Dodik
Wa'alaikum salam ww
Lihat jawab saya sebelumnya nggih

Tanya Nazroh
8. Salam pak.. Pertanyaan saya sederhana saja, adakah rencana untuk membentuk institut ayah profesional? 🙏

#Jawab Pak Dodik
Tidak heheee
Lihat jawab saya di atas

Tanya Evi
9. Bagaimana menghadapi suami yang pola pikirnya tidak sama atau tidak bisa se-visi dengan istri. "Maaf " mungkin dikarenakan tingkat pendidikan yang lebih rendah dari sang istri. Sehingga menjalani pernikahan tanpa konsep yang jelas. Mengalir saja... Punteenn. 🙏

#Jawab Pak Dodik
Jika memang mengalir saja itu sudah membahagiakan, jalani saja dengan penuh rasa syukur.
Jika tidak, obrolkan dengan santai, dengan bahasa sederhana (tidak perlu repot dengan kata2 visi, misi, strategi, dll) bagaimana membangun keluarga yang asyik dan berbagi peran bersama.

Lalu terapkan mantra dasar IIP: Banyak main bareng, berkegiatan bareng dan ngobrol bareng sekeluarga, agar kian hangat dan kian saling mengerti dan menerima.

Tanya Yusi
10. Salam kenal pak Dodik, 
yang saya ingin tanyakan:
1. Adakah kriteria khusus untuk menjadi ayah profesional? 
2. Dalam mendidik anak hal-hal apa saja yang utama harus sejalan antara istri dan suami? 
Terima kasih

#Jawab Pak Dodik
1. Tidak ada, kecuali berminat dan menjalani sungguh2 untuk menjadi ayah profesional.

2. Arah yang dituju, nilai2 yang dianut keluarga dan apa yang akan dikerjakan bersama

Tanya Fani        
11. Bagaimana mendidik anak laki2 agar kelak menjadi "Bapak Profesional" seperti Pak Dodik ?

#Jawab Pak Dodik
Memberinya contoh/teladan dan mendekatkannya dengan lingkungan yang sesuai dengan hal itu

Tanya Nonie
12. Assalamua'laikum Pak Dodik, salam kenal dr Nonie.. 
Bagaimana menghadapi sikap suami yang terlalu cuek dan kurang inisiatif dalam aktivitas rumah tangga? Terimakasih

#Jawab Pak Dodik
Wa'alaikum salam ww
Diterima, disyukuri terlebih dahulu. 

Kemudian ajak ia menerapkan mantra dasar IIP itu.
Jalankan dengan bahagia, dan persedikit tuntutan terhadap pasangan.

Tanggapan Mely
13. Noted. Menerima, mensyukuri dan enjoy ya, Pak..😊

Tanya Fani
14. Mantra dasar IIP itu apa saja pak ?

#Jawab Pak Dodik
Banyak bermain bersama, beraktivitas bersama, dan ngobrol bareng sekeluarga.

Closing Pak Dodik
Alhamdulillah sudah 19.59
Saya undur diri geser ke tetangga
Semoga bermanfaat dan berkah

Selamat belajar dan beraktivitas dengan bahagia, tidak perlu seperti memanggul dan menyeret beban
Wassalamu'alaikum ww.