Showing posts with label Kelas Matrikulasi. Show all posts
Showing posts with label Kelas Matrikulasi. Show all posts

Tuesday, April 4, 2017

Aliran Rasa kelas Matrikulasi IIP


Institut Ibu Profesional.

Membaca sebuah nama komunitas ibu-ibu itu terpampang di timeline media sosial saya saja sudah membuat saya bergidik. 

Ibu? 
Profesional? 
Benarkah ada seorang Ibu yang Profesional? 
Tidak mungkin. 
Pasti mereka pernah melakukan kesalahan. Kenapa pasti? Karena simply, kullu bani Adam khoto'un, setiap anak turun Adam pasti melakukan kesalahan.

Lalu apa yang dimaksud Ibu Profesional? Bagaimana mungkin seorang Ibu bisa profesional? Seperti apa yang dipelajari Ibu-ibu itu hingga bisa menjadi profesional? 

Betul, dengan membaca nama komunitasnya saja sudah cukup membuat saya penasaran dengan siapa pendirinya, apa agendanya dan seluk beluk di dalamnya.

Hingga sampailah saya pada kesempatan mengenal lebih jauh tentang IIP melalui kelas Matrikulasinya. 

Excited? Tentuu. 
Bercampur dengan rasa khawatir dan takut akan semua kekurangan-kekurangan saya sebagai seorang ibu dan istri.

Kelas Matrikulasi kembali membawa saya berada di titik 0 hidup saya. Mengingatkan kembali tentang kodrat dan fungsi yang sebenar-benarnya sebagai perempuan. Bukan, kodratnya bukan hanya sebagai tempat dilahirkannya keturunan saja, melainkan juga sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Mengapa ini penting, karena tanggung jawab membawa anak kurang lebih 9 bulan dan rasa sakit melahirkan belum seberapa dibanding tanggung jawab akan adab, akhlak, aqidah, cara berpikir si anak yang merupakan titipan Allah langsung kepada sang baby sitterNya di dunia yakni orang tua, khususnya ibu. Dan rasa sakit melihat kegagalan anak tentang pemahaman dan amalannya sesuai Alquran dan Alhadits jauh lebih mengerikan dibanding peristiwa melahirkan. Fungsi wanita, bukan hanya tentang masak dan bersolek, jauh dari itu, kita sedang berproses membangun sebuah peradaban lewat tangan kita sendiri.

Dalam banyak sisi kehidupan, tentu kita seringkali mendapat nasihat, petuah, petunjuk yang terbaik untuk menjadi seorang hamba, anak, istri maupun ibu. Maka, bersama kelas matrikulasi IIP, kita dimantapkan kembali tentang ilmu-ilmu yang sudah kita peroleh. Disadarkan tentang mengolah informasi, fokus, ikhlas, mengenal dan bisa mengukur potensi diri serta didukung untuk mencapai mimpinya yang bermanfaat untuk banyak orang. Merekonstruksi cara berpikir agar mudah dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Menambah jam terbang supaya ahli dibidangnya, yakni menjadi seorang istri dan ibu. Serta kita dirangkul untuk membersamai teman-teman yang lain sebagai Ibu yang akan membangun sebuah peradaban yang lebih baik. 

Luar biasa. Alhamdulillah. Alhamdulillahi robbil 'alamiin.

Kita akan menemukan teman-teman dengan satu tujuan. Perkumpulan sehat yang memiliki support system dan pondasi yang baik. Dan yang paling penting, berjuang bersama-sama berharap akan ridhoNya. Masyaa Allah.

Saat kita tahu dan sadar apa misi spesifik hidup kita, kita menjadi lebih tangguh, lebih efektif dan mantap saat melangkah. Tidak mudah diombang-ambingkan tren atau informasi yang terlalu banyak hilir mudik di kehidupan. Niat kita menjadi tegak, lurus, lillahi ta'ala. Lebih kuat dari yang sebelumnya, insyaAlloh. 

Menjadi seorang Ibu adalah menjadi pembelajar sejati. Ibu yang tangguh adalah ibu yang memiliki kecerdasan adversity. Kecerdasan untuk selalu berikhtiar dalam mengatasi kesulitan hidup, ketahanan dalam menjalani masalah dan mencari solusinya dengan tenang dan sabar.

Menjadi seorang manusia berarti siap untuk berjihad, siap bermanfaat untuk banyak orang. Karena tentu saja, kita butuh benih yang ditanam untuk kemudian bisa dipanen. Kita yang butuh untuk menjadi bermanfaat, walaupun orang lain tidak merasakannya. Kita yang butuh berdakwah, bukan agama yang butuh kita. Menjalani misi kehidupan yang tidak bertentangan dengan mimpi pribadi. Menginspirasi dan berbahagia atas pencapaian dan kebermanfaatannya sebagai manusia dengan mukhlis lillahi ta'ala.

Kelas matrikulasi ini menyajikan materi, tugas, tenggat waktu, pembahasan serta tanya jawab yang dipandu oleh teman-teman seperjuangan yang memulai lebih dulu dengan segudang ilmu yang mereka dapatkan dari ibu Septi dan tim-nya. Dibimbing untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.

Menjadi Ibu profesional bukan berarti menjadi ibu yang tidak pernah salah. Melainkan, menjadi ibu yang mau terus belajar dan berproses untuk memantaskan diri menapaki universitas kehidupan dengan kecerdasan adversity yang baik, ilmu yang mumpuni, mimpi yang direalisasikan serta kerendahan hati dan niat yang tulus demi mendapatkan apresiasi dari Allah semata.

Dalam prosesnya tentu tidak mudah, selalu ada khilaf dan salah bahkan mungkin berdarah-darah. Tapi jangan sampai semua itu menjadi alasan untuk menyerah. Kita tidak boleh kalah!

Salam Ibu Profesional.



**
Terimakasih tak terhingga untuk Ibu Septi, Pak Dodik dan para fasilitator IIP kelas matrikulasi. Kalian luar biasa, mudah-mudahan Allah selalu beri hidayahNya kepada kita.

Alhamdulillahi jazaa kumullohu khoiroo untuk suami tercinta dan anak laki-laki tersayang amih atas support dan kerjasamanya. Kita bisa! ❤

Thursday, March 23, 2017

NHW #9: BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN

Nice HomeWork #9

BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.


Membuat Grup Whatsapp yang produktif dan edukatif

Status sosial venture ini sudah berjalan. Dan akan terus saya kembangkan. Mungkin kelak akan saya tambah dengan kuliah whatsapp para profesional atau diadakan pertemuan untuk sharing/diskusi sesama grup sehingga ilmu yang disampaikan lebih 'shahih' dan menancap di hati.

Mengedukasi Perencanaan Keuangan Kelurga yang Syar'i

Status sosial venture ini sudah berjalan. Saya telah mepresentasikan perencanaan keuangan syariah di dua tempat untuk remaja masjid, khusus keputrian salah satunya. Dan satu tempat lagi di pengajian wanita (Ibu-ibu dan remaja puteri). Saat ini materi yang ada tentang Perencanaan keuangan keluarga, insya Alloh akan saya kembangkan pula materi untuk mahasiswa serta first jobber yang sedang senang-senangnya menikmati hasil jerih payah sendiri. Sehingga jika dibutuhkan, materi tersebut bisa disampaikan kepada para remaja, khususnya keputrian. Saya berharap pada tahun ini bisa memberikan setidaknya 3 presentasi di tempat yang berbeda.

Mengedukasi serta Memotivasi Remaja Puteri untuk Menikah dengan cara Syar'i

Status sosial venture ini belum berjalan. Mengingat awal mula terbentuknya sebuah generasi adalah dari menikahnya sepasang laki-laki dan perempuan, maka perihal bertemu, berkenalan hingga akhirnya memutuskan untuk menikah adalah sesuatu yang harus dimiliki ilmunya dahulu sebelum diamalkan. Untuk itu saya berkeinginan menjadi salah satu orang yang bisa memberikan ilmu tersebut sesuai tuntunan Quran dan Hadits. Untuk saat ini, insyaAlloh saya akan mengemas materi-materi yang syar'i dan mudah diterima remaja-remaja putri, khususnya, setelah itu saya akan menawarkan materi tersebut untuk disampaikan ke beberapa masjid-masjid yang memiliki organisasi keputrian yang masih aktif. Saya berharap pada tahun ini bisa memberikan setidaknya 3 presentasi di tempat yang berbeda.

Menulis serta Memproduksi Buku Cerita Anak dengan harga terjangkau 

Status sosial venture ini masih berupa gagasan dan belum berjalan. Saya juga ingin memberikan solusi/perubahan lewat tulisan-tulisan.

•••

Sebenarnya ada banyak sekali gagasan-gagasan yang bermunculan di kepala, karena memang dominasi saya ada pada generating idea. Alhamdulillahi robbil 'alamiin Allah pertemukan saya dengan kelas Matrikulasi yang awalnya saya tidak ada niatan untuk ikuti. Sesuap demi sesuap saya mencerna materi yang ada, selangkah demi selangkah saya mengerjakan NHW-NHW yang diberikan, saya semakin menemukan jati diri saya. Saya menemukan ritme hidup yang pas untuk saya, saya menemukan kewajiban dan hak yang perlu saya jalani dan apresiasi. Saya menemukan diri saya berbinar-binar menikmati proses belajar di Universitas Kehidupan ini. Dan NHW terakhir ini adalah "gong"nya kelas matrikulasi. Intitut Ibu Profesional berharap kami semua bisa menjadi Ibu yang bahagia dengan memberikan perubahan-perubahan baik disekitar.

Setiap kita memang tidak ada yang sempurna, saya masih butuh waktu untuk belajar tentang management waktu, dan lagi-lagi IIP kelak akan memfasilitasi proses belajar kami semua di kelas Bunda Sayang dan Bunda Cekatan, mudah-mudahan Allah permudah dan berikan kebarokahan pada ikhtiar ini.

Akhirnya saya mendapatkan diri saya yang bisa menjalani misi ini, misi individu, misi Bunda sebagai seorang makhluk sosial yang bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar, untuk saat ini yang bisa saya bagikan kepada masyarakat adalah sesuatu yang sudah saya lewati dan yang sudah saya pahami. Tidak menutup kemungkinan kelak ketika saya naik kelas ke Bunda Sayang, Bunda Cekatan, saya juga akan membagikan ilmu-ilmu yang telah saya dapat dan praktekkan, dengan tulisan-tulisan di Blog pribadi, atau sosial media lainnya maupun sharing diskusi secara langsung dengan beberapa kerabat.

Mudah-mudahan Allah lancar dan mudahkan segala perjuangan saya sebagai agen perubahan. Mudah-mudahan Allah bantu saya karena saya membantu orang lain. Mudah-mudahan Allah berikan saya kemudahan dalam mencari ilmu serta mengamalkannya. Mudah-mudahan Allah memberikan saya kebarokahan dalam hidup sehingga bisa menjalankan peran sebagai Ibu Rumah Tangga dan mahkluk sosial dengan baik dan produktif. Mudah-mudahan Allah perbanyak ibu-ibu yang mau belajar dan berubah menjadi lebih baik agar kelak tercipta generasi yang bisa bertanggung jawab dan menjalani ketentuan-ketentuan Allah dan RasulNya.

Aamiiin.

Tertanda,


Nadya Sholihati Vaizal
With full of Love ❤

Tuesday, March 21, 2017

Materi #9: BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Matrikulasi IIP batch #3 sesi #9

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

“Mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

 "MISI SPESIFIK HIDUP KITA”

Kita harus paham *JALAN HIDUP* kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai *CARA MENUJU SUKSES*.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi *CHANGEMAKER FAMILY*.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Maka gunakan pola kaizen ( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal  kecil yang kita bisa.

*START FROM THE EMPHATY*

Inilah kuncinya.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.

Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION  , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat.

KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam


 /Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :
Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty,  2010
Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari,  2016

Friday, March 17, 2017

30 Menit Lebih Dekat bersama Pak Dodik Mariyanto

RESUME 30 MENIT LEBIH DEKAT

KELAS MATRIKULASI BATCH 3 
INSTITUT IBU PROFESIONAL - Bogor 2

Bogor, Kamis 16 Maret 2017

Narasumber: Bapak Dodik Mariyanto
Moderator : Wahyu Lissetiarani
Peresume : Nadya Sholihati Vaizal
Pukul: 19.30 - 20.00 wib

*****

Biografi narasumber:

DODIK MARIYANTO

Seorang ayah dari 3 orang anak.
Menikmati perannya sebagai IMAM keluarga bagi anak dan isterinya.

Founder dari Jarimatika, Ibu Profesional dan School of Life Lebah Putih ini, sekarang sedang menekuni jalan sunyinya dengan mendirikan " Padepokan Margosari".

Tidak akan pernah mau lama-lama di zona nyaman, maka aktivitas HIJRAH adalah aktivitas yang paling disukai. Salah satunya adalah hijrah dari "employee", "self employee", " Bussiness Owner" dan akhirnya menjadi "investor".

Prestasi tertinggi beliau adalah mendidik anak dan isterinya berprestasi dan bermanfaat bagi banyak orang.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - -- - - - - - - - - - - - 

Berikut isi diskusi bersama nara sumber dan peserta kelas Matrikulasi Bogor 2 :

Tanya Nola
1. Selamat datang Pak dodik. Langsung tanya, Saya termasuk orang yg percaya kalau keberhasilan dunia akhirat itu berawal dari pagi hari.
Nah, pertanyaan:
Bagaimana cara agar saya sejalan dg suami. Karena suami suka bergadang. Alasan beliau inspirasi muncul di malam yg tenang. Dan konsekuensinya pagi hari habis subuh jadi ngantuk. Mengingatkan dg cara uring-uringan rasanya udah ga mempan.

Jawab Pak Dodik: Dengan teladan. Tunjukkan bahwa memang dengan pagi hari Bunda mendapati kebahagiaan dan keberhasilan yang luar biasa.
Biarkan suami menyaksikannya. Masa sih ngga pengin juga sukses dan bahagia?

Dan sesekali sambil santai dibicarakan dengan nyaman hal ini.

Tanya Nina
2. Assalamualaikum pak, salam kenal.. 
Saya penasaran dengan maksud qoute pak Dodik "Jika saat ini suami masih enggan ikut terlibat, barangkali karena bunda berkeinginan berbagi beban, bukan berbagi kegembiraan"
Maksudnya bagaimana ya pak?
Bukankah suami istri itu suatu tim yang selalu bersama dalam keadaan lapang 0sempit, sedih gembira? 
Apakah seorang istri tidak boleh berbagi beban, misal: pekerjaan rumah tangga yang sebagian tidak bisa dilakukannya kepada suami, apakah seorang istri hanya boleh berbagi hal positif, dan tidak boleh mengeluh dihadapan suami? mohon penjelasannya ya, pak 🙏

#Jawab Pak Dodik:
Wa'alaikum salam ww
Betul pasangan itu (katanya) berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Segala susah dan senang dikerjakan dan dialami bersama.

Berkeluarga (dan juga hidup) itu laksana mendaki bukit, barangkali memang berat namun kita dapat membuatnya menyenangkan, memenuhinya dengan harapan. Banyak yang mesti dibawa dan rintangan yang mesti diatasi yang mesti dibagi bersama. Namun semua dilakukan dan diterima dengan sukacita karena dasarnya adalah harapan dan kegembiraan.

Nah, apa dasar Bunda berkeluarga?
Bila itu cinta, bukankah ini lebih dari sekedar harapan?
Maka buatlah berbaginya diterima secara membahagiakan, karena bukan beban penderitaan melainkan harapan

Tanya Nadia
3. Barakallah Pak Dodik.. Senang berkesempatan bertanya langsung kepada pak dodik... 

1. Pak dodik pernah bilang, "jika suami enggan terlibat, barangkali karena bunda ingin berbagi beban, bukan berbagi kebahagiaan." 

Bagaimana cara membedakan apakah kita berbagi beban atau kebahagiaan? 

2. Bagaimana mengajak suami agar mau terlibat dalam pendidikan anak, sejauh ini suami sudah mau terlibat tapi hanya dalam mengurus anak seperti memandikan, menyuapi makan, dll. Suami terkadang seperti kebingungan jika diajak membacakan cerita, dll untuk anak?

Terimakasih pak

#Jawab Pak Dodik:
1. Lihat saja pada diri Bunda, apakah Bunda menjalaninya dengan bahagia (meski berat) atau kalau bisa ingin membuang/menghindarinya?

2. Alhamdulillah sudah mau terlibat. Barangkali untuk hal yang ia masih enggan hanya karena canggung dan belum terlatih. Sedikit-sedikit dulu dan terima serta syukuri.

Nanti sembari jalan diobrolkan secara santai apalagi yang sekiranya dapat ia lakukan

Tanya Agita 
4. Salam kenal Pa Dodik..
Bagaimana peran ayah dalam pengasuhan & pendidikan anak? apalagi yang saya rasakan waktu suami banyak di kantor, seringnya berangkat kerja anak-anal masih tidur dan pulang kerja malam anak-anak sudah tidur.

#Jawab Pak Dodik
Ayah di kota besar memang perlu pengaturan waktu yang ekstra.
Teknologi saat ini sudah lebih memudahkan ayah yang seharian di kantor untuk dapat terhubung dan terlibat dengan kegiatan anak2. Maka manfaatkanlah dengan membuat video call, merekam suara untuk bercerita dll.

Saat berkumpul (libur misalnya), letakkan gadget dan full main dan beraktivitas sekeluarga

Tanya Irma
5. ‬Pak Dodik yg baik.. saat para ibu sudah terdidik sesuai fitrahnya untuk mencetak generasi yang baik, tentunya tak bisa lepas dari peran ayah yang fitrahnya sebagai imam. Tidakkah bapak tergerak untuk membentuk ayah professional agar tidak terjadi ketimpangan dalam keluarga. Dan para ayah pun semakin melek dengan peran pentingnya di keluarga.

#Jawab Pak Dodik
Tidak.
Saya tidak pintar untuk berkomunikasi dengan bapak2 heheee.

Meski demikian ada forum untuk keluarga seperti Kamtasia, Cangkrukan Homeschoolers, PERAK dll.
Dan juga untuk orang tua seperti School for Homeschool Facilitators.
Silakan lihat di www.padepokanmargosari.com

Tanya Dini
6. Assalammualaikum , 

Bapak Dodik perkenalkan saya dini dari Kelas Matrikulasi IIP Bogor, Alhamdulillah diberi
kesempatan untuk bisa memperkenalkan diri dan bertanya langsung tentang dunia parenting kepada seseorang yang sudah berpengalaman dibidangnya.

Pertanyaan saya :

1. Bagaimana cara agar keluarga menjadi tempat terbaik memulai aktualisasi diri.

2. Bagaimana agar bisa mendidik anak2 sesuai fitrahnya, bekerjasama dengan suami untuk sukses bersama dalam mendidik anak juga menjalani bahtera rumah tangga sesuai dengan fitrahnya .. Sehingga hidup kita dapat bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Terimakasih :).

#Jawab Pak Dodik
Wa'alaikum salam ww
1. Jadikan aktivitas keluarga profesi terbaik Bunda, rumah sebagai tempat belajar/kantor terbaik Bunda.

2. Mulai dengan belajar memahami anak menurut diri anak, bukan seperti kemauan kita orang tuanya. Kemudian belajar aneka cara untuk mendampingi mereka menyiapkan diri untuk menjalani peran hidupnya itu

Tanya Rimas
7. Assalamualaikum Pak Dodik salam kenal. Bagaimana menyiasati suami yang bekerja tetapi tetap terlibat dalam pendidikan anak-anak?

#Jawab Pak Dodik
Wa'alaikum salam ww
Lihat jawab saya sebelumnya nggih

Tanya Nazroh
8. Salam pak.. Pertanyaan saya sederhana saja, adakah rencana untuk membentuk institut ayah profesional? 🙏

#Jawab Pak Dodik
Tidak heheee
Lihat jawab saya di atas

Tanya Evi
9. Bagaimana menghadapi suami yang pola pikirnya tidak sama atau tidak bisa se-visi dengan istri. "Maaf " mungkin dikarenakan tingkat pendidikan yang lebih rendah dari sang istri. Sehingga menjalani pernikahan tanpa konsep yang jelas. Mengalir saja... Punteenn. 🙏

#Jawab Pak Dodik
Jika memang mengalir saja itu sudah membahagiakan, jalani saja dengan penuh rasa syukur.
Jika tidak, obrolkan dengan santai, dengan bahasa sederhana (tidak perlu repot dengan kata2 visi, misi, strategi, dll) bagaimana membangun keluarga yang asyik dan berbagi peran bersama.

Lalu terapkan mantra dasar IIP: Banyak main bareng, berkegiatan bareng dan ngobrol bareng sekeluarga, agar kian hangat dan kian saling mengerti dan menerima.

Tanya Yusi
10. Salam kenal pak Dodik, 
yang saya ingin tanyakan:
1. Adakah kriteria khusus untuk menjadi ayah profesional? 
2. Dalam mendidik anak hal-hal apa saja yang utama harus sejalan antara istri dan suami? 
Terima kasih

#Jawab Pak Dodik
1. Tidak ada, kecuali berminat dan menjalani sungguh2 untuk menjadi ayah profesional.

2. Arah yang dituju, nilai2 yang dianut keluarga dan apa yang akan dikerjakan bersama

Tanya Fani        
11. Bagaimana mendidik anak laki2 agar kelak menjadi "Bapak Profesional" seperti Pak Dodik ?

#Jawab Pak Dodik
Memberinya contoh/teladan dan mendekatkannya dengan lingkungan yang sesuai dengan hal itu

Tanya Nonie
12. Assalamua'laikum Pak Dodik, salam kenal dr Nonie.. 
Bagaimana menghadapi sikap suami yang terlalu cuek dan kurang inisiatif dalam aktivitas rumah tangga? Terimakasih

#Jawab Pak Dodik
Wa'alaikum salam ww
Diterima, disyukuri terlebih dahulu. 

Kemudian ajak ia menerapkan mantra dasar IIP itu.
Jalankan dengan bahagia, dan persedikit tuntutan terhadap pasangan.

Tanggapan Mely
13. Noted. Menerima, mensyukuri dan enjoy ya, Pak..😊

Tanya Fani
14. Mantra dasar IIP itu apa saja pak ?

#Jawab Pak Dodik
Banyak bermain bersama, beraktivitas bersama, dan ngobrol bareng sekeluarga.

Closing Pak Dodik
Alhamdulillah sudah 19.59
Saya undur diri geser ke tetangga
Semoga bermanfaat dan berkah

Selamat belajar dan beraktivitas dengan bahagia, tidak perlu seperti memanggul dan menyeret beban
Wassalamu'alaikum ww.

Wednesday, March 15, 2017

Materi #8: MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

MISI SPESIFIK Matrikulasi Ibu Profesional batch #3 sesi #8

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.

Be Professional, Rejeki will Follow

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.

Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan, bukan bersungguh-sungguh karena uang.

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir (sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh (usiia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis). 

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,   karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.


Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)


Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)


Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”. 

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami  akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/



Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2017
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_ HIDUP DAN PRODUKTIVITAS


Friday, March 10, 2017

NHW #7: TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

Nice Homework #7

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.

Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping. 

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :

1. masuk ke www.temubakat.com

2. isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya

3. Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.

Alhamdulillah sejalan, saya cocok menjadi edukator atau motivator. Sesuai dengan cita-cita dan misi kehidupan saya sebagai seorang individu. Saya senang membagikan ide, gagasan, teori, serta hal-hal bermanfaat lainnya kepada orang lain. Saya senang melihat orang lain maju dan menjadi lebih baik. Tepatnya bersama-sama menuju ke arah yang lebih baik. Saya selalu percaya bahwa memberikan kebaikan dan kebermanfaatan kepada orang lain akan menguatkan pondasi ilmu tersebut dalam diri saya, dan akan menghadirkan kebaikan-kebaikan yang lainnya, kembali ke dalam hidup saya lagi. Saya senang membersamai kebaikan pada lingkungan saya. Dan melihat pertumbuhannya. 

Saya juga senang menulis. Berbagi manfaat lewat tulisan. Menemukan jalan keluar yang paling dengan cara  menimbang, mempelajari, menganalisa, memilih, dan memutuskan yang terbaik yang paling mungkin untuk dilakukan. Sesuai pertanyaan yang paling tidak cocok dan yang tidak cocok bagi saya pribadi 5 poin itu terlalu banyak. Karena mungkin saja tidak selalu setiap individu memiliki ketidakcocokkan sejumlah 5 poin. Dikarenakan hal tersebut, mau tidak mau saya harus memilih sehingga "merasa" tidak cocok pada sesuatu hal yang bagi saya sejatinya biasa saja. Kebanyakan dari poin-poin yang tidak cocok tersebut saya pilih karena saya tidak pernah "mengalami" pekerjaan yang berkaitan dengan poin tersebut, seperti memproduksi barang pada manufaktur, atau hal-hal yang berkaitan dengan technical.

Namun untuk potensi kekuatan saya, sejauh ini sedikit banyak menjelaskan bagaimana dan apa yang menjadi minat dan bakat saya.

4. Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7





🍀 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran

Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA

• Menulis
• Membaca Buku
• Memotivasi/Mengedukasi orang lain baik secara personal ataupun didepan publik (tentang pendidikan ibu dan anak (pengasuhan, ASI, tumbuh kembang, kesehatan dlsb), finansial keluarga, juga hikmah-hikmah yang terkandung dalam Alquran dan Alhadits yang telah saya pelajari)
• Mengarang cerita anak
• Menyerap bacaan/kalimat yang agak sulit
• Merancang strategi demi mencapai tujuan (Hidup, Finansial, Penjualan)
• Berpikir tentang masa depan
• Merumuskan masalah dan problem solvingnya
• Menempatkan seseorang sesuai kemampuannya
• Menimbang dan mempelajari sesuatu untuk menentukan sebuah nilai, kepentingan atau kondisi
• Memasak
• Crafting
• Berenang
• Running
• Membaca Alquran dengan tartil

Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi anda TIDAK BISA
• Menjahit
• Menggambar menggunakan aplikasi di komputer
• Berkendara
• Berkuda
• Memanah
• Public Speaking/Communicator (Saya bisa namun belum mahir, perlu belajar dan jam terbang yang jauh lebih banyak)
• Menganalisis data berupa angka-angka menggunakan aplikasi komputer

Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
• Menjadi penengah diantara 2 orang yang berkonflik
• Mendistribusikan Barang
• Notulensi
• Menghapal
• Melayani dan merawat orang lain selain orang yang saya cintai (seperti suster, misalnya)/Care taker
• Perbankan
• Menjadi perwakilan di suatu tempat
• Menjaga keselamatan dan keamanan dari suatu resiko berbahaya

Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
• Mengerjakan sesuatu yang tidak saya minati serta tidak saya pelajari, seperti IT, Hukum, Kimia, Ekonomi, dll
• Berbasa-basi
• Arranger
• Commander, memaksa orang mengerjakan sesuatu
• Melayani seseorang sebagai pekerjaan, customer service atau perawat contohnya.

--------

Diluar materi ini, saya juga menganjurkan pasangan saya melakukan tes temubakat tersebut, diluar dugaan, ternyata beliau sudah melakukan tes tersebut sebelumnya, maka inilah hasilnya.



Terlihat banyak perbedaan diantara kami, yang saya berharap, diluar materi "Menemukan Misi Hidup sebagai Individu" ini, saya dan suami bisa saling bekerja sama sebagai sepasang suami istri yang dapat saling melengkapi satu sama lain.
Karena berbeda bukanlah menjadi oenghalang keharmonisan sebuah keluarga, namun dengan perbedaan, sepasang suami istri dapat saling mengisi kekurangan satu sama lain demi mencapai tujuan bersama.
Aamiin.. InsyaaAlloh.


❤❤❤

Tuesday, March 7, 2017

Materi #7: REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI


Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR "

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati. 

Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.

Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”

Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah  

Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.

“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI "

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka 

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1. Menambah syukur, 
2. Menegakkan taat 
3. Berbagi manfaat.


Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.

Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


Sumber bacaan:

• Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
• Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010
• Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

Friday, March 3, 2017

NHW #6: Belajar menjadi Manajer Keluarga Handal


Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu

RUTINITAS

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting:

Beribadah (sendiri ataupun mengikuti kajian), Membersamai anak, Membaca/mencari ilmu tentang Pendidikan ibu dan anak

3 Aktivitas yang tidak penting: 

Screentime (both, film/gadget), menunda pekerjaan dan mengerjakan hal yang tidak penting, mencari tau sesuatu yang bukan prioritas (tidak fokus)

2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Balance. 
Harusnya mengurangi porsi kegiatan tidak penting menjadi hanya 15% dalam aktivitas harian.

3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

InsyaAlloh. I'll do ma best.

6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

Aktivitas rutin

Subuh-07.30 : 
(Doa Pagi sore, Baca Alquran, Siapin Sarapan abih, Baca Buku/artikel Parenting, Me time)

***

Aktivitas Dinamis

07.30 - 08.30 : 
Menyiapkan sarapan Sabiq (15 menit)
Membersamai menonton film edukasi (10 menit)
Mandi (both) (25 menit)
Beres-beres rumah (10 menit)

08.30 - 09.45 :
Belanja (20 menit)
Mengajak jalan-jalan Sabiq (Motorik Kasar) - (berbarengan dengan belanja)
Aktivitas bermain diluar (Motorik Halus dan Kasar, mengenal alam) - (berbarengan dengan menjemur serta menyapu, 25 menit)
Menjemur pakaian (15 menit)
Menyapu halaman (10 menit)
Snacking time for Sabiq (15 menit)

09.45 - 10.45 :
Dhuha (10 menit)
Menidurkan Sabiq (30 menit)
Memasak (20 menit)

10.45 - 12.00 :
Menyiapkan makan siang sabiq (15 menit)
Mencuci piring (15 menit)
Beres-beres dapur (10 menit)
Mengisi Materi Whatsapp Group (10 menit)
Murojaah bersama Sabiq (10 menit)

12.00 - 13.00
Sholat sunnah rawatib (5 menit)
Dzuhur+Doa (10 menit)
Menulis (coret-coret)/Menggambar (motorik halus) (20 menit)
Makan siang (25 menit)

13.00 - 14.00
Cuci piring (10 menit)
Menonton film edukasi anak (20 menit)
Membacakan buku anak (20 menit)
Menghapal doa-doa harian untuk Sabiq (10 menit)

14.00 - 15.00
Snacking time for Sabiq (15 menit)
Mencuci Baju (15 menit)
Membacakan Buku anak (10 menit)
Menyiapkan makan malam (20 menit)

15.00 - 16.00
Ashar (10 menit)
Sholat sunnah (5 menit)
Berdoa (5 menit)
Bermain bricks (20 menit)
Beres-beres rumah (10 menit)

16.00-17.15
Menyiapkan makan malam sabiq (15 menit)
Beraktivitas diluar rumah (20 menit)
Olahraga (20 menit)
Mandi (20 menit)

17.15 - 18.00
Tilawah Alquran (20 menit)
Maghrib (10 menit)
Snacking time for Sabiq (15 menit)

19.00 - 20.00
Menyiapkan makan malam Abih (10 menit)
Menidurkan Sabiq (30 menit)
Quality time dengan Abih (20 menit)

20.00 - 22.00
Membaca buku/artikel parenting (30 menit)
Menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai

22.00 - Subuh
Istirahat

Aktivitas Mingguan 

Mengikuti Kajian Quran Hadits di Masjid:
Kamis: Jam 20.00 - 21.30
Sabtu: Jam 16.00 - 17.30
Minggu: Jam 20.00 - 21.30
Qiyamul Lail: 02.00 - 03.00

Aktivitas Bulanan

Silaturohim ke Orang Tua di Depok: Min 1x Sebulan
Silaturohim ke Orang Tua di Karawang: Min 1x Sebulan
Refreshing Keluarga: Min 2x dalam sebulan
Kajian Quran Hadits di Budi Agung: Minggu Jam 09.00 - 11.30 (Minggu ke 1)
Evaluasi aktivitas sehari-hari: Setiap tanggal 1 bulan selanjutnya.

Aktivitas Tahunan:
Mudik hari Raya
Refreshing keluarga inti ke luar kota
Khatam Bacaan Alquran
Tarawih full saat Ramadhan (Jika diizinkan Allah)
Sukses 10 Malam terakhir Lailatul Qodar
Membuat Resolusi Tahun selanjutnya

7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

 Bismillaaah....
Laa Haula wa laa kuwwata illa billaah... 

Salam Ibu Profesional.

Sunday, February 26, 2017

Materi #5 BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR




Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, 

Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.


Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. 


Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran  yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.


Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa. 

*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_*


Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.


Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.

Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.


Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?


Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal : 

1⃣Belajar hal berbeda        
2⃣ Cara belajar yang berbeda

3⃣Semangat Belajar yang berbeda


🍀 *Belajar Hal Berbeda*

Apa saja yang perlu di pelajari ?

yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.

🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)


*Cara Belajar Berbeda*

Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.


Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.

Misalnya :

👍Ibu jari : How

👆Jari telunjuk : Where

✋Jari tengah : What

✋Jari manis : When

✋Jari kelingking : Who

👐Kedua telapak tangan di buka : Why

👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.


Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya


Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.


Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

_Apa itu berpikir skeptik ?_

Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.


*Semangat Belajar Yang berbeda*

Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :


🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.

🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.


Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).


Yang harus dipahami,

*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*


Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?


• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan 

*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*


Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.


Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.



🚫 *_Sebaliknya jangan meratakan lembah_*

yaitu dengan menutupi kekurangannya,

Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).


Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.


Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.


Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.



Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?


Caranya adalah :

1⃣ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati

2⃣Mengetahui tujuannya, cita-citanya

3⃣Mengetahui passionnya


Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.


  *_Good is not enough anymore we have to be different_*


Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).


Peran kita sebagai orang tua :

👨‍👩‍👧‍👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.

👨‍👩‍👧‍👧Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.

kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya

👨‍👩‍👧‍👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.



Cara mengetahui passion anak adalah :

1⃣ _Observation_ ( pengamatan)

2⃣ _engage_(terlibat)

3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)


Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.

Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.


Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.



Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :


1⃣Melatih anak untuk belajar bertanya,

Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.

2⃣Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya

3⃣Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari

4⃣Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :

_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014_

_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009_